alexametrics
25 C
Medan
Wednesday, August 17, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Panen Perdana Talas Beneng di Tanah Jawa, Daun, Batang, dan Umbi Bernilai Ekonomi

iklan-usi

SIMALUNGUN, METRODAILY.id – Karang Taruna Kabupaten Simalungun memperkenalkan Talas Beneng melalui panen perdana di Nagori Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, Jumat (17/12). Talas Beneng ini layak dibudidayakan, karena seluruh bagian tumbuhannya bernilai ekonomis, baik daun, batang, maupung umbinya.

Ketua Karang Taruna Simalungun, Bonauli Rajagukguk mengatakan, Talas Beneng memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk ketahanan pangan dan pemanfaatan lahan, katanya, Talas Beneng termasuk salah satu produk unggulan di pandemi Covid-19.

Budidaya Talas Beneng di Kabupaten Simalungun, digagas Karang Taruna Kecamatan Tanah Jawa yang dimulai sejak empat bulan lalu. Bekerja sama dengan PT Pandawa Agro Sumatera, Talas Beneng diharapkan bisa menjadi salah satu produk unggulan di bidang pertanian.

“Karang Taruna Kabupaten Simalungun sebagai pemuda milineal siap bergabung meningkatkan ketahanan pangan, bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan berbagai potensi yang mampu mendongkrak peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bona Uli.

Perwakilan dari PT Pandawa Agro Sumatera, Ustad Haris Ashadi menjelaskan, potensi Talas Beneng sangat tinggi karena kapasitas produksi yang tinggi, relatif tahan hama dan penyakit dibandingkan talas lainnya.

Baca Juga :  Mendag: Pemerintah Dorong Bisnis Waralaba untuk Majukan Perekonomian

Talas Beneng, lanjutnya, bernilai ekonomis dan sangat menjanjikan bagi petani, mulai daun, batang, hingga umbi. “Untuk daun dihargai Rp1.000 dan batang dengan kondisi basah Rp300. Daun dan batang yang sudah tua bisa dipanen setiap bulannya. Namun untuk umbi, dipanen setelah talas berusia dua tahun,” jelasnya.

Ketua PAC Karang Taruna Kecamatan Tanah Jawa, Sanggam Manik mengatakan, pihaknya memiliki gagasan untuk membudidayakan tanaman Talas Beneng karena memiliki potensi sangat tinggi.

“Karena kapasitas produksi yang tinggi, relatif tahan hama dan penyakit dibandingkan talas lainnya. Talas Beneng juga tidak terlalu membutuhkan perawatan, serta memiliki kandungan gizi yang cukup baik,” terangnya.

Kegiatan panen perdana dihadiri Ketua Karang Taruna Sumatera Utara Dedi Dermawan Milaya, Korda Karang Taruna Sumut Darma Putra Rangkuti, Kadis Sosial Simalungun, penyuluh pertanian, Camat Tanah Jawa Farolan Sidauruk, Pangulu Nagori Tanjung Pasir, Pangulu Nagori Maligas Tongah, Balimbingan, Jawa Tongah II, Panambean Marjanji, Jawa Maraja, dan lainnya, serta kader Karang Taruna se-Kabupaten Simalungun.

Menutup kegiatan panen perdana Talas Beneng, Karang Taruna Kabupaten Simalungun juga menggelar sarasehan dengan menghadirkan beberapa narasumber. (rel)

SIMALUNGUN, METRODAILY.id – Karang Taruna Kabupaten Simalungun memperkenalkan Talas Beneng melalui panen perdana di Nagori Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, Jumat (17/12). Talas Beneng ini layak dibudidayakan, karena seluruh bagian tumbuhannya bernilai ekonomis, baik daun, batang, maupung umbinya.

Ketua Karang Taruna Simalungun, Bonauli Rajagukguk mengatakan, Talas Beneng memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk ketahanan pangan dan pemanfaatan lahan, katanya, Talas Beneng termasuk salah satu produk unggulan di pandemi Covid-19.

Budidaya Talas Beneng di Kabupaten Simalungun, digagas Karang Taruna Kecamatan Tanah Jawa yang dimulai sejak empat bulan lalu. Bekerja sama dengan PT Pandawa Agro Sumatera, Talas Beneng diharapkan bisa menjadi salah satu produk unggulan di bidang pertanian.

“Karang Taruna Kabupaten Simalungun sebagai pemuda milineal siap bergabung meningkatkan ketahanan pangan, bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan berbagai potensi yang mampu mendongkrak peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bona Uli.

Perwakilan dari PT Pandawa Agro Sumatera, Ustad Haris Ashadi menjelaskan, potensi Talas Beneng sangat tinggi karena kapasitas produksi yang tinggi, relatif tahan hama dan penyakit dibandingkan talas lainnya.

Baca Juga :  Wow, FIFGROUP FEST Tebar Kejutan Promo dan Hadiah Menarik untuk Warga Sumut

Talas Beneng, lanjutnya, bernilai ekonomis dan sangat menjanjikan bagi petani, mulai daun, batang, hingga umbi. “Untuk daun dihargai Rp1.000 dan batang dengan kondisi basah Rp300. Daun dan batang yang sudah tua bisa dipanen setiap bulannya. Namun untuk umbi, dipanen setelah talas berusia dua tahun,” jelasnya.

Ketua PAC Karang Taruna Kecamatan Tanah Jawa, Sanggam Manik mengatakan, pihaknya memiliki gagasan untuk membudidayakan tanaman Talas Beneng karena memiliki potensi sangat tinggi.

“Karena kapasitas produksi yang tinggi, relatif tahan hama dan penyakit dibandingkan talas lainnya. Talas Beneng juga tidak terlalu membutuhkan perawatan, serta memiliki kandungan gizi yang cukup baik,” terangnya.

Kegiatan panen perdana dihadiri Ketua Karang Taruna Sumatera Utara Dedi Dermawan Milaya, Korda Karang Taruna Sumut Darma Putra Rangkuti, Kadis Sosial Simalungun, penyuluh pertanian, Camat Tanah Jawa Farolan Sidauruk, Pangulu Nagori Tanjung Pasir, Pangulu Nagori Maligas Tongah, Balimbingan, Jawa Tongah II, Panambean Marjanji, Jawa Maraja, dan lainnya, serta kader Karang Taruna se-Kabupaten Simalungun.

Menutup kegiatan panen perdana Talas Beneng, Karang Taruna Kabupaten Simalungun juga menggelar sarasehan dengan menghadirkan beberapa narasumber. (rel)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/