alexametrics
28 C
Medan
Monday, June 27, 2022

iklanpemko

Pengelolaan Sampah Danone-AQUA di Langkat

Sampah Ditimbang & Dicatat, jadi Duit Jelang Hari Raya

Dulu, sampah itu pastinya segala yang dibuang dan keberadaannya kerap mencemari lingkungan. Kini, sampah-sampah itu malah dikumpulkan, dipilah untuk didaur ulang. Hasilnya, ada cuan yang dapat dimanfaatkan untuk menambah penghasilan masyarakat.

****

Sejumlah ibu-ibu tampak sibuk memilah sampah menurut jenis masing-masing. Sampah plastik ke kumpulan plastik, sampah besi ke kumpulan besi, dan seterusnya. Sampah-sampah itu berasal dari rumah-rumah penduduk dari lima dusun di Desa Pasar VI Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Sementara kaum bapak-bapak memasukkan sampah-sampah itu ke goni, kemudian menimbangnya. Sebagian lagi mengurus mesin yang akan mencacah plastic-plastik agar mudah dikemas dan diangkut.

“Saat ini, bank sampah SIB (Sampah Itu Berharga) menerima sampah dari lima dusun di desa Pasar VI Kwala Mencirim. Sampah yang kami terima ditimbang dan dicatat dalam buku tabungan sampah tiap anggota,” ujar Muhammad Jamil — pria berusia 47 tahun kelahiran Desa Pasar VI Kwala Mencirim – yang saat ini berperan sebagai ketua bank sampah SIB, belum lama ini.

Saat ini, ada sekitar 70 anggota nasabah aktif yang menerima atau mengumpulkan sampah dari penduduk desa. Hingga Mei 2022, bank sampah SIB telah mengumpulkan total 1.3 ton sampah plastik dan 3.1 ton sampah non plastic.

Sampah-sampah itu kemudian dikirim ke bank sampah SIB yang terletak di tepi jalan raya Binjai – Namu Ukur, Sumatera Utara. Dari sana, sampah-sampah itu kemudian dijual ke bank sampah induk di Medan dan Deliserdang. Sampah itu nantinya didaur ulang sesuai peruntukannya. Misalnya, plastic akan dilebur kembali dengan bijih plastic, dan dapat dijadikan berbagai macam produk. Besi juga bisa dilebur kembali. Sementara kertas, bisa didaur ulang di pabrik menjadi kertas koran, atau menjadi hio.

Penimbangan sampah hasil pengumpulan dari masyarakat.

Adapun tabungan sampah para nasabah bank dicatat dalam buku tabungan. “Umumnya, anggota bank sampah mengambil tabungan dalam bentuk uang menjelang hari raya Idul Fitri. Atau hari besar lainnya. Alhamdulillah, sampah dapat mendatangkan manfaat ekonomi untuk masyarakat,” kata Jamil penuh syukur.

Ia memperkirakan, sampah yang ditabung di bank sampah SIB telah memberikan manfaat pada sekitar 1.500 KK.

Manfaat ekonomi yang dirasakan para anggota SIB membuat mereka terus bersemangat mengumpulkan sampah.  “Kami selalu mencari pengepul yang dapat memberikan harga yang baik terhadap sampah yang kami kirim. Dengan demikian, kami pun dapat membagi hasil itu dengan baik pula kepada para anggota,” lanjut Jamil penuh semangat.

Ia bertutur, dirinya dan kawan-kawan tergerak menjalankan pengelolaan sampah ini setelah ada sosialisasi dan pelatihan dari tim Pabrik AQUA Langkat, yang dibantu Yayasan Source of Indonesia (SOI)  sebagai mitra pelaksana pada tahun 2019 lalu. Usai pelatihan, mereka diajak melihat dan mempelajari lebih jauh lagi mengenai pengelolaan sampah di bank sampah induk di Medan.

Sejak 2020 hingga kini, mereka telah dapat menjalankan bank sampah secara mandiri. Hasilnya pun dapat dinikmati anggota kelompok.

Baca Juga :  Kalau Menyakiti Perempuan, Tanaman Bakal Kering dan Mati

Education and Upstream Packaging Manager Danone Indonesia, Abdul Syam, mengatakan Danone-AQUA telah menjalankan kegiatan pengumpulan kemasan plastik bekas dan daur ulang sejak tahun 1993. Kegiatan dilakukan melalui Program AQUA PEDULI.

Dalam program ini, pihaknya bekerjasama dengan mitra mengumpulkan  botol bekas dari masyarakat. Sampah plastik tersebut kemudian dibersihkan dan dicacah. Setelah rapi, dikirim ke pusat pengelolaan sampah plastic.

“Semenjak dimulainya program itu, industri daur ulang limbah plastik pun makin berkembang di Indonesia. Pasalnya, botol plastik bekas terbukti mempunyai nilai ekonomi,” kata Abdul Syam, menjelaskan tentang sejarah pengelolaan sampah plastik oleh Danone-AQUA.

Pencatatan sampah di buku tabungan sampah untuk tiap anggota yang aktif.

Adapun tantangan untuk Danone-AQUA yang menggunakan plastik sebagai kemasannya, menurut dia, adalah bagaimana pengelolaan sampah dapat terus dijalankan dengan baik.  Oleh karena itu, pada Juli 2018 lalu, pihaknya meluncurkan komitmen sekaligus gerakan #BijakBerplastik. #BijakBerplastik diturunkan dalam tiga pilar.

“Yaitu pengumpulan sampah dari lingkungan, edukasi daur ulang ke masyarakat – termasuk di sekolah-sekolah, dan inovasi meningkatkan kandungan daur ulang dalam kemasan produk secara bertahap,” sebutnya.

Kembali ke Muhammad Jamil. Ia mengakui sejak bank sampah SIB beroperasi, lingkungan Desa Pasar VI Kwala Mencirim semakin bersih. “Sampah-sampah tidak banyak lagi yang menutupi  saluran air. Karena banyak anggota masyarakat –termasuk anak-anak sekolah– yang mengumpulkan sampah dari saluran-saluran air. Artinya, bank kami bermanfaat untuk lingkungan sekitar menjadi lebih baik,” kata Jamil.

Ia berharap, dapat bekerjasama dengan desa-desa lain di Kecamatan Sei Bingai, sehingga pengelolaan sampah lebih luas lagi.

Bank Sampah SIB hingga saat ini dikelola secara mandiri. Namun Danone-AQUA melakukan pendampingan yang cukup intens.

“Untuk mendukung kegiatan operasional mereka, selain terus memotivasi, membantu jaringan, pengembangan kapasitas, kami mendatangkan satu mesin press plastik,” papar Stakeholder Relation Manager Pabrik AQUA Langkat, Jimmi Simorangkir.

Sampah plastik dipress dengan mesin hingga menjadi lebih ringkas.

Mesin press ini membuat kemasan plastik bekas yang telah terkumpul, menjadi lebih ringkas dan mudah diangkut ke bank sampah induk

“Selain itu, Pabrik AQUA Langkat juga memfasilitasi kegiatan kelompok para ibu, yang dapat memanfaatkan sachet bekas dari bank sampah SIB, menjadi berbagai bentuk kerajinan yang menarik,” katanya.

Berbagai kegiatan dan inovasi pengelolaan sampah plastik terus dilakukan Danone-AQUA. Mulai dari pengumpulan sampah plastik, edukasi  tentang daur ulang, dan penggunaan kemasan daur ulang.

Menyadari bahwa perubahan ini tidak dapat dilakukan sendiri, Danone-AQUA  mengaku dengan bangga telah bekerja sama dengan banyak mitra dan asosiasi. Termasuk H&M, Packaging Recycling Alliance for Indonesia Sustainable Environment (PRAISE), ADUPI, universitas, LSM, dan mitra paling strategis, yaitu Pemerintah Indonesia.

“Agar target pengurangan 70% sampah di laut dapat dicapai, kami mengundang kolaborasi seluruh para pemangku kepentingan, untuk menciptakan ekosistem daur ulang yang kuat. Tujuannya, agar tidak ada lagi plastik bekas yang terbuang ke lingkungan,” kata Michael Liemena, Corporate Communications Manager AQUA Group.  (mea)

Dulu, sampah itu pastinya segala yang dibuang dan keberadaannya kerap mencemari lingkungan. Kini, sampah-sampah itu malah dikumpulkan, dipilah untuk didaur ulang. Hasilnya, ada cuan yang dapat dimanfaatkan untuk menambah penghasilan masyarakat.

****

Sejumlah ibu-ibu tampak sibuk memilah sampah menurut jenis masing-masing. Sampah plastik ke kumpulan plastik, sampah besi ke kumpulan besi, dan seterusnya. Sampah-sampah itu berasal dari rumah-rumah penduduk dari lima dusun di Desa Pasar VI Kwala Mencirim, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Sementara kaum bapak-bapak memasukkan sampah-sampah itu ke goni, kemudian menimbangnya. Sebagian lagi mengurus mesin yang akan mencacah plastic-plastik agar mudah dikemas dan diangkut.

“Saat ini, bank sampah SIB (Sampah Itu Berharga) menerima sampah dari lima dusun di desa Pasar VI Kwala Mencirim. Sampah yang kami terima ditimbang dan dicatat dalam buku tabungan sampah tiap anggota,” ujar Muhammad Jamil — pria berusia 47 tahun kelahiran Desa Pasar VI Kwala Mencirim – yang saat ini berperan sebagai ketua bank sampah SIB, belum lama ini.

Saat ini, ada sekitar 70 anggota nasabah aktif yang menerima atau mengumpulkan sampah dari penduduk desa. Hingga Mei 2022, bank sampah SIB telah mengumpulkan total 1.3 ton sampah plastik dan 3.1 ton sampah non plastic.

Sampah-sampah itu kemudian dikirim ke bank sampah SIB yang terletak di tepi jalan raya Binjai – Namu Ukur, Sumatera Utara. Dari sana, sampah-sampah itu kemudian dijual ke bank sampah induk di Medan dan Deliserdang. Sampah itu nantinya didaur ulang sesuai peruntukannya. Misalnya, plastic akan dilebur kembali dengan bijih plastic, dan dapat dijadikan berbagai macam produk. Besi juga bisa dilebur kembali. Sementara kertas, bisa didaur ulang di pabrik menjadi kertas koran, atau menjadi hio.

Penimbangan sampah hasil pengumpulan dari masyarakat.

Adapun tabungan sampah para nasabah bank dicatat dalam buku tabungan. “Umumnya, anggota bank sampah mengambil tabungan dalam bentuk uang menjelang hari raya Idul Fitri. Atau hari besar lainnya. Alhamdulillah, sampah dapat mendatangkan manfaat ekonomi untuk masyarakat,” kata Jamil penuh syukur.

Ia memperkirakan, sampah yang ditabung di bank sampah SIB telah memberikan manfaat pada sekitar 1.500 KK.

Manfaat ekonomi yang dirasakan para anggota SIB membuat mereka terus bersemangat mengumpulkan sampah.  “Kami selalu mencari pengepul yang dapat memberikan harga yang baik terhadap sampah yang kami kirim. Dengan demikian, kami pun dapat membagi hasil itu dengan baik pula kepada para anggota,” lanjut Jamil penuh semangat.

Ia bertutur, dirinya dan kawan-kawan tergerak menjalankan pengelolaan sampah ini setelah ada sosialisasi dan pelatihan dari tim Pabrik AQUA Langkat, yang dibantu Yayasan Source of Indonesia (SOI)  sebagai mitra pelaksana pada tahun 2019 lalu. Usai pelatihan, mereka diajak melihat dan mempelajari lebih jauh lagi mengenai pengelolaan sampah di bank sampah induk di Medan.

Sejak 2020 hingga kini, mereka telah dapat menjalankan bank sampah secara mandiri. Hasilnya pun dapat dinikmati anggota kelompok.

Baca Juga :  18 Pabrik Danone-AQUA Raih Sertifikasi dan Penghargaan Industri Hijau  2021

Education and Upstream Packaging Manager Danone Indonesia, Abdul Syam, mengatakan Danone-AQUA telah menjalankan kegiatan pengumpulan kemasan plastik bekas dan daur ulang sejak tahun 1993. Kegiatan dilakukan melalui Program AQUA PEDULI.

Dalam program ini, pihaknya bekerjasama dengan mitra mengumpulkan  botol bekas dari masyarakat. Sampah plastik tersebut kemudian dibersihkan dan dicacah. Setelah rapi, dikirim ke pusat pengelolaan sampah plastic.

“Semenjak dimulainya program itu, industri daur ulang limbah plastik pun makin berkembang di Indonesia. Pasalnya, botol plastik bekas terbukti mempunyai nilai ekonomi,” kata Abdul Syam, menjelaskan tentang sejarah pengelolaan sampah plastik oleh Danone-AQUA.

Pencatatan sampah di buku tabungan sampah untuk tiap anggota yang aktif.

Adapun tantangan untuk Danone-AQUA yang menggunakan plastik sebagai kemasannya, menurut dia, adalah bagaimana pengelolaan sampah dapat terus dijalankan dengan baik.  Oleh karena itu, pada Juli 2018 lalu, pihaknya meluncurkan komitmen sekaligus gerakan #BijakBerplastik. #BijakBerplastik diturunkan dalam tiga pilar.

“Yaitu pengumpulan sampah dari lingkungan, edukasi daur ulang ke masyarakat – termasuk di sekolah-sekolah, dan inovasi meningkatkan kandungan daur ulang dalam kemasan produk secara bertahap,” sebutnya.

Kembali ke Muhammad Jamil. Ia mengakui sejak bank sampah SIB beroperasi, lingkungan Desa Pasar VI Kwala Mencirim semakin bersih. “Sampah-sampah tidak banyak lagi yang menutupi  saluran air. Karena banyak anggota masyarakat –termasuk anak-anak sekolah– yang mengumpulkan sampah dari saluran-saluran air. Artinya, bank kami bermanfaat untuk lingkungan sekitar menjadi lebih baik,” kata Jamil.

Ia berharap, dapat bekerjasama dengan desa-desa lain di Kecamatan Sei Bingai, sehingga pengelolaan sampah lebih luas lagi.

Bank Sampah SIB hingga saat ini dikelola secara mandiri. Namun Danone-AQUA melakukan pendampingan yang cukup intens.

“Untuk mendukung kegiatan operasional mereka, selain terus memotivasi, membantu jaringan, pengembangan kapasitas, kami mendatangkan satu mesin press plastik,” papar Stakeholder Relation Manager Pabrik AQUA Langkat, Jimmi Simorangkir.

Sampah plastik dipress dengan mesin hingga menjadi lebih ringkas.

Mesin press ini membuat kemasan plastik bekas yang telah terkumpul, menjadi lebih ringkas dan mudah diangkut ke bank sampah induk

“Selain itu, Pabrik AQUA Langkat juga memfasilitasi kegiatan kelompok para ibu, yang dapat memanfaatkan sachet bekas dari bank sampah SIB, menjadi berbagai bentuk kerajinan yang menarik,” katanya.

Berbagai kegiatan dan inovasi pengelolaan sampah plastik terus dilakukan Danone-AQUA. Mulai dari pengumpulan sampah plastik, edukasi  tentang daur ulang, dan penggunaan kemasan daur ulang.

Menyadari bahwa perubahan ini tidak dapat dilakukan sendiri, Danone-AQUA  mengaku dengan bangga telah bekerja sama dengan banyak mitra dan asosiasi. Termasuk H&M, Packaging Recycling Alliance for Indonesia Sustainable Environment (PRAISE), ADUPI, universitas, LSM, dan mitra paling strategis, yaitu Pemerintah Indonesia.

“Agar target pengurangan 70% sampah di laut dapat dicapai, kami mengundang kolaborasi seluruh para pemangku kepentingan, untuk menciptakan ekosistem daur ulang yang kuat. Tujuannya, agar tidak ada lagi plastik bekas yang terbuang ke lingkungan,” kata Michael Liemena, Corporate Communications Manager AQUA Group.  (mea)

iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/