alexametrics
30.6 C
Medan
Friday, August 19, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Pekerja Migran Asal Samosir 408 Orang, Jepang Butuh 70 Ribu

iklan-usi

SAMOSIR, METRODAILY – Selama 5 tahun terakhir, persisnya sejak 2017 hingga 2021, jumlah pekerja migran asal Samosir yang terdaftar di Dinas Nakerkoperindag Kabupaten Samosir, sebanyak 408 orang.

Dari jumlah itu, Pekerja Migran tujuan Malaysia sebanyak 380 orang. Program pemagangan ke Jepang sebanyak 21 orang, program pemagangan ke Malaysia sebanyak 7 orang.

“Peluang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bekerja di luar negeri, khususnya di Jepang masih terbuka lebar, termasuk PMI asal Kabupaten Samosir. PMI menjadi salah satu penyumbang terbesar devisa bagi negara,” kata Wakil Bupati Samosir Drs. Martua Sitanggang, MM saat membuka acara Sosialisasi Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia bagi siswa-siswi SMA/SMK di Kabupaten Samosir, di SMKN 1 Simanindo, Kecamatan Simanindo, Jumat (11/3/2022).

Acara ini digelar oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dihadiri langsung Kepala BP2MI Benny Rhamdani, Deputi Bidang Penempatan dan Perlindungan BP2MI Kawasan Amerika dan Pasifik Drs. Lasro Simbolon, M.A.

Martua menyampaikan terima kasih kepada BP2MI, yang telah menggelar sosialisasi kepada siswa-siswi dan calon pekerja migran Indonesia yang berasal dari Samosir.

“Masyarakat Samosir yang ingin bekerja di luar negeri agar menggunakan jalur resmi dan mengikuti prosedur yang benar, agar terhindar dari masalah yang dapat merugikan diri sendiri dan negara,” katanya.

Baca Juga :  Operasi Pasar Migor di Tapteng, Rp13.500 per Liter

Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam kesempatan itu menjelaskan peluang kerja ke luar negeri saat ini sangat terbuka. Peluang ini yang ingin ditangkap oleh pemerintah. Pemerintah akan memfasilitasi siapapun warga negara Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri.

“Jepang saat ini butuh kurang lebih 70 ribu pekerja dari Indonesia. Selain itu, kami juga sudah menandatangani kerja sama dengan negara Jerman, Korea, Taiwan, Hongkong. Peluang kerja ini harus kita manfaatkan dengan baik. Dan Pemerintah daerah harus menangkap peluang tersebut, sehingga para siswa-siswi SMK yang sudah menyelesaikan studinya bisa langsung bekerja di luar negeri. Tentunya melalui jalur resmi dan sudah mengikuti tahapan pelatihan,” jelasnya.

Benny juga menjelaskan pemerintah akan menyiapkan pelatihan-pelatihan dan pinjaman bagi calon pekerja migran. Menurutnya, saat ini pekerja migran sudah menjadi kebanggaan, pekerja migran adalah pahlawan devisa negara.

“Jika dipersiapkan dengan baik dan melalui prosedur yang resmi, banyak dari pekerja migran yang pulang ke Indonesia dengan modal ekonomi yang cukup baik,” katanya.

Bagi para lulusan SMK yang ingin melihat peluang kerja tersebut bisa langsung datang ke Dinas Tenaga kerja di daerah. Bisa juga ke UPT BP2MI di Medan, atau bisa kunjungi jobsinfo.bp2mi.go.id. (net)

SAMOSIR, METRODAILY – Selama 5 tahun terakhir, persisnya sejak 2017 hingga 2021, jumlah pekerja migran asal Samosir yang terdaftar di Dinas Nakerkoperindag Kabupaten Samosir, sebanyak 408 orang.

Dari jumlah itu, Pekerja Migran tujuan Malaysia sebanyak 380 orang. Program pemagangan ke Jepang sebanyak 21 orang, program pemagangan ke Malaysia sebanyak 7 orang.

“Peluang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bekerja di luar negeri, khususnya di Jepang masih terbuka lebar, termasuk PMI asal Kabupaten Samosir. PMI menjadi salah satu penyumbang terbesar devisa bagi negara,” kata Wakil Bupati Samosir Drs. Martua Sitanggang, MM saat membuka acara Sosialisasi Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia bagi siswa-siswi SMA/SMK di Kabupaten Samosir, di SMKN 1 Simanindo, Kecamatan Simanindo, Jumat (11/3/2022).

Acara ini digelar oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dihadiri langsung Kepala BP2MI Benny Rhamdani, Deputi Bidang Penempatan dan Perlindungan BP2MI Kawasan Amerika dan Pasifik Drs. Lasro Simbolon, M.A.

Martua menyampaikan terima kasih kepada BP2MI, yang telah menggelar sosialisasi kepada siswa-siswi dan calon pekerja migran Indonesia yang berasal dari Samosir.

“Masyarakat Samosir yang ingin bekerja di luar negeri agar menggunakan jalur resmi dan mengikuti prosedur yang benar, agar terhindar dari masalah yang dapat merugikan diri sendiri dan negara,” katanya.

Baca Juga :  Jelang W-20 Summit, Sekda Cek Jalan Siantar-Parapat 

Kepala BP2MI Benny Rhamdani dalam kesempatan itu menjelaskan peluang kerja ke luar negeri saat ini sangat terbuka. Peluang ini yang ingin ditangkap oleh pemerintah. Pemerintah akan memfasilitasi siapapun warga negara Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri.

“Jepang saat ini butuh kurang lebih 70 ribu pekerja dari Indonesia. Selain itu, kami juga sudah menandatangani kerja sama dengan negara Jerman, Korea, Taiwan, Hongkong. Peluang kerja ini harus kita manfaatkan dengan baik. Dan Pemerintah daerah harus menangkap peluang tersebut, sehingga para siswa-siswi SMK yang sudah menyelesaikan studinya bisa langsung bekerja di luar negeri. Tentunya melalui jalur resmi dan sudah mengikuti tahapan pelatihan,” jelasnya.

Benny juga menjelaskan pemerintah akan menyiapkan pelatihan-pelatihan dan pinjaman bagi calon pekerja migran. Menurutnya, saat ini pekerja migran sudah menjadi kebanggaan, pekerja migran adalah pahlawan devisa negara.

“Jika dipersiapkan dengan baik dan melalui prosedur yang resmi, banyak dari pekerja migran yang pulang ke Indonesia dengan modal ekonomi yang cukup baik,” katanya.

Bagi para lulusan SMK yang ingin melihat peluang kerja tersebut bisa langsung datang ke Dinas Tenaga kerja di daerah. Bisa juga ke UPT BP2MI di Medan, atau bisa kunjungi jobsinfo.bp2mi.go.id. (net)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/