alexametrics
28.9 C
Medan
Friday, August 19, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Siantar-Simalungun Coffee Festival 2022

Meracik dan Menikmati Kopi di Pinggiran Danau Toba

iklan-usi

PARAPAT, METRODAILY – Cuaca sejuk ditambah semilir angin terasa nikmat dengan menikmati secangkir kopi hangat. Apalagi, sambil menikmati keindahan Danau Toba. Hal itu bisa dilakukan di ajang Siantar-Simalungun Coffee Festival 2022 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, di outdoor Hotel Niagara Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sabtu (19/3/2022) dan Minggu (20/3/2022).

Siantar-Simalungun Coffee Festival 2022 dibuka Deputi Gubernur Bank Indonesia Doddy Budi Waluyo, Sabtu (19/3) yang ditandai penabuhan gondang.

Doddy Budi Waluyo dalam sambutannya mengatakan Siantar-Simalungun Coffee Festival 2022 yang digelar KPw BI Pematangsiantar merupakan kali kedua, setelah sebelumnya tahun 2021 lalu diadakan di Kota Pematangsiantar. Ke depan, katanya, Coffee Festival oleh KPw BI Pematangsiantar harus lebih besar lagi. Bila perlu mencakup tingkat nasional.

Menurut Doddy, Siantar-Simalungun Coffee Festival merupakan pertemuan antara petani kopi, buyers (eksportir), dan para barista.
“Kita harus mendudukkan kopi sebagai sektor unggulan ekonomi daerah. Kopi Sumut sudah menyumbang 25-30 persen komoditi ekspor nasional,” terangnya.

Masih kata Doddy, BI berkomitmen membina dan mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang saat ini Sebagian di antaranya merupakan UMKM kopi.

Doddy menambahkan, kopi asal Indonesia selalu diincar para delegasi luar negeri. Penyajian kopi, katanya, sebaiknya juga dilengkapi telling story tentang kopi itu sendiri.

“Jadi selain branding, telling story kopi juga termasuk penting,” tukasnya.

Yang terpenting, lanjutnya, harus tetap memerhatikan Net-Zero Emission atau ekonomi hijau yang saat ini menjadi isu global. Apalagi, sepanjang tahun ini Indonesia menjadi Presidensi G20.

Sebelumnya, Kepala KPw BI Pematangsiantar dalam laporannya menerangkan Sumatera Utara (Sumut) memiliki potensi besar di sektor tanaman kopi. Jumlah luas tanaman kopi di wilayah Sumut saat ini mencapai 95,4 Ha, dengan kemampuan produksi mencapai 76,5 ribu ton. Sejauh ini, kopi Sumut telah diekspor ke berbagai negara, di antaranya Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman.

Diterangkan Munandar, di wilayah kerja KPw BI Pematangsiantar, kopi menjadi salah satu komoditas andalan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, industri kopi tersebut masih belum mature dan menghadapi tantangan, dari hulu di tingkat petani, hingga ke hilir di tingkat pengolah kopi dan barista.

Baca Juga :  Martin Manurung Bagikan 500 Paket Sembako

“Karenanya, diperlukan action plan pengembangan komoditas kopi secara terintegrasi, dari hulu ke hilir, agar pengembangan komoditas kopi dapat berjalan optimal. Salah satunya melalui penyelenggaraan event seperti festival kopi,” terangnya.

Munandar mengatakan, Festival Kopi Siantar-Simalungun merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh BI Pematangsiantar sejak tahun 2021. Tahun ini, cakupan acara diperluas, tidak hanya meliputi Barista Competition, Talkshow, dan Cupping Coffee. Namun juga Business Matching Coffee serta Post event atau Sertifikasi Barista.

Juga ada Showcasing produk UMKM lokal sub sektor Kuliner, Kerajinan, dan Fashion dalam rangka mempromosikan dan meningkatkan transaksi pembelian produk lokal, serta percepatan siklus ekonomi lokal melalui belanja produk lokal.

Diharapkan Festival Kopi tersebut dapat berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi dan memperluas pemasaran para pegiat kopi hingga pasar ekspor, serta menggerakkan kembali sektor pariwisata yang masih belum pulih sejak pandemi Covid-19.

Siantar-Simalungun Coffee Festival diikuti 30 peserta kompetisi barista-Signature Drink, 30 peserta kompetisi barista-Latte Art, dan Lomba Fotografi yang melalui proses seleksi lebih dari 100 pendaftar. Para peserta berasal dari berbagai wilayah di Sumut.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah diwakili Staf Ahli Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset, dan SDA Agus Tripriyono mengatakan Pemprovsu mengapresiasi BI yang menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan daya saing petani kopi.
Kopi Sumut, lanjutnya, telah menjadi primadona ekspor, Sehingga petani kopi harus memacu guna meningkatkan produk kopi dan nilai ekspor menjadi lebih baik lagi.

Usai pembukaan festival, dlanjutkan dengan penandatanganan MoU Bussiness Matching oleh Buyers/Eksportir dengan UMKM petani kopi. Kemudian, Deputi Gubernur BI didampingi Kepala KPw BI Pematangsiantar dan tamu undangan mengunjungi sejumlah stand UMKM binaan KPw BI Pematangsiantar. Di antaranya Keripik Tempe Bilqis, Sambal Pelakor, Rupala, LKP Anugerah, dan lainnya.

Kali Pertama ke Danau Toba

Deputi Gubernur BI Doddy Budi Waluyo kepada wartawan mengaku baru kali ini mengunjungi Danau Toba. Baginya, Danau Toba sangat indah dan sangat cocok menjadi destinasi wisata super prioritas. (awa)

PARAPAT, METRODAILY – Cuaca sejuk ditambah semilir angin terasa nikmat dengan menikmati secangkir kopi hangat. Apalagi, sambil menikmati keindahan Danau Toba. Hal itu bisa dilakukan di ajang Siantar-Simalungun Coffee Festival 2022 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, di outdoor Hotel Niagara Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sabtu (19/3/2022) dan Minggu (20/3/2022).

Siantar-Simalungun Coffee Festival 2022 dibuka Deputi Gubernur Bank Indonesia Doddy Budi Waluyo, Sabtu (19/3) yang ditandai penabuhan gondang.

Doddy Budi Waluyo dalam sambutannya mengatakan Siantar-Simalungun Coffee Festival 2022 yang digelar KPw BI Pematangsiantar merupakan kali kedua, setelah sebelumnya tahun 2021 lalu diadakan di Kota Pematangsiantar. Ke depan, katanya, Coffee Festival oleh KPw BI Pematangsiantar harus lebih besar lagi. Bila perlu mencakup tingkat nasional.

Menurut Doddy, Siantar-Simalungun Coffee Festival merupakan pertemuan antara petani kopi, buyers (eksportir), dan para barista.
“Kita harus mendudukkan kopi sebagai sektor unggulan ekonomi daerah. Kopi Sumut sudah menyumbang 25-30 persen komoditi ekspor nasional,” terangnya.

Masih kata Doddy, BI berkomitmen membina dan mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang saat ini Sebagian di antaranya merupakan UMKM kopi.

Doddy menambahkan, kopi asal Indonesia selalu diincar para delegasi luar negeri. Penyajian kopi, katanya, sebaiknya juga dilengkapi telling story tentang kopi itu sendiri.

“Jadi selain branding, telling story kopi juga termasuk penting,” tukasnya.

Yang terpenting, lanjutnya, harus tetap memerhatikan Net-Zero Emission atau ekonomi hijau yang saat ini menjadi isu global. Apalagi, sepanjang tahun ini Indonesia menjadi Presidensi G20.

Sebelumnya, Kepala KPw BI Pematangsiantar dalam laporannya menerangkan Sumatera Utara (Sumut) memiliki potensi besar di sektor tanaman kopi. Jumlah luas tanaman kopi di wilayah Sumut saat ini mencapai 95,4 Ha, dengan kemampuan produksi mencapai 76,5 ribu ton. Sejauh ini, kopi Sumut telah diekspor ke berbagai negara, di antaranya Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman.

Diterangkan Munandar, di wilayah kerja KPw BI Pematangsiantar, kopi menjadi salah satu komoditas andalan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, industri kopi tersebut masih belum mature dan menghadapi tantangan, dari hulu di tingkat petani, hingga ke hilir di tingkat pengolah kopi dan barista.

Baca Juga :  Tol Tebingtinggi-Parapat Selesai Tahun Ini

“Karenanya, diperlukan action plan pengembangan komoditas kopi secara terintegrasi, dari hulu ke hilir, agar pengembangan komoditas kopi dapat berjalan optimal. Salah satunya melalui penyelenggaraan event seperti festival kopi,” terangnya.

Munandar mengatakan, Festival Kopi Siantar-Simalungun merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh BI Pematangsiantar sejak tahun 2021. Tahun ini, cakupan acara diperluas, tidak hanya meliputi Barista Competition, Talkshow, dan Cupping Coffee. Namun juga Business Matching Coffee serta Post event atau Sertifikasi Barista.

Juga ada Showcasing produk UMKM lokal sub sektor Kuliner, Kerajinan, dan Fashion dalam rangka mempromosikan dan meningkatkan transaksi pembelian produk lokal, serta percepatan siklus ekonomi lokal melalui belanja produk lokal.

Diharapkan Festival Kopi tersebut dapat berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi dan memperluas pemasaran para pegiat kopi hingga pasar ekspor, serta menggerakkan kembali sektor pariwisata yang masih belum pulih sejak pandemi Covid-19.

Siantar-Simalungun Coffee Festival diikuti 30 peserta kompetisi barista-Signature Drink, 30 peserta kompetisi barista-Latte Art, dan Lomba Fotografi yang melalui proses seleksi lebih dari 100 pendaftar. Para peserta berasal dari berbagai wilayah di Sumut.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah diwakili Staf Ahli Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset, dan SDA Agus Tripriyono mengatakan Pemprovsu mengapresiasi BI yang menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan daya saing petani kopi.
Kopi Sumut, lanjutnya, telah menjadi primadona ekspor, Sehingga petani kopi harus memacu guna meningkatkan produk kopi dan nilai ekspor menjadi lebih baik lagi.

Usai pembukaan festival, dlanjutkan dengan penandatanganan MoU Bussiness Matching oleh Buyers/Eksportir dengan UMKM petani kopi. Kemudian, Deputi Gubernur BI didampingi Kepala KPw BI Pematangsiantar dan tamu undangan mengunjungi sejumlah stand UMKM binaan KPw BI Pematangsiantar. Di antaranya Keripik Tempe Bilqis, Sambal Pelakor, Rupala, LKP Anugerah, dan lainnya.

Kali Pertama ke Danau Toba

Deputi Gubernur BI Doddy Budi Waluyo kepada wartawan mengaku baru kali ini mengunjungi Danau Toba. Baginya, Danau Toba sangat indah dan sangat cocok menjadi destinasi wisata super prioritas. (awa)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/