30.6 C
Medan
Monday, January 30, 2023

Ternak Babi Kena ASF, Disnakkan Humbahas Semprot Disinfektan

DOLOKSANGGUL, METRODAILY – Pasca ternak babi di Desa Mungkur Kecamatan Tarabintang diserang penyakit ASF (African Swine Fever), Pemkab Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, langsung melakukan tindakan.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Peternakan Perikanan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Parman Lumbangaol, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyemprotan disinfektan dan memberikan desinfektan.

Selain itu, melakukan pengobatan terhadap ternak sakit berupa pemberian antibiotik, anti radang, anti piretik dan vitamin. “Itu semua dibagikan kepada setiap Kepala Desa untuk dilakukan penyemprotan di setiap kandang ternak,” katanya, Selasa (17/1/2023).

Dikatakanya, kasus kematian ternak babi sudah berlangsung selama 1 minggu yang sebelumnya sudah terlebih dahulu terjangkit di Desa Sitanduk dan Simbara, Kecamatan Tarabintang.

Sesuai dengan pemeriksaan klinis, lanjut dia, diduga kematian ternak babi diakibatkan serangan penyakit ASF.

Baca Juga :  Orang Berduit Jangan Beli Bahan Pokok Berlebihan

“ASF adalah penyakit pada babi yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100 persen. Dan, dapat mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar,” tambahnya.

Menurut dia, berdasarkan pengamatan dilapangan dan informasi dari masyarakat, bahwa penyebaran penyakit disebabkan lalulintas ternak masuk dan penanganan bangkai ternak yang tidak baik.

“Mengantispasi semakin merebaknya kasus kematian babi itu, kita sudah mengambil tindakan,” ujarnya.

Agar tidak semakin merebak, lanjut dia, pihaknya sudah melakukan penghijauan kepada masyarakat, agar mengubur langsung ternak yang sudah mati.

Serta, tidak melakukan pembuangan bangkai ternak ke sungai. “Apalagi melakukan pemotongan untuk dibagi-bagi,” tambahnya.

Ke depannya, sambung dia, pihaknya akan melakukan penyemprotan disinfektan dan pengobatan ternak. “Dalam waktu dekat, bekerja sama dengan pemerintah desa dan kecamatan,” katanya. (gam)

DOLOKSANGGUL, METRODAILY – Pasca ternak babi di Desa Mungkur Kecamatan Tarabintang diserang penyakit ASF (African Swine Fever), Pemkab Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, langsung melakukan tindakan.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Peternakan Perikanan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) Parman Lumbangaol, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyemprotan disinfektan dan memberikan desinfektan.

Selain itu, melakukan pengobatan terhadap ternak sakit berupa pemberian antibiotik, anti radang, anti piretik dan vitamin. “Itu semua dibagikan kepada setiap Kepala Desa untuk dilakukan penyemprotan di setiap kandang ternak,” katanya, Selasa (17/1/2023).

Dikatakanya, kasus kematian ternak babi sudah berlangsung selama 1 minggu yang sebelumnya sudah terlebih dahulu terjangkit di Desa Sitanduk dan Simbara, Kecamatan Tarabintang.

Sesuai dengan pemeriksaan klinis, lanjut dia, diduga kematian ternak babi diakibatkan serangan penyakit ASF.

Baca Juga :  Daging Babi Terjangkit ASF Aman Dikonsumsi

“ASF adalah penyakit pada babi yang sangat menular dan dapat menyebabkan kematian pada babi hingga 100 persen. Dan, dapat mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat besar,” tambahnya.

Menurut dia, berdasarkan pengamatan dilapangan dan informasi dari masyarakat, bahwa penyebaran penyakit disebabkan lalulintas ternak masuk dan penanganan bangkai ternak yang tidak baik.

“Mengantispasi semakin merebaknya kasus kematian babi itu, kita sudah mengambil tindakan,” ujarnya.

Agar tidak semakin merebak, lanjut dia, pihaknya sudah melakukan penghijauan kepada masyarakat, agar mengubur langsung ternak yang sudah mati.

Serta, tidak melakukan pembuangan bangkai ternak ke sungai. “Apalagi melakukan pemotongan untuk dibagi-bagi,” tambahnya.

Ke depannya, sambung dia, pihaknya akan melakukan penyemprotan disinfektan dan pengobatan ternak. “Dalam waktu dekat, bekerja sama dengan pemerintah desa dan kecamatan,” katanya. (gam)

Most Read

Artikel Terbaru

/