alexametrics
25 C
Medan
Sunday, August 14, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Keramba di Tiga Ras Segera Dikosongkan

SIMALUNGUN, METRODAILY.id – Guna percepatan pembangunan transportasi melalui perairan Danau Toba di Pelabuhan Tiga Ras Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun dan meningkatkan perekonomian masyarakat di bidang pariwisata, keberadaan kerambah jaring apung (KJA) di Tiga Ras segera dikosongkan. Pengosongan KJA tersebut juga dalam rangka mendukung program pemerintah pusat untuk memajukan destinasi pariwisata super prioritas Danau Toba.

Dalam rangka pengosongan KJA, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, didampingi Wakil Bupati Zonny Waldi melakukan rapat kordinasi dengan pemilik KJA, di Terminal Pelabuhan Tigas, Selasa (4/1).

Radiapoh mengatakan, Tiga Ras merupakan salah satu destinasi pariwisata prioritas pesisir Danau Toba yang berada di Kabupaten Simalungun.

“Ada beberapa program Pemkab Simalungun yang telah kita sampaikan ke pemerintah pusat dalam rangka meningkatkan perekonomian di pesisir Danau Toba,” kata Radiapoh.

Menurut Radiapoh, hal itu dikarenakan Kabupaten Simalungun memiliki pantai terpanjang pesisir Danau Toba dibandingkan daerah lain yang ada di kawasan Danau Toba.

“Kita juga mengusulkan kepada pemerintah pusat adanya jalan lingkar luar Danau Toba dari Bage ke Tiga Ras. Dan ini harus kita sambut dengan baik melalui pembenahan-pembenahan yang kita lakukan agar percepatan pembangunan di daerah kita segera terwujud,” ujarnya.

Radiapoh menyampaikan, Pamkab Simalungun akan melakukan berbagai program di Tiga Ras untuk meneruskan alih usaha masyarakat pemilik KJA.

“Percayalah, Pemkab Simalungun tidak akan mengabaikan bapak dan ibu sekalian,” kata Radiapoh di hadapan para pemilik KJA sembari mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung destinasi wisata di Tigas Ras.
Sebelumnya, Kasiman Sitio mewakili petani KJA di Tiga Ras dan juga Ketua Kelompok KJA Hattaruli menyampaikan, petani KJA di Tiga Ras sangat mendukung program pemerintah untuk memajukan pariwisata di Danau Toba.

Baca Juga :  Pecahan Rp5 Ribu Paling Banyak Ditukar

“Sebenarnya kamilah pemilik KJA yang pertama kalinya yang mau dibongkar dari seluruh perairan Danau Toba,” katanya.

Menurut Kasiman, pemilik KJA siap mengosongkan KJA dari perairan Danau Toba di Tiga Ras. “Sebenarnya banyak dari kami yang sudah beralih ke usaha pariwisata, tinggal kamilah yang tidak memiliki usaha wisata masih bertahan,” jelasnya.

Kasiman juga menjelaskan, jumlah KJA di Tiga Ras 205 unit dari 32 pemilik dan sebagian besar sudah tidak berisi lagi sejak ada imbauan pengosongan KJA di Danau Toba.

“Paling ada sekitar 30-40% yang masih berisi, namun kami juga sudah sepakat, siap berhenti,” kata Kasiman seraya berharap Pamkab Simalungun membantu masyarakat pemilik KJA untuk alih usaha pasca berhenti dari usaha KJA.

Sementara itu, tokoh masyarakat Tiga Ras, H Sulaiman Sinaga mengharapkan Pemkab Simalungun dapat membantu masyarakat pemilik KJA pasca alih usaha. Ia juga berharap kepada masyarakat untuk mendukung program pemerintah dalam memajukan Kabupaten Simalungun yang lebih baik dan sejahtera.

“Mari kita dukung program Pemkab Simalungun untuk memajukan daerah ini, terutama untuk percepatan pembangunan pariwisata di kawasan Danau Toba,” ajak Sulaiman.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kapolres SImalungun AKBP Nicolas Dedy Arifianto, Dandim 0207/Sml Letkol Inf Roly Sohuoka, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ramadhani Purba, Plt Kadis Hanpang, Camat Dolok Pardamean bersama Kapolsek dan Danramil, perwakilan PT JAPFA, serta masyarakat pemilik KJA. (rel)

SIMALUNGUN, METRODAILY.id – Guna percepatan pembangunan transportasi melalui perairan Danau Toba di Pelabuhan Tiga Ras Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun dan meningkatkan perekonomian masyarakat di bidang pariwisata, keberadaan kerambah jaring apung (KJA) di Tiga Ras segera dikosongkan. Pengosongan KJA tersebut juga dalam rangka mendukung program pemerintah pusat untuk memajukan destinasi pariwisata super prioritas Danau Toba.

Dalam rangka pengosongan KJA, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga, didampingi Wakil Bupati Zonny Waldi melakukan rapat kordinasi dengan pemilik KJA, di Terminal Pelabuhan Tigas, Selasa (4/1).

Radiapoh mengatakan, Tiga Ras merupakan salah satu destinasi pariwisata prioritas pesisir Danau Toba yang berada di Kabupaten Simalungun.

“Ada beberapa program Pemkab Simalungun yang telah kita sampaikan ke pemerintah pusat dalam rangka meningkatkan perekonomian di pesisir Danau Toba,” kata Radiapoh.

Menurut Radiapoh, hal itu dikarenakan Kabupaten Simalungun memiliki pantai terpanjang pesisir Danau Toba dibandingkan daerah lain yang ada di kawasan Danau Toba.

“Kita juga mengusulkan kepada pemerintah pusat adanya jalan lingkar luar Danau Toba dari Bage ke Tiga Ras. Dan ini harus kita sambut dengan baik melalui pembenahan-pembenahan yang kita lakukan agar percepatan pembangunan di daerah kita segera terwujud,” ujarnya.

Radiapoh menyampaikan, Pamkab Simalungun akan melakukan berbagai program di Tiga Ras untuk meneruskan alih usaha masyarakat pemilik KJA.

“Percayalah, Pemkab Simalungun tidak akan mengabaikan bapak dan ibu sekalian,” kata Radiapoh di hadapan para pemilik KJA sembari mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung destinasi wisata di Tigas Ras.
Sebelumnya, Kasiman Sitio mewakili petani KJA di Tiga Ras dan juga Ketua Kelompok KJA Hattaruli menyampaikan, petani KJA di Tiga Ras sangat mendukung program pemerintah untuk memajukan pariwisata di Danau Toba.

Baca Juga :  Warga Sibabangun Panen Ikan Lubuk Larangan 

“Sebenarnya kamilah pemilik KJA yang pertama kalinya yang mau dibongkar dari seluruh perairan Danau Toba,” katanya.

Menurut Kasiman, pemilik KJA siap mengosongkan KJA dari perairan Danau Toba di Tiga Ras. “Sebenarnya banyak dari kami yang sudah beralih ke usaha pariwisata, tinggal kamilah yang tidak memiliki usaha wisata masih bertahan,” jelasnya.

Kasiman juga menjelaskan, jumlah KJA di Tiga Ras 205 unit dari 32 pemilik dan sebagian besar sudah tidak berisi lagi sejak ada imbauan pengosongan KJA di Danau Toba.

“Paling ada sekitar 30-40% yang masih berisi, namun kami juga sudah sepakat, siap berhenti,” kata Kasiman seraya berharap Pamkab Simalungun membantu masyarakat pemilik KJA untuk alih usaha pasca berhenti dari usaha KJA.

Sementara itu, tokoh masyarakat Tiga Ras, H Sulaiman Sinaga mengharapkan Pemkab Simalungun dapat membantu masyarakat pemilik KJA pasca alih usaha. Ia juga berharap kepada masyarakat untuk mendukung program pemerintah dalam memajukan Kabupaten Simalungun yang lebih baik dan sejahtera.

“Mari kita dukung program Pemkab Simalungun untuk memajukan daerah ini, terutama untuk percepatan pembangunan pariwisata di kawasan Danau Toba,” ajak Sulaiman.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kapolres SImalungun AKBP Nicolas Dedy Arifianto, Dandim 0207/Sml Letkol Inf Roly Sohuoka, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ramadhani Purba, Plt Kadis Hanpang, Camat Dolok Pardamean bersama Kapolsek dan Danramil, perwakilan PT JAPFA, serta masyarakat pemilik KJA. (rel)

iklan-usi
iklanpemko
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/