alexametrics
31.7 C
Medan
Monday, August 15, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Zaman Ini Butuh Data Internet

iklan-usi

Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir 2 tahun –dan diprediksi masih akan berlangsung hingga 2023–, cukup sukses ‘memaksa’ seluruh generasi di zaman ini akrab dengan budaya digitalisasi. Belajar, rapat, diskusi, belanja, bayar tagihan, berbisnis, nonton film, main game, dan seterusnya, kini makin intens dilakukan secara virtual. Peradaban sedang menuju percepatan transformasi digital. Data internet naik level dari kebutuhan tertier menjadi primer.

***

“Sebulan, kami bertiga bisa menghabiskan 100 gigabyte untuk seluruh aktivitas internet. Mulai dari zoom belajar anak-anak, work from home, dan aktivitas media sosial,” kata Reni Susanti, pemilik nomor Mentari Ooredo 08159266xxx, saat dikonfirmasi via telepon. ‘Kami bertiga’ yang dimaksud ibu pengusaha UMKM yang juga blogger isu-isu kuliner dan parenting ini adalah dirinya dan dua dari empat anaknya.

Paket 100 gigabyte dengan harga promo hanya Rp100 ribu untuk pengguna lama kartu Mentari ini, menurutnya sangat cukup untuk dipakai berselancar di dunia maya, bersama dua anaknya. Sedangkan dua anaknya lain memiliki paket data sendiri.

“Manfaatkan promo-promo dari Indosat?”

“Nggak sengaja sih. Karena sudah lama pakai nomor ini, malas ganti nomor aja. Dan ternyata banyak paket promo. Manfaatinlah. Apalagi kebutuhan internet di zaman pandemic ini kan tinggi sekali. Tak hanya untuk belajar anak-anak, tetapi juga untuk kebutuhan pekerjaan selama work from home. Paket promonya sangat membantu,” kata wanita berusia 48 tahun ini, sembari menyebar tawa renyahnya.

Harun, anaknya yang masih SMA ikut senang dengan paket bantuan dari Indosat. “Zaman sekarang, tak bisa lagi beraktivitas tanpa internet. Telepon mama aja pakai internet. Apalagi saat PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) kayak sekarang. Pokoknya, tiada hari tanpa paket internet lah,” katanya serius.

Selama pandemic Covid-19, Indosat Ooredoo mendukung masyarakat dan pemerintah, salah satunya melalui program Bantuan Kuota Data Internet tahap II dari pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI kepada siswa, mahasiswa, guru, dan dosen.

“Ini juga sebagai komitmen kami untuk mempercepat transformasi digital Indonesia, sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadi ekonomi digital terbesar di ASEAN,” kata Vikram Sinha, Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo, belum lama ini.

Besaran bantuan kuota data internet berupa 100% kuota utama akan didapatkan oleh pengguna IM3 Ooredoo sesuai dengan jenjang pendidikannya, untuk pembelajaran daring. “Untuk PAUD akan mendapatkan kuota 7GB, dan siswa memperoleh kuota 10GB. Sementara kuota untuk guru adalah 12GB, serta kuota 15 GB untuk jenjang mahasiswa dan dosen,” kata Vikram.

Kuota utama yang diperoleh dapat digunakan kapan saja dan di mana saja selama 24 jam untuk mengakses internet, berbagai platform & aplikasi belajar online seperti Zoom, Microsoft Teams, Google Classroom, Sekolahmu, Ruangguru, Zenius, dan lainnya serta ke lebih dari 300 portal Pendidikan.

Lebih dari itu, pengguna IM3 Ooredoo juga tidak perlu khawatir saat kuota habis, karena bantuan kuota data internet ini juga dilengkapi dengan benefit Pulsa Safe. Selain itu pengguna IM3 Ooredoo juga dapat membeli paket internet lainnya yang dapat berjalan bersamaan dengan kuota bantuan pembelajaran jarak jauh untuk akses internet yang lebih besar.

Program peningkatan bandwidth sebesar 20% juga diberikan kepada 56 universitas. Kemudian membuka akses ke lebih dari 200 properti intelektual universitas ternama dan menjalin kerjasama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta, Kementerian Agama RI, serta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam penyediaan layanan mobile service dan layanan data edukasi.

Dukung UMKM

Selain mendukung transformasi digital, Indosat Ooredoo bersama United Nations Development Programme (UNDP), ikut berupaya menanggulangi pandemi Covid-19 menggunakan teknologi digital inovatif. Caranya, dengan melakukan survei publik untuk memahami dampak pandemi di kalangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Baca Juga :  Janda 3 Anak Laporkan PLN Sibolga ke BPSK

Hasil survei menunjukkan, beberapa pelaku UMKM mengaku sampai mengalami kerugian lebih dari 50% antara bulan-bulan awal pandemi pada 2020 dan PPKM darurat pada pertengahan tahun 2021, khususnya di pulau Jawa dan Bali.

Sementara itu, 45,2% UMKM mengaku masih beroperasi normal, 30,9% UMKM beroperasi sebagian. Hal yang menarik, tidak ada yang berniat untuk menutup usaha secara permanen di tengah PPKM Darurat. Intervensi pemerintah telah meningkatkan ketahanan UMKM meskipun cakupannya masih harus diperluas.

Studi juga mengungkapkan manfaat langsung dari digitalisasi. UMKM yang bergabung platform daring untuk memasarkan produknya selama pandemi Covid-19 mencatat permintaan lebih tinggi dan keuntungan lebih besar dibandingkan UMKM lain yang telah menggunakan platform tersebut sebelum masa pandemi dan yang usahanya masih sepenuhnya dijalankan secara luring.

Survei pun mengungkapkan hasil yang menjanjikan terkait potensi usaha ramah lingkungan di Indonesia. Sekitar 95% UMKM menyatakan minatnya pada praktik-praktik usaha ramah lingkungan, dengan usaha milik perempuan menunjukkan minat yang lebih kuat.

Terkait hasil survey, President Director and CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama, menyebutkan
Indosat melakukan pemanfaatan inovasi data dan teknologi digital untuk pemulihan ekonomi hijau dan inklusif dari dampak pandemi Covid-19, terutama di perdesaan dan daerah tertinggal.

“Kami memfasilitasi UMKM dengan berbagai inovasi berbasis digital. Pada akhirnya tiap produk, layanan, kerja sama dan CSR, didedikasikan untuk mendukung keberlangsungan kehidupan (khususnya pendidikan & ekonomi) di Indonesia dengan menyediakan iKanvas,” katanya.

Dan untuk mendapatkan solusi komunikasi agar bisnis tetap lancar dijalankan dari mana saja, Indosat Ooredoo menghadirkan paket IMPreneur yang memungkinkan para pelaku UMKM tetap berkembang, guna menggerakkan roda perekonomian Indonesia yang terdampak oleh pandemi.
Ini adalah paket bisnis yang didesain khusus untuk pelaku UMKM yang memungkinkan mereka membagikan benefit paketnya ke seluruh timnya hingga 25 orang. Melalui paket ini, Indosat Ooredoo memberikan kemudahan agar bisnis bisa dijalankan dari mana saja dan membantu antar anggota karyawan atau tim bisnisnya agar tetap terkoneksi.

“Dengan Paket IMPreneur, kamu bisa menikmati kuota besar hingga 320 GB, Nelpon & SMS sepuasnya ke seluruh pelanggan Indosat Ooredoo, Nelpon ke Operator lain hingga 500 menit dan kuota aplikasi yang dapat dibagikan ke seluruh karyawan dan tim bisnisnya. Paket IMPreneur bisa dinikmati oleh seluruh pengguna Indosat Ooredoo, baik prabayar maupun pascabayar,” katanya.

Tersedia mulai dari paket IMPreneur FIT dengan harga Rp50.000,- yang kuotanya bisa dibagi hingga 2 orang dan paket IMPreneur PRO dengan harga mulai dari Rp 300.000 yang kuotanya bisa dibagi hingga 25 orang. Kuota aplikasi yang didapat bisa digunakan untuk mengakses media sosial seperti Instagram, Facebook, Whatsapp serta mengakses aplikasi yang dapat mendukung bisnis seperti marketplace Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Traveloka, hingga aplikasi dompet elektronik seperti OVO, Gopay, dan Dana.

Indosat Ooredoo mendorong transformasi UMKM Indonesia secara digital di seluruh proses bisnisnya. Bahkan, telah menggandeng Google Cloud untuk menciptakan marketplace yang dipersonalisasi dengan penawaran software-as-a-service, dengan tujuan mendigitalisasi UMKM sepenuhnya sejak memulai bisnis dan di setiap tahap perjalanan bisnisnya.

Faliruddin, mantan karyawan swasta yang sudah resign di Kota Medan, dan kini sedang merambah UMKM bidang kuliner, mengaku menikmati paket kuota besar hingga 320 GB dari IMPreneur FIT. Pemilik kartu Indosat dengan nomor 081533818xxx ini menyebutkan, bisnis kulinernya cukup terbantu menggunakan paket itu, khususnya karena ia dan istri sedang menikmati bisnis dengan platform digital.

“Bisnis lancar, pelanggan senang, dan kantong tidak jebol,” katanya seraya tersenyum semringah. (mea)

Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir 2 tahun –dan diprediksi masih akan berlangsung hingga 2023–, cukup sukses ‘memaksa’ seluruh generasi di zaman ini akrab dengan budaya digitalisasi. Belajar, rapat, diskusi, belanja, bayar tagihan, berbisnis, nonton film, main game, dan seterusnya, kini makin intens dilakukan secara virtual. Peradaban sedang menuju percepatan transformasi digital. Data internet naik level dari kebutuhan tertier menjadi primer.

***

“Sebulan, kami bertiga bisa menghabiskan 100 gigabyte untuk seluruh aktivitas internet. Mulai dari zoom belajar anak-anak, work from home, dan aktivitas media sosial,” kata Reni Susanti, pemilik nomor Mentari Ooredo 08159266xxx, saat dikonfirmasi via telepon. ‘Kami bertiga’ yang dimaksud ibu pengusaha UMKM yang juga blogger isu-isu kuliner dan parenting ini adalah dirinya dan dua dari empat anaknya.

Paket 100 gigabyte dengan harga promo hanya Rp100 ribu untuk pengguna lama kartu Mentari ini, menurutnya sangat cukup untuk dipakai berselancar di dunia maya, bersama dua anaknya. Sedangkan dua anaknya lain memiliki paket data sendiri.

“Manfaatkan promo-promo dari Indosat?”

“Nggak sengaja sih. Karena sudah lama pakai nomor ini, malas ganti nomor aja. Dan ternyata banyak paket promo. Manfaatinlah. Apalagi kebutuhan internet di zaman pandemic ini kan tinggi sekali. Tak hanya untuk belajar anak-anak, tetapi juga untuk kebutuhan pekerjaan selama work from home. Paket promonya sangat membantu,” kata wanita berusia 48 tahun ini, sembari menyebar tawa renyahnya.

Harun, anaknya yang masih SMA ikut senang dengan paket bantuan dari Indosat. “Zaman sekarang, tak bisa lagi beraktivitas tanpa internet. Telepon mama aja pakai internet. Apalagi saat PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) kayak sekarang. Pokoknya, tiada hari tanpa paket internet lah,” katanya serius.

Selama pandemic Covid-19, Indosat Ooredoo mendukung masyarakat dan pemerintah, salah satunya melalui program Bantuan Kuota Data Internet tahap II dari pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI kepada siswa, mahasiswa, guru, dan dosen.

“Ini juga sebagai komitmen kami untuk mempercepat transformasi digital Indonesia, sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadi ekonomi digital terbesar di ASEAN,” kata Vikram Sinha, Director & Chief Operating Officer Indosat Ooredoo, belum lama ini.

Besaran bantuan kuota data internet berupa 100% kuota utama akan didapatkan oleh pengguna IM3 Ooredoo sesuai dengan jenjang pendidikannya, untuk pembelajaran daring. “Untuk PAUD akan mendapatkan kuota 7GB, dan siswa memperoleh kuota 10GB. Sementara kuota untuk guru adalah 12GB, serta kuota 15 GB untuk jenjang mahasiswa dan dosen,” kata Vikram.

Kuota utama yang diperoleh dapat digunakan kapan saja dan di mana saja selama 24 jam untuk mengakses internet, berbagai platform & aplikasi belajar online seperti Zoom, Microsoft Teams, Google Classroom, Sekolahmu, Ruangguru, Zenius, dan lainnya serta ke lebih dari 300 portal Pendidikan.

Lebih dari itu, pengguna IM3 Ooredoo juga tidak perlu khawatir saat kuota habis, karena bantuan kuota data internet ini juga dilengkapi dengan benefit Pulsa Safe. Selain itu pengguna IM3 Ooredoo juga dapat membeli paket internet lainnya yang dapat berjalan bersamaan dengan kuota bantuan pembelajaran jarak jauh untuk akses internet yang lebih besar.

Program peningkatan bandwidth sebesar 20% juga diberikan kepada 56 universitas. Kemudian membuka akses ke lebih dari 200 properti intelektual universitas ternama dan menjalin kerjasama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta, Kementerian Agama RI, serta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dalam penyediaan layanan mobile service dan layanan data edukasi.

Dukung UMKM

Selain mendukung transformasi digital, Indosat Ooredoo bersama United Nations Development Programme (UNDP), ikut berupaya menanggulangi pandemi Covid-19 menggunakan teknologi digital inovatif. Caranya, dengan melakukan survei publik untuk memahami dampak pandemi di kalangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Baca Juga :  Keunggulan AdaptiveSync di Redmi 10

Hasil survei menunjukkan, beberapa pelaku UMKM mengaku sampai mengalami kerugian lebih dari 50% antara bulan-bulan awal pandemi pada 2020 dan PPKM darurat pada pertengahan tahun 2021, khususnya di pulau Jawa dan Bali.

Sementara itu, 45,2% UMKM mengaku masih beroperasi normal, 30,9% UMKM beroperasi sebagian. Hal yang menarik, tidak ada yang berniat untuk menutup usaha secara permanen di tengah PPKM Darurat. Intervensi pemerintah telah meningkatkan ketahanan UMKM meskipun cakupannya masih harus diperluas.

Studi juga mengungkapkan manfaat langsung dari digitalisasi. UMKM yang bergabung platform daring untuk memasarkan produknya selama pandemi Covid-19 mencatat permintaan lebih tinggi dan keuntungan lebih besar dibandingkan UMKM lain yang telah menggunakan platform tersebut sebelum masa pandemi dan yang usahanya masih sepenuhnya dijalankan secara luring.

Survei pun mengungkapkan hasil yang menjanjikan terkait potensi usaha ramah lingkungan di Indonesia. Sekitar 95% UMKM menyatakan minatnya pada praktik-praktik usaha ramah lingkungan, dengan usaha milik perempuan menunjukkan minat yang lebih kuat.

Terkait hasil survey, President Director and CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama, menyebutkan
Indosat melakukan pemanfaatan inovasi data dan teknologi digital untuk pemulihan ekonomi hijau dan inklusif dari dampak pandemi Covid-19, terutama di perdesaan dan daerah tertinggal.

“Kami memfasilitasi UMKM dengan berbagai inovasi berbasis digital. Pada akhirnya tiap produk, layanan, kerja sama dan CSR, didedikasikan untuk mendukung keberlangsungan kehidupan (khususnya pendidikan & ekonomi) di Indonesia dengan menyediakan iKanvas,” katanya.

Dan untuk mendapatkan solusi komunikasi agar bisnis tetap lancar dijalankan dari mana saja, Indosat Ooredoo menghadirkan paket IMPreneur yang memungkinkan para pelaku UMKM tetap berkembang, guna menggerakkan roda perekonomian Indonesia yang terdampak oleh pandemi.
Ini adalah paket bisnis yang didesain khusus untuk pelaku UMKM yang memungkinkan mereka membagikan benefit paketnya ke seluruh timnya hingga 25 orang. Melalui paket ini, Indosat Ooredoo memberikan kemudahan agar bisnis bisa dijalankan dari mana saja dan membantu antar anggota karyawan atau tim bisnisnya agar tetap terkoneksi.

“Dengan Paket IMPreneur, kamu bisa menikmati kuota besar hingga 320 GB, Nelpon & SMS sepuasnya ke seluruh pelanggan Indosat Ooredoo, Nelpon ke Operator lain hingga 500 menit dan kuota aplikasi yang dapat dibagikan ke seluruh karyawan dan tim bisnisnya. Paket IMPreneur bisa dinikmati oleh seluruh pengguna Indosat Ooredoo, baik prabayar maupun pascabayar,” katanya.

Tersedia mulai dari paket IMPreneur FIT dengan harga Rp50.000,- yang kuotanya bisa dibagi hingga 2 orang dan paket IMPreneur PRO dengan harga mulai dari Rp 300.000 yang kuotanya bisa dibagi hingga 25 orang. Kuota aplikasi yang didapat bisa digunakan untuk mengakses media sosial seperti Instagram, Facebook, Whatsapp serta mengakses aplikasi yang dapat mendukung bisnis seperti marketplace Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Traveloka, hingga aplikasi dompet elektronik seperti OVO, Gopay, dan Dana.

Indosat Ooredoo mendorong transformasi UMKM Indonesia secara digital di seluruh proses bisnisnya. Bahkan, telah menggandeng Google Cloud untuk menciptakan marketplace yang dipersonalisasi dengan penawaran software-as-a-service, dengan tujuan mendigitalisasi UMKM sepenuhnya sejak memulai bisnis dan di setiap tahap perjalanan bisnisnya.

Faliruddin, mantan karyawan swasta yang sudah resign di Kota Medan, dan kini sedang merambah UMKM bidang kuliner, mengaku menikmati paket kuota besar hingga 320 GB dari IMPreneur FIT. Pemilik kartu Indosat dengan nomor 081533818xxx ini menyebutkan, bisnis kulinernya cukup terbantu menggunakan paket itu, khususnya karena ia dan istri sedang menikmati bisnis dengan platform digital.

“Bisnis lancar, pelanggan senang, dan kantong tidak jebol,” katanya seraya tersenyum semringah. (mea)

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

Jalan Provinsi di Humbahas Nyaris Putus

Arsenal Bantai Leicester

Inter Menang Tipis Atas Lecce

Awal Manis Milan

/