alexametrics
28.9 C
Medan
Thursday, October 6, 2022

Jamsostek Sidimpuan-Kejari Tapsel Teken Perpanjangan MoU 

Penunggak dan Badan Usaha tanpa Jamsostek Dibidik

SIDEMPUAN, METRODAILY – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapanuli Selatan bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Padang Sidimpuan bakal membidik dan menempuh jalur hukum bagi perusahaan yang dinilai kerap mengabaikan kewajiban Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek), sebagaimana diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Badan Usaha diwajibkan untuk patuh mendaftarkan tenaga kerja dalam program jamsostek dan membayarkan iuran kepada kantor BPJS Ketenagakerjaan.

Apabila terbukti tidak patuh maka dapat dikenakan sanksi berupa sanksi administrasi dan sanksi pidana.

Sanksi administrasi dimulai dari yang paling rendah berupa teguran tertulis, sanksi denda, hingga sanksi tidak mendapatkan pelayanan publik tertentu atau TMP2T.

Sementara sanksi pidananya berupa penjara maksimal 8 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Pada 12 Kabupaten Kota (Tabagsel, Tabagteng dan Kepulauan Nias) yang merupakan daerah operasional BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Padang Sidempuan, kerap ditemukan pelanggaran Jamsostek.

Pelanggaran berupa tidak mendaftarkan seluruh atau sebagian karyawan jadi peserta Jamsostek.

Lantaran tidak melaporkan jumlah tenaga kerja secara benar, tidak membayar kewajiban iuran tepat waktu, melaporkan upah namun tidak sesuai dengan penghasilan, mendaftar tetapi hanya sebagian program, berpotensi bidikan kejaksaan.

“Wanprestasi dan pelanggaran ini dapat bermuara kepada penegakan hukum. Kami himbau agar pemberi kerja mematuhi peraturan jamsostek sebagaimana ketentuan yang berlaku,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan Antoni Setiawan, S.H., M.H didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Padang Sidimpuan Dr. Sanco Simanullang, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng selepas penandatangan perpanjangan Perjanjian Kerjasama (Memorandum of Understanding) dengan Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan.

Dihadiri Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Puryama Harefa, S.H., petugas Pengawasan dan Pemeriksa Jamsostek Sidimpuan Muhammad Faisal Rizky, dan petugas Pemasaran Apri Tantri Hutagaol, kegiatan dilakukan dikantor Kejari Tapsel di Sipirok, Senin (15/08/2022) sebagaimana keterangan tertulisnya, Selasa (16/08/2022).

Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan Antoni Setiawan, S.H., M.H mengutarakan tugas dan wewenang kejaksaan yaitu melakukan penegakan hukum, bantuan hukum, pelayanan hukum, pertimbangan hukum, dan tindakan hukum lainnya.

“Guna menyelamatkan kekayaan negara dan menegakkan kewibawaan pemerintah berdasarkan peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Jaksa Agung RI terutama Instansi pemerintah dan Negara dan BUMN/BUMD. Kita siap,” tandas Antoni.

Antoni mengungapkan, pihaknya menyambut baik perpanjangan kerjasama MoU Jamsostek, dan akan menindaklanjuti pengawasan dan kepatuhan perusahaan dalam membayar iuran dan kewajiban pendaftaran guna terlaksananya program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Tugas itu merupakan bagian penegakan hukum sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Kami berkomitmen untuk optimalisasi perlindungan pekerja dalam BPJS Ketenagakerjaan,” imbuh Kejari Tapsel.

Baca Juga :  Bane: Lindungi Kekayaan Intelektual untuk Kemerdekaan Finansial

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Padang Sidempuan, Sanco Simanullang, mengungkapkan BPJS Ketenagakerjaan merupakan Badan Hukum Publik yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang bertugas menyelenggarakan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Kerjasama dengan Kejaksaan, sebut Sanco, karena Kejaksaan memiliki kedudukan menjalankan tugas dan kewenangan dalam bidang perdata dan tata usaha negara serta tugas dan fungsi lainnya berdasarkan Undang-Undang.

”MoU ini untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi dalam bidang perdata dan tata usaha negara dan juga untuk meningkatkan efektifitas penanganan dan/atau penyelesaian masalah hukum dalam bidang perdata dan tata usaha negara, baik di dalam maupun di luar pengadilan terutama kasus pelanggaran jamsostek,” tambahnya.

Pemberian Bantuan Hukum oleh Jaksa Pengacara Negara (JPN) dalam perkara perdata maupun tata usaha negara, beber Sanco, adalah untuk mewakili BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan Surat Kuasa Khusus (SKK), baik sebagai Penggugat maupun sebagai Tergugat yang dilakukan secara litigasi maupun non litigasi.

Badan Usaha Tunggak Iuran Jamsostek

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Padang Sidempuan Sanco Simanullang melalui Petugas Pengawasan dan Pemeriksa, M Faisal Rizky mengungkapkan sebanyak 53 Pemberi Kerja Badan Usaha menunggak iuran jamostek dengan total tunggakan iuran senilai Rp546.145.079.

“13 Badan Usaha di antaranya berada di Kabupaten Tapanuli Selatan dengan nilai tunggakan sebesar Rp 102.897.635,” pungkas Rizky.

Ditambahkan, secara perdata diimbau agar perusahaan dimaksud dapat secara sadar dan sukarela melunasi kewajiban tunggakan.

Sedangkan sanksi pidana, dapat menjerat perusahaan lantaran tidak melaksanakan tanggung jawab dalam membayar iuran jaminan sosial tenaga kerja bagi pekerjanya.

Berdasarakan Pasal 55 Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, menegaskan Pemberi Kerja yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada Pasal 19 ayat (1) yang berbunyi Pemberi Kerja wajib memungut Iuran yang menjadi beban Peserta dari Pekerjanya dan menyetorkannya kepada BPJS dan ayat (2) yang berbunyi Pemberi Kerja wajib membayar dan menyetor Iuran yang menjadi tanggung jawabnya kepada BPJS dapat di dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

“Namun kita akan terus mengedepankan persuasi dan non litigasi , dengan harapan Pemberi Kerja berkenan menyelesaikan tunggakan iuran jamsostek,” tutup Rizky. (rel)

SIDEMPUAN, METRODAILY – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tapanuli Selatan bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Padang Sidimpuan bakal membidik dan menempuh jalur hukum bagi perusahaan yang dinilai kerap mengabaikan kewajiban Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek), sebagaimana diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Badan Usaha diwajibkan untuk patuh mendaftarkan tenaga kerja dalam program jamsostek dan membayarkan iuran kepada kantor BPJS Ketenagakerjaan.

Apabila terbukti tidak patuh maka dapat dikenakan sanksi berupa sanksi administrasi dan sanksi pidana.

Sanksi administrasi dimulai dari yang paling rendah berupa teguran tertulis, sanksi denda, hingga sanksi tidak mendapatkan pelayanan publik tertentu atau TMP2T.

Sementara sanksi pidananya berupa penjara maksimal 8 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Pada 12 Kabupaten Kota (Tabagsel, Tabagteng dan Kepulauan Nias) yang merupakan daerah operasional BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Padang Sidempuan, kerap ditemukan pelanggaran Jamsostek.

Pelanggaran berupa tidak mendaftarkan seluruh atau sebagian karyawan jadi peserta Jamsostek.

Lantaran tidak melaporkan jumlah tenaga kerja secara benar, tidak membayar kewajiban iuran tepat waktu, melaporkan upah namun tidak sesuai dengan penghasilan, mendaftar tetapi hanya sebagian program, berpotensi bidikan kejaksaan.

“Wanprestasi dan pelanggaran ini dapat bermuara kepada penegakan hukum. Kami himbau agar pemberi kerja mematuhi peraturan jamsostek sebagaimana ketentuan yang berlaku,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan Antoni Setiawan, S.H., M.H didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Padang Sidimpuan Dr. Sanco Simanullang, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng selepas penandatangan perpanjangan Perjanjian Kerjasama (Memorandum of Understanding) dengan Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan.

Dihadiri Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Puryama Harefa, S.H., petugas Pengawasan dan Pemeriksa Jamsostek Sidimpuan Muhammad Faisal Rizky, dan petugas Pemasaran Apri Tantri Hutagaol, kegiatan dilakukan dikantor Kejari Tapsel di Sipirok, Senin (15/08/2022) sebagaimana keterangan tertulisnya, Selasa (16/08/2022).

Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan Antoni Setiawan, S.H., M.H mengutarakan tugas dan wewenang kejaksaan yaitu melakukan penegakan hukum, bantuan hukum, pelayanan hukum, pertimbangan hukum, dan tindakan hukum lainnya.

“Guna menyelamatkan kekayaan negara dan menegakkan kewibawaan pemerintah berdasarkan peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Jaksa Agung RI terutama Instansi pemerintah dan Negara dan BUMN/BUMD. Kita siap,” tandas Antoni.

Antoni mengungapkan, pihaknya menyambut baik perpanjangan kerjasama MoU Jamsostek, dan akan menindaklanjuti pengawasan dan kepatuhan perusahaan dalam membayar iuran dan kewajiban pendaftaran guna terlaksananya program jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Tugas itu merupakan bagian penegakan hukum sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Kami berkomitmen untuk optimalisasi perlindungan pekerja dalam BPJS Ketenagakerjaan,” imbuh Kejari Tapsel.

Baca Juga :  Jamsostek Sidempuan Siap Gelontorkan JHT bagi 12.945 Naker

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Padang Sidempuan, Sanco Simanullang, mengungkapkan BPJS Ketenagakerjaan merupakan Badan Hukum Publik yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang bertugas menyelenggarakan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Kerjasama dengan Kejaksaan, sebut Sanco, karena Kejaksaan memiliki kedudukan menjalankan tugas dan kewenangan dalam bidang perdata dan tata usaha negara serta tugas dan fungsi lainnya berdasarkan Undang-Undang.

”MoU ini untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi dalam bidang perdata dan tata usaha negara dan juga untuk meningkatkan efektifitas penanganan dan/atau penyelesaian masalah hukum dalam bidang perdata dan tata usaha negara, baik di dalam maupun di luar pengadilan terutama kasus pelanggaran jamsostek,” tambahnya.

Pemberian Bantuan Hukum oleh Jaksa Pengacara Negara (JPN) dalam perkara perdata maupun tata usaha negara, beber Sanco, adalah untuk mewakili BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan Surat Kuasa Khusus (SKK), baik sebagai Penggugat maupun sebagai Tergugat yang dilakukan secara litigasi maupun non litigasi.

Badan Usaha Tunggak Iuran Jamsostek

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Padang Sidempuan Sanco Simanullang melalui Petugas Pengawasan dan Pemeriksa, M Faisal Rizky mengungkapkan sebanyak 53 Pemberi Kerja Badan Usaha menunggak iuran jamostek dengan total tunggakan iuran senilai Rp546.145.079.

“13 Badan Usaha di antaranya berada di Kabupaten Tapanuli Selatan dengan nilai tunggakan sebesar Rp 102.897.635,” pungkas Rizky.

Ditambahkan, secara perdata diimbau agar perusahaan dimaksud dapat secara sadar dan sukarela melunasi kewajiban tunggakan.

Sedangkan sanksi pidana, dapat menjerat perusahaan lantaran tidak melaksanakan tanggung jawab dalam membayar iuran jaminan sosial tenaga kerja bagi pekerjanya.

Berdasarakan Pasal 55 Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, menegaskan Pemberi Kerja yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud pada Pasal 19 ayat (1) yang berbunyi Pemberi Kerja wajib memungut Iuran yang menjadi beban Peserta dari Pekerjanya dan menyetorkannya kepada BPJS dan ayat (2) yang berbunyi Pemberi Kerja wajib membayar dan menyetor Iuran yang menjadi tanggung jawabnya kepada BPJS dapat di dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

“Namun kita akan terus mengedepankan persuasi dan non litigasi , dengan harapan Pemberi Kerja berkenan menyelesaikan tunggakan iuran jamsostek,” tutup Rizky. (rel)

iklan simalungun
iklan simalungun

Most Read

Artikel Terbaru

/