alexametrics
28.9 C
Medan
Thursday, October 6, 2022

Tarif Angkutan Penyeberangan Bakal Naik

MEDAN, METRODAILY – Dinas Perhubungan Sumatera Utara (Dishub) Sumut dan stakholder terkait membahas penyesuaian atau kenaikan tarif angkutan penyeberangan sungai, danau, dan laut di Sumut. Rapat yang diikuti perwakilan Biro Perekonomian dan Biro Hukum Setdaprov Sumut, perwakilan ASDP Indonesia, dan perwakilan operator kapal penyeberangan sungai dan danau, digelar di Kantor Dishub Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (20/9/2022).

Kadis Perhubungan Sumut Supriyanto, mengatakan naiknya harga BBM Subsidi membuat stakeholder di bidang angkutan penyeberangan menuntut adanya penyesuaian tarif.

“Sebagai gambarannya hasil rapat tadi, tarif batas bawah sampai dengan 20 persen kenaikannya. Batas atas tarif dasar sampai 30 persen,” ungkap Supriyanto kepada wartawan usai rapat.

Ia mengatakan hasil rapat ini belum bisa langsung diterapkan karena ada mekanisme yang harus dilakukan selanjutnya. Sehingga nantinya akan terbit Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumut terkait penyesuaian tarif kapal penyeberangan di Sumut.

“Rencana hasil rapat tadi tentang tarif angkutan penyeberangan, tapi belum bisa sampaikan. Tapi, semua ini masih gambarannya,” ucap Supriyanto.

Supriyanto mengakui belum bisa memberikan gambaran secara detail terkait besaran kenaikan tarif kapal penyeberangan di Sumut. Karena akan dibahas lebih lanjut kembali, sehingga diputuskan bersama dengan stakeholder terkait.

Baca Juga :  Jaringan Indosat Ooredoo Kencang hingga ke Pinggiran Kota

Supriyanto mengungkapkan penyesuaian tarif kapal penyeberangan mengacu pada regulasi dan peraturan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai pedoman untuk dibahas di tingkat provinsi.

“Tarif dasar ini, ada dari 2016 sampai hari ini. Sudah dikasih tahu (regulasi dan peraturan dari Kemenhub). Maka dari tarif dasar itu, naik sekitar 20 persen dan tarif batas atas itu, 30 persen,” ucap Supriyanto.

Supriyanto menambahkan, Dishub Sumut bukan sebagai pihak yang memutuskan penyesuaian tarif kapal penyeberangan. Namun, hasil keputusan bersama dalam rapat yang akan ditetapkan menjadi regulasi dan peraturan melalui penerbitan SK Gubernur.

“Hingga kita dapatlah angka seperti itu. Bukan Dishub Sumut yang mutuskan itu. Forum yang memutuskan dan hasil rapat. Dokumennya akan kita berikan ke Biro Hukum untuk dikaji lebih mendalam. Dishub hanya sampai di situ, setelah nanti Gubsu mengeluarkan SK,” ujar Supriyanto. (mbc)

MEDAN, METRODAILY – Dinas Perhubungan Sumatera Utara (Dishub) Sumut dan stakholder terkait membahas penyesuaian atau kenaikan tarif angkutan penyeberangan sungai, danau, dan laut di Sumut. Rapat yang diikuti perwakilan Biro Perekonomian dan Biro Hukum Setdaprov Sumut, perwakilan ASDP Indonesia, dan perwakilan operator kapal penyeberangan sungai dan danau, digelar di Kantor Dishub Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (20/9/2022).

Kadis Perhubungan Sumut Supriyanto, mengatakan naiknya harga BBM Subsidi membuat stakeholder di bidang angkutan penyeberangan menuntut adanya penyesuaian tarif.

“Sebagai gambarannya hasil rapat tadi, tarif batas bawah sampai dengan 20 persen kenaikannya. Batas atas tarif dasar sampai 30 persen,” ungkap Supriyanto kepada wartawan usai rapat.

Ia mengatakan hasil rapat ini belum bisa langsung diterapkan karena ada mekanisme yang harus dilakukan selanjutnya. Sehingga nantinya akan terbit Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumut terkait penyesuaian tarif kapal penyeberangan di Sumut.

“Rencana hasil rapat tadi tentang tarif angkutan penyeberangan, tapi belum bisa sampaikan. Tapi, semua ini masih gambarannya,” ucap Supriyanto.

Supriyanto mengakui belum bisa memberikan gambaran secara detail terkait besaran kenaikan tarif kapal penyeberangan di Sumut. Karena akan dibahas lebih lanjut kembali, sehingga diputuskan bersama dengan stakeholder terkait.

Baca Juga :  Bank Sumut Tanjungbalai Gelar Baksos dan Kompetisi Digital

Supriyanto mengungkapkan penyesuaian tarif kapal penyeberangan mengacu pada regulasi dan peraturan yang ditetapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai pedoman untuk dibahas di tingkat provinsi.

“Tarif dasar ini, ada dari 2016 sampai hari ini. Sudah dikasih tahu (regulasi dan peraturan dari Kemenhub). Maka dari tarif dasar itu, naik sekitar 20 persen dan tarif batas atas itu, 30 persen,” ucap Supriyanto.

Supriyanto menambahkan, Dishub Sumut bukan sebagai pihak yang memutuskan penyesuaian tarif kapal penyeberangan. Namun, hasil keputusan bersama dalam rapat yang akan ditetapkan menjadi regulasi dan peraturan melalui penerbitan SK Gubernur.

“Hingga kita dapatlah angka seperti itu. Bukan Dishub Sumut yang mutuskan itu. Forum yang memutuskan dan hasil rapat. Dokumennya akan kita berikan ke Biro Hukum untuk dikaji lebih mendalam. Dishub hanya sampai di situ, setelah nanti Gubsu mengeluarkan SK,” ujar Supriyanto. (mbc)

iklan simalungun
iklan simalungun

Most Read

Artikel Terbaru

/