BBM Langka di Sibolga–Tapteng, Antrean Mengular hingga 1 Km
Editor Satu• Senin, 2 Februari 2026 | 13:00 WIB
Antrean kendaraan mengular lebih dari satu kilometer akibat kelangkaan BBM di salah satu SPBU di Pandan, Tapanuli Tengah, Sabtu (31/1/2026).
Warga Terpaksa Antre Berjam-jam
TAPTENG, METRODAILY – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax kembali terjadi di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Sabtu (31/1/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular hingga lebih dari satu kilometer, bahkan memakan badan jalan dari arah utara ke selatan. Situasi tersebut menyebabkan kemacetan parah dan kesemrawutan arus lalu lintas di beberapa titik utama di Sibolga dan Tapteng.
Kelangkaan BBM ini dikeluhkan masyarakat karena berdampak langsung pada aktivitas harian dan perekonomian warga.
Suryani (36), warga Pandan yang bekerja sebagai karyawan swasta, mengaku dirugikan akibat kondisi tersebut. Dalam sepekan terakhir, ia kerap terlambat masuk kerja karena harus mengantre BBM berjam-jam.
“Uang kerajinan saya hangus beberapa hari ini karena sering telat. Kadang harus menunggu tiga sampai empat jam hanya untuk mengisi tiga liter Pertalite,” ujarnya di SPBU Pandan.
Ia berharap Pertamina segera mengambil langkah cepat, mengingat kondisi ekonomi masyarakat Tapteng dan Sibolga masih dalam tahap pemulihan pascabencana ekologis yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
“Tolong bantu kami. Kami masih berjuang bangkit setelah bencana,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan pengendara lainnya, Farel Andika. Ia mengaku kehabisan BBM di depan SPBU PT Bintang Natio Pandan sekitar pukul 21.00 WIB. Ironisnya, SPBU tersebut sudah tutup, padahal biasanya beroperasi selama 24 jam.
“Sepeda motor saya mati total karena kehabisan minyak. Kalau BBM terus langka seperti ini, kegiatan ekonomi masyarakat pasti lumpuh,” ucap Farel.
Hingga berita ini diturunkan, Area Manager Communication, Relations & CSR (Comrel & CSR) Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, belum memberikan keterangan resmi meski telah dikonfirmasi pada Sabtu (31/1/2026) malam.
Belum adanya penjelasan dari pihak Pertamina memicu spekulasi di tengah masyarakat. Sebagian warga mempertanyakan penyebab utama kelangkaan BBM, bahkan mencurigai adanya praktik permainan dalam pendistribusian bahan bakar di wilayah Sibolga dan Tapteng. (Zatam)