alexametrics
27 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Order Live Streaming Ibadah & Nikah Naik Daun

iklan-usi

SIANTAR, METRODAILY.id – Larangan berkerumun selama 1,5 tahun masa pandemic Covid-19, membuat live streaming video untuk berbagai acara di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, naik daun. Permintaan meningkat, khususnya untuk acara adat pernikahan Batak, ibadah di gereja, acara adat saurmatua orangtua yang meninggal. Termasuk acara penabalan pendeta.

“Karena Covid-19, banyak orang tidak bisa bepergian ‘kan? Jadi saat ada yang menikah, sejumlah keluarga dari jauh tidak bisa ikut acara. Demikian juga saat ada orangtua yang meninggal, banyak yang tidak bisa ikut hadir. Nah, bagaimana caranya agar keluarga jauh tetap bisa mengikuti acara? Ya video live streaming jadi solusi,” kata pemilik Falanty Photo, Darma Ferdin Purba, kepada Metro Siantar, Sabtu (10/7).

Menurut pengusaha jasa dokumentasi foto, video dan live streaming video yang beralamat di Jalan SM Raja Nomor 158 A (depan Fakultas Hukum USI) ini, peningkatan permintaan mencapai 100 persen dibanding sebelum Covid-19.

“Sebelum pandemic, Falanty Photo sudah beberapa kali dapat order video live streaming dari sejumlah organisasi gereja. Seperti saat Sinode Bolon GKPS. Tetapi ya itu ‘kan paling lima tahun sekali. Trus ada satu dua order untuk acara pernikahan. Nah, di era pandemic inilah permintaan video live streaming meningkat, karena adanya larangan berkerumun mencegah penyebaran Covid,” jelasnya seraya tersenyum.

Sebagai pengusaha penyedia jasa foto dan video prawedding, wedding day, acara adat, wisada, pentas seni, dan sebagainya, menurut Darma Purba, permintaan untuk cinematic dan video live streaming di Siantar meningkat pesat sejak pandemi. “Apalagi pemain di Siantar masih bisa dihitung. Salahsatunya Falanty Photo,” jelasnya.

Adapun video cinematic pernikahan dipatok harga rata-rata Rp1,5 juta per acara. “Durasi videonya memang hanya hitungan menit. Tetapi kami harus mengambil gambar acara mulai dari pengantin berhias, acara gereja, acara adat, mangulosi, dan seterusnya hingga selesai. Setelah itu, video diedit hingga tinggal beberapa menit saja, tetapi seluruh acara tergambar seperti sebuah film,” ungkapnya.

Baca Juga :  5.600 Anggota Korpri Tapteng Ikut Jamsostek, Bupati Minta Jamsostek Beri Pelayanan Terbaik

Menurutnya harga itu standar saja, dan tidak terlalu mahal. “Kalau lebih murah dari situ, pasti hanya balik modal saja. Tidak ada untung,” ucapnya.

Darma Purba, pemilik Falanty Photo.
Darma Purba, pemilik Falanty Photo.

Sedangkan untuk video live streaming, ia menyebut harganya relative. Tetapi untuk paket lengkap, bisa dikenakan harga antara Rp10 juta-20 juta. Mulai dari penyediaan 4 kamera yang merekam berbagai sudut selama acara, tv layar datar di luar gedung untuk para tamu, hingga live streaming yang disiarkan melalui akun Facebook, Instagram, YouTube, dan medsos lainnya sesuai permintaan.

“Jadi live streamingnya bisa seharian, tergantung run down acara. Semua kita ikuti, kita videokan, dan kita streaming-kan. Keluarga yang jauh dan tidak bisa hadir secara tatap muka, tetap bisa mengikuti acara dari jauh. Ini sebagai salahsatu langkah mematuhi protocol kesehatan juga. Yakni menjauhi kerumunan,” katanya.

Jika mau paket lebih murah, juga tetap bisa dilayani. Tentu dengan mengurangi sejumlah service yang disediakan dalam paket lengkap.

Selain acara pernikahan dan acara adat orang tua meninggal (saur matua), menurutnya, Falanty Photo juga rutin mendapat order menggelar live streaming untuk acara ibadah gereja selama pandemi. “Jemaat ikuti sesi ibadah dari rumah saja,” katanya.

Maish di masa pandemi, dirinya juga beberapa kali menerima order live streaming untuk acara wisuda, yang digelar online, sebagai langkah mematuhi protocol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Juga acara Natal.

“Memang harga kita relative lebih tinggi dibanding pemain lain. Tetapi ada harga, ada kualitas lah. Falanty Photo punya alat-alat pendukung yang berkualitas,” katanya promosi.

Saat ini, Falanty Photo sedang merancang untuk terjun sebagai wedding organizer, dan juga membuat studio rekaman. Semua untuk melayani kebutuhan konsumen, yang semakin merambah ke era digitalisasi. (mea)

SIANTAR, METRODAILY.id – Larangan berkerumun selama 1,5 tahun masa pandemic Covid-19, membuat live streaming video untuk berbagai acara di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, naik daun. Permintaan meningkat, khususnya untuk acara adat pernikahan Batak, ibadah di gereja, acara adat saurmatua orangtua yang meninggal. Termasuk acara penabalan pendeta.

“Karena Covid-19, banyak orang tidak bisa bepergian ‘kan? Jadi saat ada yang menikah, sejumlah keluarga dari jauh tidak bisa ikut acara. Demikian juga saat ada orangtua yang meninggal, banyak yang tidak bisa ikut hadir. Nah, bagaimana caranya agar keluarga jauh tetap bisa mengikuti acara? Ya video live streaming jadi solusi,” kata pemilik Falanty Photo, Darma Ferdin Purba, kepada Metro Siantar, Sabtu (10/7).

Menurut pengusaha jasa dokumentasi foto, video dan live streaming video yang beralamat di Jalan SM Raja Nomor 158 A (depan Fakultas Hukum USI) ini, peningkatan permintaan mencapai 100 persen dibanding sebelum Covid-19.

“Sebelum pandemic, Falanty Photo sudah beberapa kali dapat order video live streaming dari sejumlah organisasi gereja. Seperti saat Sinode Bolon GKPS. Tetapi ya itu ‘kan paling lima tahun sekali. Trus ada satu dua order untuk acara pernikahan. Nah, di era pandemic inilah permintaan video live streaming meningkat, karena adanya larangan berkerumun mencegah penyebaran Covid,” jelasnya seraya tersenyum.

Sebagai pengusaha penyedia jasa foto dan video prawedding, wedding day, acara adat, wisada, pentas seni, dan sebagainya, menurut Darma Purba, permintaan untuk cinematic dan video live streaming di Siantar meningkat pesat sejak pandemi. “Apalagi pemain di Siantar masih bisa dihitung. Salahsatunya Falanty Photo,” jelasnya.

Adapun video cinematic pernikahan dipatok harga rata-rata Rp1,5 juta per acara. “Durasi videonya memang hanya hitungan menit. Tetapi kami harus mengambil gambar acara mulai dari pengantin berhias, acara gereja, acara adat, mangulosi, dan seterusnya hingga selesai. Setelah itu, video diedit hingga tinggal beberapa menit saja, tetapi seluruh acara tergambar seperti sebuah film,” ungkapnya.

Baca Juga :  Regal Springs Salurkan Peralatan Medis dan Tabung Oksigen ke Puskesmas di Toba

Menurutnya harga itu standar saja, dan tidak terlalu mahal. “Kalau lebih murah dari situ, pasti hanya balik modal saja. Tidak ada untung,” ucapnya.

Darma Purba, pemilik Falanty Photo.
Darma Purba, pemilik Falanty Photo.

Sedangkan untuk video live streaming, ia menyebut harganya relative. Tetapi untuk paket lengkap, bisa dikenakan harga antara Rp10 juta-20 juta. Mulai dari penyediaan 4 kamera yang merekam berbagai sudut selama acara, tv layar datar di luar gedung untuk para tamu, hingga live streaming yang disiarkan melalui akun Facebook, Instagram, YouTube, dan medsos lainnya sesuai permintaan.

“Jadi live streamingnya bisa seharian, tergantung run down acara. Semua kita ikuti, kita videokan, dan kita streaming-kan. Keluarga yang jauh dan tidak bisa hadir secara tatap muka, tetap bisa mengikuti acara dari jauh. Ini sebagai salahsatu langkah mematuhi protocol kesehatan juga. Yakni menjauhi kerumunan,” katanya.

Jika mau paket lebih murah, juga tetap bisa dilayani. Tentu dengan mengurangi sejumlah service yang disediakan dalam paket lengkap.

Selain acara pernikahan dan acara adat orang tua meninggal (saur matua), menurutnya, Falanty Photo juga rutin mendapat order menggelar live streaming untuk acara ibadah gereja selama pandemi. “Jemaat ikuti sesi ibadah dari rumah saja,” katanya.

Maish di masa pandemi, dirinya juga beberapa kali menerima order live streaming untuk acara wisuda, yang digelar online, sebagai langkah mematuhi protocol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Juga acara Natal.

“Memang harga kita relative lebih tinggi dibanding pemain lain. Tetapi ada harga, ada kualitas lah. Falanty Photo punya alat-alat pendukung yang berkualitas,” katanya promosi.

Saat ini, Falanty Photo sedang merancang untuk terjun sebagai wedding organizer, dan juga membuat studio rekaman. Semua untuk melayani kebutuhan konsumen, yang semakin merambah ke era digitalisasi. (mea)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/