alexametrics
25.6 C
Medan
Tuesday, August 16, 2022

iklanpemko
iklanpemko

14.927 Hewan Ternak di Sumut Terpapar

Siantar-Simalungun Zona Merah PMK

iklan-usi

MEDAN, METRODAILY – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Provinsi Sumatera Utara (PMK) masih terjadi. Data perkembangan PMK pada hewan ternak di Sumut hingga Rabu (13/7/2022) tersebar di 358 desa, 119 kecamatan di 23 kabupaten/kota di Sumut.

Ada 20 kabupaten/kota di Sumut yang masuk zona merah PMK, 3 zona kuning, dan 10 zona hijau. Untuk Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun saat ini masuk zona merah.

Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Azhar Harahap dalam Rakor Penanganan PMK Sumut, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Rabu (13/7/2022) sore mengatakan, terdapat 14.927 ekor ternak terpapar PMK di Sumut.

Sebanyak 7.015 ekor hewan ternak yang sakit, sembuh 7.854 ekor, dan yang dipotong paksa 41 ekor. Sedangkan jumlah ternak yang mati 17 ekor.

Kabupaten/kota di Sumut masuk zona merah PMK yaitu Batubara (5.619); Deliserdang (2.198); Serdangbedagai (2.139); Langkat (1.4070; Simalungun (1.382); Asahan 1.155; Medan (176); Pematangsiantar (174); Karo (125); Tapanuli Tengah (122); Padang Lawas Utara (88); Padangsidimpuan (73); Toba (45); Tapanuli Selatan (44); Mandailing Natal (37); Binjai (28); Labuhanbatu Utara (14); Padang Lawas (14); Tebing tinggi (8); dan Tanjungbalai (6).

Untuk zona kuning yakni: Labuhanbatu Selatan (42); Tapanuli Utara (16); dan Labuhanbatu (15).

Sedangkan zona hijau meliputi Humbang Hasundutan; Samosir; Pakpak Bharat; Dairi; Sibolga; Gunungsitoli; Nias; Nias Selatan; dan Nias Barat; Nias Utara

Untuk memutus rantai penyebaran PMK, kata Azhar, Pemprov Sumut bersama TNI-Polri dan pihak terkait lainnya melakukan pengetatan di pintu-pintu masuk perbatasan Sumut.

Baca Juga :  Asian Agri Latih Petani Sawit soal Sertifikat ISPO

“Kita sudah mulai melakukan pengetatan di perbatasan, bekerja sama dengan TNI, Polri, Satpol PP, dan lainnya di pintu-pintu masuk Sumut,” ungkap Azhar.

Selain itu perbatasan antarkabupaten/kota, juga dilakukan pengetatan. Hewan ternak dari zona merah dan kuning dilarang dibawa ke zona hijau. Hanya hewan ternak dari zona hijau yang diperbolehkan menuju zona merah dan kuning.

“Dengan mewajibkan surat keterangan kesehatan hewan ternak,” kata Azhar.

Untuk vaksinasi PMK ternak, lanjut Azhar, pada tahap awal, sebanyak 1.600 vaksin sudah disebar ke tujuh kabupaten/kota yang dianggap sangat memerlukan. Dilanjutkan dengan vaksinasi serentak yang dilakukan 14-20 Juli 2022.

Alokasi vaksin di kabupaten/kota di antaranya Deliserdang 800 vaksin, Langkat 600 vaksin, Karo 600 vaksin, Batubara 400 vaksin, Asahan 400 vaksin, dan Labuhanbatu 400 vaksin, Padanglawas 400 vaksin, dan kabupaten lainnya.

“Sebanyak 10 ribu vaksin ini dalam seminggu selesai kita suntikkan pada ternak yang sehat di Sumut,” kata Azhar.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan Aset dan Sumber Daya Alam, Agus Tripriyono, mengharapkan adanya regulasi mengenai penentuan harga obat-obatan untuk hewan terjangkit PMK.

“Ada harga eceran tertinggi untuk obat-obatan. Harus ada regulasi sehingga tidak ada oknum yang menaikkan harga obat yang tinggi,” kata Agus.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Poldasu Kombes Pol John Charles Edison Nababan, menyampaikan pihaknya akan terus mendukung penanganan PMK di Sumut. Khususnya di bidang pengetatan lalu-lintas ternak, vaksinasi, dan pengamanan lainnya. (rel)

MEDAN, METRODAILY – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Provinsi Sumatera Utara (PMK) masih terjadi. Data perkembangan PMK pada hewan ternak di Sumut hingga Rabu (13/7/2022) tersebar di 358 desa, 119 kecamatan di 23 kabupaten/kota di Sumut.

Ada 20 kabupaten/kota di Sumut yang masuk zona merah PMK, 3 zona kuning, dan 10 zona hijau. Untuk Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun saat ini masuk zona merah.

Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Azhar Harahap dalam Rakor Penanganan PMK Sumut, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubsu, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Rabu (13/7/2022) sore mengatakan, terdapat 14.927 ekor ternak terpapar PMK di Sumut.

Sebanyak 7.015 ekor hewan ternak yang sakit, sembuh 7.854 ekor, dan yang dipotong paksa 41 ekor. Sedangkan jumlah ternak yang mati 17 ekor.

Kabupaten/kota di Sumut masuk zona merah PMK yaitu Batubara (5.619); Deliserdang (2.198); Serdangbedagai (2.139); Langkat (1.4070; Simalungun (1.382); Asahan 1.155; Medan (176); Pematangsiantar (174); Karo (125); Tapanuli Tengah (122); Padang Lawas Utara (88); Padangsidimpuan (73); Toba (45); Tapanuli Selatan (44); Mandailing Natal (37); Binjai (28); Labuhanbatu Utara (14); Padang Lawas (14); Tebing tinggi (8); dan Tanjungbalai (6).

Untuk zona kuning yakni: Labuhanbatu Selatan (42); Tapanuli Utara (16); dan Labuhanbatu (15).

Sedangkan zona hijau meliputi Humbang Hasundutan; Samosir; Pakpak Bharat; Dairi; Sibolga; Gunungsitoli; Nias; Nias Selatan; dan Nias Barat; Nias Utara

Untuk memutus rantai penyebaran PMK, kata Azhar, Pemprov Sumut bersama TNI-Polri dan pihak terkait lainnya melakukan pengetatan di pintu-pintu masuk perbatasan Sumut.

Baca Juga :  BPS Sumut Gelar Sensus Penduduk 15 Mei-30 Juni

“Kita sudah mulai melakukan pengetatan di perbatasan, bekerja sama dengan TNI, Polri, Satpol PP, dan lainnya di pintu-pintu masuk Sumut,” ungkap Azhar.

Selain itu perbatasan antarkabupaten/kota, juga dilakukan pengetatan. Hewan ternak dari zona merah dan kuning dilarang dibawa ke zona hijau. Hanya hewan ternak dari zona hijau yang diperbolehkan menuju zona merah dan kuning.

“Dengan mewajibkan surat keterangan kesehatan hewan ternak,” kata Azhar.

Untuk vaksinasi PMK ternak, lanjut Azhar, pada tahap awal, sebanyak 1.600 vaksin sudah disebar ke tujuh kabupaten/kota yang dianggap sangat memerlukan. Dilanjutkan dengan vaksinasi serentak yang dilakukan 14-20 Juli 2022.

Alokasi vaksin di kabupaten/kota di antaranya Deliserdang 800 vaksin, Langkat 600 vaksin, Karo 600 vaksin, Batubara 400 vaksin, Asahan 400 vaksin, dan Labuhanbatu 400 vaksin, Padanglawas 400 vaksin, dan kabupaten lainnya.

“Sebanyak 10 ribu vaksin ini dalam seminggu selesai kita suntikkan pada ternak yang sehat di Sumut,” kata Azhar.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan Aset dan Sumber Daya Alam, Agus Tripriyono, mengharapkan adanya regulasi mengenai penentuan harga obat-obatan untuk hewan terjangkit PMK.

“Ada harga eceran tertinggi untuk obat-obatan. Harus ada regulasi sehingga tidak ada oknum yang menaikkan harga obat yang tinggi,” kata Agus.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Poldasu Kombes Pol John Charles Edison Nababan, menyampaikan pihaknya akan terus mendukung penanganan PMK di Sumut. Khususnya di bidang pengetatan lalu-lintas ternak, vaksinasi, dan pengamanan lainnya. (rel)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/