alexametrics
28.9 C
Medan
Thursday, October 6, 2022

Urban Farming, Upaya BI Kendalikan Inflasi Pangan

TAPTENG, METRODAILY – Bank Indonesia menginisiasi konsep pertanian kota (urban farming) sebagai upaya mengendalikan inflasi pangan. Bahkan, konsep ini masuk dalam program gerakan nasional pengendalian inflasi pangan (GNPIP).

Untuk mendukung program tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, menggelar aksi penanaman bersama komoditas cabai merah. Acaranya di Kantor Bupati Tapteng, Rabu (21/9/2022).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Yuliansyah Andrias menjelaskan, konsep urban farming merupakan langkah bijak menghadapi kondisi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang saat ini berdampak langsung kepada masyarakat.

Dikatakan, cabai merah merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki andil sebagai penyumbang inflasi. Dan saat ini termonitor, harganya cukup tinggi di pasar. “Tugas kami turut menjaga kestabilan harga. Dan kami memonitor bahwa permintaan masyarakat tetap tumbuh. Maka itu perlu diinisiasi dengan program urban farming,” kata Yuliansyah.

Dia menjelaskan, BI Sibolga memiliki wilayah kerja 16 kabupaten/kota di kawasan Pantai Barat Sumatra Utara. Diharapkan, inisiasi program urban farming ini dapat menginspirasi seluruh masyarakat di Kabupaten Tapanuli Tengah. “Kita menyambut baik kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah yang turut menyukseskan ini. Pada kesempatan ini, kita menyerahkan bantuan 3.850 bibit cabai merah yang nantinya dibudidayakan seluruh ASN,” katanya.

Baca Juga :  Suzuya Tampil dengan Konsep Terbaru di Siantar

Pihaknya juga menawarkan program bimbingan teknis, bagaimana program urban farming ini sesuai dengan kaidahnya. Bila diizinkan, pihaknya juga siap memberikan pengetahuan kepada ASN yang nantinya berpartisipasi dalam gerakan ini. “Besar harapan kami, kegiatan urban farming ini menjadi wujud komitmen Bank Indonesia terutama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dalam mewujudkan stabilitas harga,” kata Yuliansyah.

Pj Bupati Tapteng Yetti Sembiring mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap, ASN yang hadir dapat menjadi pelopor bagi warga lainnya agar bisa menanam cabai di pekarangan rumah masing-masing. “Ini adalah program nasional, bagaimana pemerintah hadir di tengah masyarakat. Memang nampak sederhana, tetapi jika dilakukan dengan serius, kita akan mampu mewujudkan ketahanan pangan secara mandiri,” kata Yetti. (rb)

TAPTENG, METRODAILY – Bank Indonesia menginisiasi konsep pertanian kota (urban farming) sebagai upaya mengendalikan inflasi pangan. Bahkan, konsep ini masuk dalam program gerakan nasional pengendalian inflasi pangan (GNPIP).

Untuk mendukung program tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, menggelar aksi penanaman bersama komoditas cabai merah. Acaranya di Kantor Bupati Tapteng, Rabu (21/9/2022).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Yuliansyah Andrias menjelaskan, konsep urban farming merupakan langkah bijak menghadapi kondisi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang saat ini berdampak langsung kepada masyarakat.

Dikatakan, cabai merah merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki andil sebagai penyumbang inflasi. Dan saat ini termonitor, harganya cukup tinggi di pasar. “Tugas kami turut menjaga kestabilan harga. Dan kami memonitor bahwa permintaan masyarakat tetap tumbuh. Maka itu perlu diinisiasi dengan program urban farming,” kata Yuliansyah.

Dia menjelaskan, BI Sibolga memiliki wilayah kerja 16 kabupaten/kota di kawasan Pantai Barat Sumatra Utara. Diharapkan, inisiasi program urban farming ini dapat menginspirasi seluruh masyarakat di Kabupaten Tapanuli Tengah. “Kita menyambut baik kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah yang turut menyukseskan ini. Pada kesempatan ini, kita menyerahkan bantuan 3.850 bibit cabai merah yang nantinya dibudidayakan seluruh ASN,” katanya.

Baca Juga :  Pemkab Simalungun Hibah Tanah ke Kemenhub

Pihaknya juga menawarkan program bimbingan teknis, bagaimana program urban farming ini sesuai dengan kaidahnya. Bila diizinkan, pihaknya juga siap memberikan pengetahuan kepada ASN yang nantinya berpartisipasi dalam gerakan ini. “Besar harapan kami, kegiatan urban farming ini menjadi wujud komitmen Bank Indonesia terutama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dalam mewujudkan stabilitas harga,” kata Yuliansyah.

Pj Bupati Tapteng Yetti Sembiring mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap, ASN yang hadir dapat menjadi pelopor bagi warga lainnya agar bisa menanam cabai di pekarangan rumah masing-masing. “Ini adalah program nasional, bagaimana pemerintah hadir di tengah masyarakat. Memang nampak sederhana, tetapi jika dilakukan dengan serius, kita akan mampu mewujudkan ketahanan pangan secara mandiri,” kata Yetti. (rb)

iklan simalungun
iklan simalungun

Most Read

Artikel Terbaru

/