alexametrics
27.8 C
Medan
Sunday, August 14, 2022

iklanpemko
iklanpemko

FGD Kolaborasi Pentahelix

Tingkatkan UKM Kerajinan Ulos di Toba saat Pandemi

TOBA, METRODAILY – Untuk menghidupkan kembali pelaku sektor ekonomi kreatif di bidang fesyen pada masa pandemi, Direktorat Hubungan Antarlembaga menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema “Kolaborasi Pentahelix dalam Upaya Peningkatan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kerajinan Ulos di Masa Pandemi” di Kabupaten Toba, bertempat di Labersa Toba Hotel Balige, Kabupaten Toba, Selasa (8/2/2022).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba, Ir Jhon Piter Silalahi dalam sambutannya menyampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Toba, menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Hubungan Antar Lembaga Deputi Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI yang telah melaksanakan kegiatan tersebut.

“Pada masa pandemi ini, dengan jumlah menurun drastis dengan berkurangnya penjualan ekonomi kreatif khususnya kerajinan ulos, dibutuhkan strategi pemasaran, baik pemasaran bidang konvensional dan pemasaran online. Kami menyambut baik diadakannya Focus Group Discussion ini yang melibatkan semua unsur pentahelix yang dapat berkolaborasi dalam upaya peningkatan ekonomi menengah di bidang kerajinan ulos,” terang Jhon Piter.

Jhon Piter juga menyebutkan, peranan semua pihak dapat saling mendukung didalam perencanaan dan pemasaran kerajinan ulos, sehingga peningkatan produk pada masa Pandemi dapat dilakukan.

Selanjutnya, sambutan sekaligus pembukaan acara dari Koordinator Hubungan Antar Lembaga Dalam Negeri, Kemenparekraf RI, Nurwan Hadiyono, SE, MM, menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan adalah untuk mencari masukan dari para peserta FGD, kira-kira bagaimana masa ke depan, sehingga melalui kolaborasi pentahelix dapat masukan dari peserta untuk mewujudkan penguatan kelembagaan.

Baca Juga :  GoFood Luncurkan Program Dukungan bagi Pelaku Usaha Kuliner

“Kita tau bersama bahwa Toba mempunyai potensi yang sangat baik pada ekonomi kreatif, sehingga saya yakin Toba akan banyak menghasilkan pengrajin-pengrajin ulos yang handal kedepannya. Karena ulos memiliki keunikan dan kateristik tersendiri,” ucap Nurwan.

Dalam FGD ini, juga dilakukan pemaparan-pemaparan oleh Kadis Parbud Toba, Ir. Jhon Piter Silalahi, Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Toba, Ir. Tua Pangaribuan, M.Si, Asosiasi Fashion, Nuniek Mawardi, dan juga sebagai Narasumber dari Pelaku Ekraf Toba, Marlon Tambunan, yang dimoderatori oleh Kabid Kelembagaan Disparbud Toba, Dora Sibarani.
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Dekranasda Toba, Ny. Rita Marlina Poltak Sitorus, Wakil Dekranasda Toba, Ny. Erna Grace Tonny Simanjuntak, Ketua Ekonomi Kreatif, Bima Marpaung, Akademisi IT DEL, Bisnis Nanda Ulos, Radio DEL FM, Media, Bisnis Sopo Galery Manurung Songket, Pengrajin Ulos Meat, Pengrajin Tarabunga, Penenun Sigaol Barat, Penenun Siregar Aek Nalas, Penenun Silaen, Penenun Sigumpar, Penenun Desa Paindoan Balige. (os)

TOBA, METRODAILY – Untuk menghidupkan kembali pelaku sektor ekonomi kreatif di bidang fesyen pada masa pandemi, Direktorat Hubungan Antarlembaga menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema “Kolaborasi Pentahelix dalam Upaya Peningkatan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kerajinan Ulos di Masa Pandemi” di Kabupaten Toba, bertempat di Labersa Toba Hotel Balige, Kabupaten Toba, Selasa (8/2/2022).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toba, Ir Jhon Piter Silalahi dalam sambutannya menyampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Toba, menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Hubungan Antar Lembaga Deputi Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI yang telah melaksanakan kegiatan tersebut.

“Pada masa pandemi ini, dengan jumlah menurun drastis dengan berkurangnya penjualan ekonomi kreatif khususnya kerajinan ulos, dibutuhkan strategi pemasaran, baik pemasaran bidang konvensional dan pemasaran online. Kami menyambut baik diadakannya Focus Group Discussion ini yang melibatkan semua unsur pentahelix yang dapat berkolaborasi dalam upaya peningkatan ekonomi menengah di bidang kerajinan ulos,” terang Jhon Piter.

Jhon Piter juga menyebutkan, peranan semua pihak dapat saling mendukung didalam perencanaan dan pemasaran kerajinan ulos, sehingga peningkatan produk pada masa Pandemi dapat dilakukan.

Selanjutnya, sambutan sekaligus pembukaan acara dari Koordinator Hubungan Antar Lembaga Dalam Negeri, Kemenparekraf RI, Nurwan Hadiyono, SE, MM, menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan adalah untuk mencari masukan dari para peserta FGD, kira-kira bagaimana masa ke depan, sehingga melalui kolaborasi pentahelix dapat masukan dari peserta untuk mewujudkan penguatan kelembagaan.

Baca Juga :  GoFood Luncurkan Program Dukungan bagi Pelaku Usaha Kuliner

“Kita tau bersama bahwa Toba mempunyai potensi yang sangat baik pada ekonomi kreatif, sehingga saya yakin Toba akan banyak menghasilkan pengrajin-pengrajin ulos yang handal kedepannya. Karena ulos memiliki keunikan dan kateristik tersendiri,” ucap Nurwan.

Dalam FGD ini, juga dilakukan pemaparan-pemaparan oleh Kadis Parbud Toba, Ir. Jhon Piter Silalahi, Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Toba, Ir. Tua Pangaribuan, M.Si, Asosiasi Fashion, Nuniek Mawardi, dan juga sebagai Narasumber dari Pelaku Ekraf Toba, Marlon Tambunan, yang dimoderatori oleh Kabid Kelembagaan Disparbud Toba, Dora Sibarani.
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Dekranasda Toba, Ny. Rita Marlina Poltak Sitorus, Wakil Dekranasda Toba, Ny. Erna Grace Tonny Simanjuntak, Ketua Ekonomi Kreatif, Bima Marpaung, Akademisi IT DEL, Bisnis Nanda Ulos, Radio DEL FM, Media, Bisnis Sopo Galery Manurung Songket, Pengrajin Ulos Meat, Pengrajin Tarabunga, Penenun Sigaol Barat, Penenun Siregar Aek Nalas, Penenun Silaen, Penenun Sigumpar, Penenun Desa Paindoan Balige. (os)

iklan-usi
iklanpemko
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/