Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Inflasi Siantar Dipicu Harga Daging Ayam & Minyak Goreng

Metro Daily • Jumat, 4 Februari 2022 | 11:15 WIB
Inflasi Siantar selama Januari, hasil olahan BPS Siantar.
Inflasi Siantar selama Januari, hasil olahan BPS Siantar.
SIANTAR, METRODAILY - Meningkatnya harga daging ayam ras dan minyak goreng menjadi penyebab naiknya inflasi di Kota Pematangsiantar selama periode Januari 2022. Selain dua komoditas tersebut, harga ikan lele, rokok kretek filter, dan bawang merah juga turut menjadi penyumbang inflasi di kota dengan motto Sapangembei Manoktok Hitei ini.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar, Teuku Munandar, Kamis (3/2/2022) menerangkan, perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) umum Kota Pematangsiantar periode Januari 2022 mengalami inflasi sebesar 0,96% (mtm) atau secara tahunan mengalami inflasi sebesar 1,95% (yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi periode Desember 2021 sebesar 0,85% (mtm).

Realisasi tersebut juga lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata inflasi selama 3 tahun terakhir pada periode yang sama yakni 0,90%. Hal ini tidak terlepas dari efek perayaan Natal dan Tahun Baru yang menjadi budaya masyarakat setempat. Di mana banyak perantau pulang kampung ke Pematangsiantar dan daerah sekitarnya (terindikasi dari kepadatan kendaraan mulai akhir Desember 2021 hingga awal Januari 2022).

Masih kata Teuku Munandar, tekanan inflasi pada periode Januari 2022 disebabkan peningkatan harga daging ayam ras, minyak goreng, ikan lele, rokok kretek filter, dan bawang merah. Harga komoditas daging ayam ras naik sebesar 18,33% (mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,19%. Disusul naiknya harga minyak goreng sebesar 5,77% (mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,12%.

“Harga daging ayam ras naik karena kurangnya pasokan daging ayam dalam memenuhi permintaan masyarakat. Harga ayam di Januari 2022 berkisar Rp35.000-Rp38.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp30.000-Rp35.000 per kilogram,” terangnya.

Teuku Munandar melanjutkan, tekanan inflasi lebih lanjut tertahan oleh turunnya harga komoditas cabai merah, bayam, sawi hijau, beras, dan jeruk.

Rinciannya, komoditas dengan andil inflasi terbesar yakni Daging Ayam Ras menyebabkan inflasi 18,33% (mtm) dan Andil 0,19%; Minyak Goreng inflasi 5,77% (mtm) dan Andil 0,12%; Ikan Lele Inflasi 19,07% (mtm) dan Andil 0,10%; serta Rokok Kretek Filter menyebabkan Inflasi 2,26% (mtm) dan Andil 0,08%.

Sedangkan komoditas dengan andil deflasi terbesar yakni Cabai Merah menyebabkan Deflasi -21,64%(mtm) dan Andil -0,14%; Bayam Deflasi -21,75%(mtm) dan Andil -0,08%; Sawi Hijau Deflasi -28,22% (mtm) dan Andil -0,07%; serta Beras Deflasi -0,62% (mtm) dan Andil -0,03%.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, Inflasi Januari 2022 disumbang Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang mengalami inflasi sebesar 2,36%(mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,9%. Disusul inflasi dari Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,33%(mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,04%. Serta Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,47%(mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,02%.

Berdasarkan disagregasi inflasi, semua kelompok mengalami inflasi pada bulan Januari 2022. Volatile Food (VF) mengalami inflasi sebesar 2,93%(mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,74%, Core Inflation mengalami inflasi sebesar 0,17% (mtm), dan Administrated Price mengalami inflasi sebesar 0,64%(mtm).

Secara tahunan, Inflasi bulan Januari 2022 disumbang oleh Volatile Food (VF) sebesar 2,11% (yoy) dengan andil inflasi sebesar 0,53%, disusul Administred Price (AP), dan inflasi inti (Core Inflation) yang mengalami inflasi masing-masing sebesar sebesar 2,35% (yoy) dan 1,71% (yoy).

Dalam upaya untuk mengendalikan Inflasi di bulan Januari tahun 2022,TPID Kota Pematangsiantar telah melaksanakan beberapa program kerja, yaitu Monitoring dan pemantauan ketersedian bahan pokok di distributor dan gudang Bulog; Melakukan rapat koordinasi percepatan penyaluran minyak goring; Penerbitan surat imbauan Dirut PD Pasar Horas Jaya kepada seluruh pedagang di Pasar Horas (pasar tradisional terbesar di Siantar), agar menjual minyak goreng dengan HET Rp14.000.

Apabila ada penjual yang menjual di atas HET, akan dihentikan kegiatan usahanya atau dicabut izin usahanya; Pelaksanaan monitoring harga harian melalui PIHPS maupun Harga Diskoperindag; serta Menyusun peta jalan pengendalian inflasi tahun 2022-2024 di Kota Pematangsiantar. (rel) Editor : Metro Daily
#Inflasi Siantar