SIBOLGA, METRODAILY – Ramai kasus beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oplosan yang viral di media sosial membuat masyarakat resah.
Namun, Perum Bulog Kantor Cabang Sibolga menegaskan bahwa wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah aman dan belum ditemukan adanya kasus serupa.
Isu beras SPHP yang disebut bercampur kualitas rendah bahkan menyerupai pakan ternak memicu kekecewaan warga di beberapa daerah. Menanggapi hal ini, Asisten Manager Operasional Perum Bulog Sibolga, Donny Sitorus, memastikan pihaknya terus melakukan pengawasan ketat.
Baca Juga: Dugaan Pungli di Disdik Madina, Guru Diminta Bayar Rp50 Ribu – Rp10 Juta
“Bulog di seluruh Indonesia menjamin beras SPHP yang beredar memiliki kualitas baik. Untuk kasus viral yang muncul, proses hukum sudah berjalan. Sementara itu, kami rutin melakukan sidak acak dan survei ke mitra resmi agar distribusi tetap sesuai standar,” tegas Donny, Selasa (9/9/2025).
Menurutnya, pengawasan dilakukan langsung di outlet dan grosir resmi yang menjadi mitra Bulog untuk mencegah praktik pengoplosan setelah beras didistribusikan.
Bulog Sibolga mengimbau masyarakat agar tidak khawatir berlebihan. Namun, jika menemukan dugaan beras SPHP oplosan, masyarakat diminta segera melaporkannya ke kantor Bulog terdekat.
Baca Juga: Orangutan Tapanuli Tinggal 577 Ekor, Koridor Hutan Batang Toru Harus Diperluas
“Kami tetap membuka saluran laporan dari masyarakat agar kualitas SPHP di pasaran benar-benar terjaga,” tambah Donny.
Dengan langkah ini, Bulog menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pangan, mutu beras, dan kepercayaan publik di wilayah Sibolga dan Tapteng. (net)
Editor : Editor Satu