“Selamat kepada 11.783 Pekerja rentan Tapsel. sebab sore ini telah dibayarkan iuran Rp 257.476.800 untuk bulan oktober 2022,” jelas Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang Sidimpuan Dr Sanco Simanullang ST MT IPM ASEAN Eng dalam siaran pers, Jumat sore (14/10/2022).
“Kabarnya bakal berlanjut setiap bulan, kemudian berpeluang diterukan pada APBD 2023, terimakasih kepada Bapak Bupati Tapsel dan seluruh jajarannya,” imbuh Sanco.
Iuran itu dipergunakan untuk membiayai 2 program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
“Tentu kalau sudah masuk ke sistem aplikasi BPJS Ketenagakerjaan, bila ada yang meninggal dunia, keluarga ahli waris berhak mendapat santunan Rp 42 juta,” ujar mantan Kepala Cabang Sibolga dan Karo.
Dijelaskan Sanco, pada bulan Juni 2022 lalu sebanyak 3.545 pekerja sektor Keagamaan di lingkungan Pemkab Tapanuli Selatan, juga telah didaftarkan.
Sedangkan 2 orang dia taranya telah berpulang, dan santunan kematian langsung dicairkan masing masing Rp 42 juta.
“Syukur, total tenaga rentan yang dibayarkan sepanjang tahun 2022 ini mencapai 15.328 jiwa. Terimakasih kepada Pak Bupati dan jajarannya,” pungkas Sanco.
Dia menyebut implementasi Inpres Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) di Pemkab Tapsel kini kian digenjot.
“Ini memberi harapan baru untuk perlindungan menyeluruh bagi pekerja di Tapsel. Semoga tahun 2023 Tapsel masuk Paritrana Awards,” harap Sanco.
3 Bulan Jadi Peserta, JKM Cair
Kendati baru 3 bulan jadi peserta, Jamsostek Sidempuan mencairkan Jaminan Kematian bagi 2 pekerja rentan. Penyerahan santunan digelar di Lingkungan Gunung Manaon, Kelurahan Pasar Pargarutan, Kecamatan Angkola Timur, pada Rabu (12/10) dihadiri langsung Bupati Tapanuli Selatan Dolly Pasaribu, SPt., MM.
Diketahui, semasa hidupnya almarhumah Lamsari Pakpahan merupakan bilal mayit di Kecamatan Angkola Timur dan almarhum Sabirin Batubara merupakan guru mengaji di Kecamatan Arse, keduanya merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan, dibayar APBD Tapsel.
“Kami sampaikan belasungkawa dan rasa duka mendalam. Mudah-mudahan Allah SWT menguatkan ahli musibah. Semoga keluarga dapat meneruskan cita cita dan impian almarhum,” tukas Bupati Dolly dengan nada terbata dan sedih.
Dalam suasana haru, Dolly pun berharap agar keluarga almarhum dapat memanfaatkan santunan sebaik-baiknya.
“Alhamdulillah, Pemkab Tapsel baru bisa membantu iuran sebagian warga. Termasuk kedua almarhum. Maka, tolong gunakan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Dalam sambutannya, Dolly juga menerangkan keikutsertaan sebanyak 15.328 jiwa warga Tapsel menjadi peserta jamsostek dalam kategori tenaga rentan.
Hal ini sesuai Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kabupaten Tapanuli Selatan yang ditetapkan pada 2 Desember 2021.
Masyarakat yang dilindungi sebagai prioritas yaitu pada bidang keagamaan ( najir masjid, bilal mayit, guru BTQ, guru MDT, guru sekolah minggu, guru pondok pesantren, dan petugas P3N yang jumlahnya 3.545 jiwa.
"Tambah masyarakat berkontribusi dan mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dari kelompok pengajian seperti kelompok pengajian BKMT dan kelompok pengajian desa di Tapsel yang jumlahnya mencapai 11.783 jiwa sehingga berjumlah total 15.328 jiwa," ujar dia.
Lebih jauh, Bupati menyebut bahwa nyawa tidak bisa diukur dari materi, namun harus sadar bahwa kehidupan keluarga yang ditinggal harus terus berlanjut pasca kematian pekerja, imbuh Dolly.
“Saya ingatkan, juga saya pribadi. Anak dan istri dirumah, jangan terbeban bila musibah datang. Jangan meninggalkan utang bagi penerus. Maka segera daftar,” beber dia.
Ia lantas mengutip Hadits Nabi Muhammad SAW, Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara.
“Ingatlah Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, Hidupmu sebelum datang kematianmu,” ungkap Doly.
Dikatakan, resiko meninggal dunia, tidak mengenal usia. Yang muda pasti tua, tapi kadang sebelum tua sudah dipanggil.
“Itu rahasia Ilahi. Semua pasti berpulang, semua kenikmatan dunia, hanya satu pemutusnya yaitu kematian,” beber Dolly.
“Kawan kawan BPJS Ketenagakerjaan Sidimpuan terimakasih atas kerja cepatnya. Tetap semangat ya Pak Sanco, ini tugas sangat mulia. Sukses terus,” ungkap Dolly.
Pelayanan Jamsostek merupakan ladang amal ibadah, kendati tidak mudah meyakinkan warga untuk sadar akan perlindungan ini.
Penyerahan turut disaksikan sejumlah OPD, Camat Angkola Timur dan Arse, Dinas ketenagakerjaan, Lurah Pargarutan, Hatobanon Harajaon, keluarga ahli waris dan para tokoh adat dan tokoh agama Pargarutan.(rel) Editor : Metro Daily