Puncak Arus Mudik Diprediksi H-3 Lebaran, WFA Pengaruhi Jumlah Pemudik
Editor Satu• Selasa, 11 Maret 2025 | 11:20 WIB
Mudik - Ilustrasi.
JAKARTA, METRODAILY – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2025 akan terjadi pada H-3 atau Jumat (28/3), dengan pergerakan sekitar 12,1 juta orang.
Angka ini lebih rendah dari perkiraan awal 16,8 juta orang, berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyebut penurunan ini disebabkan oleh kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diberlakukan pada 24-27 Maret 2025.
Dengan adanya WFA, jadwal keberangkatan pemudik menjadi lebih tersebar, sehingga lonjakan pada H-3 tidak setinggi prediksi awal.
"Sebelum ada WFA, kami memprediksi lonjakan signifikan di H-3. Namun dengan kebijakan ini, pergerakan pemudik menjadi lebih merata. Tanpa WFA, diprediksi ada 16,8 juta orang bepergian di H-3, sedangkan dengan WFA turun menjadi 12,1 juta orang," ujar Dudy usai rapat koordinasi dengan sejumlah lembaga terkait, Minggu (9/3).
Mobil Pribadi Jadi Pilihan Utama
Berdasarkan survei, mayoritas pemudik masih memilih mobil pribadi sebagai moda transportasi utama.
Berikut rincian pilihan moda transportasi yang diprediksi digunakan saat puncak mudik:
Mobil pribadi: 23% (33,69 juta orang)
Bus: 16,9% (24,76 juta orang)
Kereta api antarkota: 16,1% (23,58 juta orang)
Pesawat: 13,5% (19,77 juta orang)
Sepeda motor: 8,7% (12,74 juta orang)
Menhub Dudy menekankan bahwa keselamatan pemudik menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2025.
"Kita semua memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan pemudik. Sebagai pengelola transportasi, keselamatan harus menjadi perhatian utama dalam setiap persiapan mudik tahun ini," tegasnya.
Pemerintah dan pihak terkait kini terus berkoordinasi untuk mengoptimalkan layanan transportasi guna menghindari kemacetan dan meminimalkan risiko kecelakaan selama arus mudik. (jp)