alexametrics
27 C
Medan
Tuesday, August 9, 2022

iklanpemko

Bupati Asahan Dukung Afirmasi Bangga Buatan Indonesia

ASAHAN, METRODAILY – Bupati Asahan H Surya BSc didampingi Sekretaris Daerah Kab. Asahan Drs. John Hardi Nasution, MSi, menghadiri pertemuan aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia, di Hotel Grand Hyatt Nusa Dua Bali, Sabtu (25/3/2022).

Acara dibuka langsung Presiden RI Ir H Joko Widodo, Menteri, Kepala Lembaga, Gubernur Seluruh Indonesia, Bupati/Walikota , Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan undangan lainnya.

Presiden RI Joko Widodo memberikan pengarahan mengenai Gerakan BBI yang telah diluncurkan sejak 14 Mei 2020. Aksi afirmasi BBI merupakan komitmen pemerintah menjadikan produk lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri.

Hal itu sejalan dengan arahan presiden Jokowi yang meminta seluruh daerah mengalokasikan anggaran sebesar 40 persen untuk belanja produk lokal.

Jokowi menyatakan sebetulnya APBN maupun APBD hingga anggaran BUMN bisa memicu pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Caranya adalah dengan membeli produk-produk dalam negeri.

Sayangnya, hal itu belum banyak dilakukan oleh instansi pemerintah. “Kita diam saja, tapi konsisten beli barang yang diproduksi pabrik-pabrik, industri-industri, UKM-UKM kita, kok enggak kita lakukan. Sangat disayangkan sekali kalau kita tidak melakukan ini,” ujar Jokowi.

Menurut dia, impor barang-barang itu hanya akan menguntungkan negara-negara lain. Terdapat tiga prinsip utama aksi afirmatif bagi pembelian produk dalam negeri. Belanja pemerintah wajib untuk produk dalam negeri, termasuk belanja barang dan jasa.

Baca Juga :  Bupati Asahan: Tingkatkan PAD dan Vaksinasi

Jika ada impor, maka hal tersebut menjadi pengecualian dengan besaran impor maksimal 10%. Untuk Kementerian dan Lembaga (K/L) yang mengusulkan impor harus menyampaikan kebijakan, program, dan langkah pengurangan impor sampai dengan 5% pada tahun 2023.

Sementara itu Bupati Asahan H. Surya, BSc usai mengikuti pertemuan mengatakan sangat mendukung langkah kebijakan yang diambil Presiden untuk Bangga Menggunakan Produk Dalam Negeri

“Arahan bapak Presiden sangat bagus. Afirmasi BBI ini akan menumbuhkan UMKM semakin meningkat dan UMKM baru akan ikut maju. Untuk produk makanan olahan, tentu saja harus terdaftar PIRT, higienis, packaging menarik dan paling penting kualitas rasa,” kata Surya.
Terkait hal itu, Bupati Surya juga meminta jajarannya agar menerapkan seluruh kegiatan pengadaan dengan produk-produk lokal yang tersedia dan berkualitas.

“Kita harus bangga dengan produk dalam negeri, produk lokal Kabupaten Asahan. Jadi saya perintahkan seluruh penyelenggara kegiatan pengadaan agar melibatkan pelaku usaha lokal,” pungkas Surya. (Per/MD)

ASAHAN, METRODAILY – Bupati Asahan H Surya BSc didampingi Sekretaris Daerah Kab. Asahan Drs. John Hardi Nasution, MSi, menghadiri pertemuan aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia, di Hotel Grand Hyatt Nusa Dua Bali, Sabtu (25/3/2022).

Acara dibuka langsung Presiden RI Ir H Joko Widodo, Menteri, Kepala Lembaga, Gubernur Seluruh Indonesia, Bupati/Walikota , Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan undangan lainnya.

Presiden RI Joko Widodo memberikan pengarahan mengenai Gerakan BBI yang telah diluncurkan sejak 14 Mei 2020. Aksi afirmasi BBI merupakan komitmen pemerintah menjadikan produk lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri.

Hal itu sejalan dengan arahan presiden Jokowi yang meminta seluruh daerah mengalokasikan anggaran sebesar 40 persen untuk belanja produk lokal.

Jokowi menyatakan sebetulnya APBN maupun APBD hingga anggaran BUMN bisa memicu pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Caranya adalah dengan membeli produk-produk dalam negeri.

Sayangnya, hal itu belum banyak dilakukan oleh instansi pemerintah. “Kita diam saja, tapi konsisten beli barang yang diproduksi pabrik-pabrik, industri-industri, UKM-UKM kita, kok enggak kita lakukan. Sangat disayangkan sekali kalau kita tidak melakukan ini,” ujar Jokowi.

Menurut dia, impor barang-barang itu hanya akan menguntungkan negara-negara lain. Terdapat tiga prinsip utama aksi afirmatif bagi pembelian produk dalam negeri. Belanja pemerintah wajib untuk produk dalam negeri, termasuk belanja barang dan jasa.

Baca Juga :  Harga Sawit di Tapteng Tembus Rp 2.700 per Kg

Jika ada impor, maka hal tersebut menjadi pengecualian dengan besaran impor maksimal 10%. Untuk Kementerian dan Lembaga (K/L) yang mengusulkan impor harus menyampaikan kebijakan, program, dan langkah pengurangan impor sampai dengan 5% pada tahun 2023.

Sementara itu Bupati Asahan H. Surya, BSc usai mengikuti pertemuan mengatakan sangat mendukung langkah kebijakan yang diambil Presiden untuk Bangga Menggunakan Produk Dalam Negeri

“Arahan bapak Presiden sangat bagus. Afirmasi BBI ini akan menumbuhkan UMKM semakin meningkat dan UMKM baru akan ikut maju. Untuk produk makanan olahan, tentu saja harus terdaftar PIRT, higienis, packaging menarik dan paling penting kualitas rasa,” kata Surya.
Terkait hal itu, Bupati Surya juga meminta jajarannya agar menerapkan seluruh kegiatan pengadaan dengan produk-produk lokal yang tersedia dan berkualitas.

“Kita harus bangga dengan produk dalam negeri, produk lokal Kabupaten Asahan. Jadi saya perintahkan seluruh penyelenggara kegiatan pengadaan agar melibatkan pelaku usaha lokal,” pungkas Surya. (Per/MD)

iklan-usi
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/