alexametrics
25.7 C
Medan
Saturday, August 20, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Progres Tol Kuala Tanjung-Parapat 63 Persen

iklan-usi

JAKARTA, METRODAILY – PT Hutama Karya (Persero) (PTHK) terus melakukan pengerjaan konstruksi ruas jalan tol terpanjang di Provinsi Sumatera Utara. Sejauh ini, progres konstruksi Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebingtinggi-Parapat sudah mencapai 63,08 persen.

Jalan tol sepanjang 143,5 kilometer (km) ini akan mempercepat waktu tempuh menuju destinasi super prioritas (DSP) Danau Toba menjadi 1,5 hingga 2 jam. Lebih cepat dibandingkan melalui jalan arteri lebih dari 4 jam.

Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro mengatakan, nantinya jalan tol ini menjadi jalan alternatif bagi masyarakat yang ingin menuju Danau Toba. Diharapkan juga dapat mempermudah serta memperlancar arus lalu lintas barang dari Medan ke Parapat, begitu juga sebaliknya.

“Hingga saat ini progres Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat yang kami kerjakan tanpa VGF memiliki presentase progres lahan sebesar 87,7% dan progres konstruksinya sebesar 63,08%,” kata Koentjoro dalam keterangan resmi, kemarin.

Koentjoro melanjutkan, dalam pembangunan tol ini dilibatkan perusahaan sub kontraktor baik dari skala peengusaha nasional maupun pengusaha lokal. Keterlibatan pengusaha ini membantu perseroan untuk mempercepat penyelesaian pencapaian target operasional jalan tol serta sebagai komitmen perusahaan membuka lapangan kerja di sekitar proyek tol.

Pembangunan jalan ini dilaksanakan oleh Hutama Karya dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dan anak perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) yakni PT Waskita Toll Road (WTR).

Ketiga perusahaan tersebut membetuk Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yaitu PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) khusus untuk menjalankan pembangunan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat.

Adapun nilai investasi pada proyek ini mencapai Rp13,45 triliun dengan skema pendanaan dilakukan sharing modal. Hutama Karya sebesar 94,08 persen, Jasa Marga 2,96 persen, dan Waskita Toll Road sebesar 2,96 persen.

Baca Juga :  Dirga Surya Rugi; PSU, AIJ, dan PPSU Untung Tipis

Proses Pembangunan Jalan Tol

Direktur Utama Hamawas Dindin Solakhuddin mengungkapkan, dalam proses pembangunan Tol Kuala Tanjung-Tebingtinggi-Parapat menerapkan sejumlah teknologi baru untuk mempercepat proses pelaksanaannya.

Teknologi baru yang diterapkan di antaranya aplikasi monitoring berbasis cloud sharing pada building information modelling (BIM). Artinya, aplikasi ini dapat diakses melalui perangkat digital lintas platform terdiri dari android, Windows, dan iOS.

Penggunaan Aplikasi BIM pada Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebingtinggi-Parapat bermanfaat sebagai alat monitoring dan controlling pekerjaan pembangunan jala tol serta progres pembangunan baik secara makro maupun mikro.

Upaya lain untuk mempercepat proses konstruksi ialah dengan melakukan koordinasi dan asistensi dengan berbagai pihak ketika di lapangan. Sehingga pekerjaan dapat selesai sesuai target yang ditentukan dan memiliki kualitas optimal dari segi pelayanan dan keamanan, yang nantinya digunakan oleh pengguna saat jalan telah dioperasikan.

Jalan tol ini terdiri dari 6 seksi terdiri seksi 1 Tebingtinggi-Inderapura 20,4 km, seksi 2 Indrapura-Kuala Tanjung 18,05 km, seksi 3 Tebing Tinggi-Serbelawan 30 km, seksi 4 Serbelawan-Pematangsiantar 28 km, seksi 5 Pematangsiantar-Seribudolok 22,3 km, dan seksi 6 Seribudolok-Parapat 16,7 km.

Kemudian terdapat Junction Tebingtinggi sepanjang 7,9 km dengan memiliki lokasi yang strategis dan terbagi ke dalam dua koridor. Koridor pertama, ruas Tebingtinggi-Inderapura-Kuala Tanjung yang menjadi konektivitas backbone Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Koridor kedua, Ruas Tebingtinggi-Parapat yang merupakan koridor konektivitas regional Sumatra Utara menuju Danau Toba dan Pelabuhan Kuala Tanjung. (net)

JAKARTA, METRODAILY – PT Hutama Karya (Persero) (PTHK) terus melakukan pengerjaan konstruksi ruas jalan tol terpanjang di Provinsi Sumatera Utara. Sejauh ini, progres konstruksi Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebingtinggi-Parapat sudah mencapai 63,08 persen.

Jalan tol sepanjang 143,5 kilometer (km) ini akan mempercepat waktu tempuh menuju destinasi super prioritas (DSP) Danau Toba menjadi 1,5 hingga 2 jam. Lebih cepat dibandingkan melalui jalan arteri lebih dari 4 jam.

Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro mengatakan, nantinya jalan tol ini menjadi jalan alternatif bagi masyarakat yang ingin menuju Danau Toba. Diharapkan juga dapat mempermudah serta memperlancar arus lalu lintas barang dari Medan ke Parapat, begitu juga sebaliknya.

“Hingga saat ini progres Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat yang kami kerjakan tanpa VGF memiliki presentase progres lahan sebesar 87,7% dan progres konstruksinya sebesar 63,08%,” kata Koentjoro dalam keterangan resmi, kemarin.

Koentjoro melanjutkan, dalam pembangunan tol ini dilibatkan perusahaan sub kontraktor baik dari skala peengusaha nasional maupun pengusaha lokal. Keterlibatan pengusaha ini membantu perseroan untuk mempercepat penyelesaian pencapaian target operasional jalan tol serta sebagai komitmen perusahaan membuka lapangan kerja di sekitar proyek tol.

Pembangunan jalan ini dilaksanakan oleh Hutama Karya dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) dan anak perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) yakni PT Waskita Toll Road (WTR).

Ketiga perusahaan tersebut membetuk Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yaitu PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) khusus untuk menjalankan pembangunan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat.

Adapun nilai investasi pada proyek ini mencapai Rp13,45 triliun dengan skema pendanaan dilakukan sharing modal. Hutama Karya sebesar 94,08 persen, Jasa Marga 2,96 persen, dan Waskita Toll Road sebesar 2,96 persen.

Baca Juga :  Dirga Surya Rugi; PSU, AIJ, dan PPSU Untung Tipis

Proses Pembangunan Jalan Tol

Direktur Utama Hamawas Dindin Solakhuddin mengungkapkan, dalam proses pembangunan Tol Kuala Tanjung-Tebingtinggi-Parapat menerapkan sejumlah teknologi baru untuk mempercepat proses pelaksanaannya.

Teknologi baru yang diterapkan di antaranya aplikasi monitoring berbasis cloud sharing pada building information modelling (BIM). Artinya, aplikasi ini dapat diakses melalui perangkat digital lintas platform terdiri dari android, Windows, dan iOS.

Penggunaan Aplikasi BIM pada Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebingtinggi-Parapat bermanfaat sebagai alat monitoring dan controlling pekerjaan pembangunan jala tol serta progres pembangunan baik secara makro maupun mikro.

Upaya lain untuk mempercepat proses konstruksi ialah dengan melakukan koordinasi dan asistensi dengan berbagai pihak ketika di lapangan. Sehingga pekerjaan dapat selesai sesuai target yang ditentukan dan memiliki kualitas optimal dari segi pelayanan dan keamanan, yang nantinya digunakan oleh pengguna saat jalan telah dioperasikan.

Jalan tol ini terdiri dari 6 seksi terdiri seksi 1 Tebingtinggi-Inderapura 20,4 km, seksi 2 Indrapura-Kuala Tanjung 18,05 km, seksi 3 Tebing Tinggi-Serbelawan 30 km, seksi 4 Serbelawan-Pematangsiantar 28 km, seksi 5 Pematangsiantar-Seribudolok 22,3 km, dan seksi 6 Seribudolok-Parapat 16,7 km.

Kemudian terdapat Junction Tebingtinggi sepanjang 7,9 km dengan memiliki lokasi yang strategis dan terbagi ke dalam dua koridor. Koridor pertama, ruas Tebingtinggi-Inderapura-Kuala Tanjung yang menjadi konektivitas backbone Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Koridor kedua, Ruas Tebingtinggi-Parapat yang merupakan koridor konektivitas regional Sumatra Utara menuju Danau Toba dan Pelabuhan Kuala Tanjung. (net)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/