alexametrics
27 C
Medan
Tuesday, August 9, 2022

iklanpemko

September, Harga Sawi dan Cabai Pengaruhi Inflasi Siantar

SIANTAR, METRODAILY.id – Indeks Harga Konsumen (IHK) umum Kota Pematangsiantar periode September 2021 mengalami inflasi sebesar 0,31% (mtm) atau secara tahunan mengalami inflasi sebesar 3,64% (yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi periode Agustus yang mengalami deflasi sebesar -0,07% (mtm).

Kepala Kantor Parwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Teuku Munandar dalam press realease yang diterima Senin (4/10) menerangkan, realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan rerata inflasi selama 3 tahun terakhir pada periode yang sama, yakni -0,16%.

Tekanan inflasi pada periode September 2021 disebabkan peningkatan harga sawi hijau, cabai merah, tomat, dan daging ayam ras. Harga komoditas sawi hijau naik sebesar 114,65% (mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,35%. Disusul naiknya harga cabai merah sebesar 15,11% (mtm) dengan inflasi sebesar 0,11%.

Peningkatan harga sawi hijau juga dirasakan di Sumatera Utara (Sumut), di mana penyumbang inflasi terbesar periode September 2021 di Sumut adalah Sawi Hijau dengan andil 0,05%.

Selanjutnya harga cabai merah mengalami peningkatan setelah sempat mengalami deflasi di periode sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari pasokan hasil panen yang semakin berkurang.

Tekanan inflasi lebih lanjut tertahan oleh turunnya harga komoditas ikan dencis, bawang merah, dan anggur. Harga ikan dencis turun sebesar -11,39% (mtm) dengan andil deflasi sebesar -0,09%, harga bawang merah turun -13,45% (mtm) dengan andil deflasi sebesar -0,08%, serta harga anggur turun sebesar -27,78% (mtm) dengan andil deflasi sebesar -0,03%.

Turunnya harga bawang merah juga terjadi di Provinsi Sumut, di mana bawang merah menjadi penyumbang deflasi terbesar pada periode laporan, yakni dengan andil -0,03%.

Baca Juga :  Dishub Sebut Parkir Malam di Siantar Masuk PAD, Berikut Titik-titiknya

Sementara itu, berdasarkan kelompok pengeluaran, Inflasi September disumbang oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang mengalami inflasi sebesar 0.50%% (mtm) dengan andil 0,19%.

Disusul inflasi dari Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,86 %(mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,04%.

Berdasarkan disagregasi kelompok inflasi, semua Kelompok tercatat mengalami inflasi. Kelompok Volatile Food (VF) mengalami inflasi sbs 0,65% (mtm), Core Inflation mengalami inflasi sbs 0,28% (mtm), serta Administrated Price mengalami inflasi sbs 0,01%(mtm).

Secara tahunan, Inflasi bulan September 2021 disumbang oleh Volatile Food (VF) sebesar 10,31% (yoy) dengan andil inflasi sbs 2,41%. Disusul inflasi inti (Core Inflation) dan Administred Price (AP) yang mengalami inflasi masing-masing sebesar sebesar 1,79% (yoy) dan 1,17% (yoy).

Dalam upaya untuk mengendalikan Inflasi, beberapa program kerja yang telah dilakukan selama bulan September tahun 2021 oleh TPID Kota Pematangsiantar yakni, pelaksanaan monitoring dan pemantauan ketersedian bahan pokok di distributor dan gudang Bulog; pelaksanaan monitoring harga harian melalui PIHPS maupun harga Disperindag; serta High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Wilayah Kerja KPw BI Pematangsiantar. (rel)

Komoditas Dengan Andil Inflasi Terbesar

No Komoditas Inflasi Andil
1. Sawi Hijau 114,65%(mtm) 0,35%
2. Cabai Merah 15,11%(mtm), 0,11%
3. Tomat 31,60%(mtm), 0,11%
4. Daging Ayam Ras 9,60%(mtm) 0,09%

Komoditas dengan Andil Deflasi Terbesar
No Komoditas Deflasi Andil
1. Ikan Dencis -11,39 %(mtm) -0,09%
2. Bawang Merah -13,45%(mtm) -0,08%
3. Anggur -27,78% (mtm) -0,03%
4. Jeruk -7,15% (mtm) -0,03%

SIANTAR, METRODAILY.id – Indeks Harga Konsumen (IHK) umum Kota Pematangsiantar periode September 2021 mengalami inflasi sebesar 0,31% (mtm) atau secara tahunan mengalami inflasi sebesar 3,64% (yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi periode Agustus yang mengalami deflasi sebesar -0,07% (mtm).

Kepala Kantor Parwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar Teuku Munandar dalam press realease yang diterima Senin (4/10) menerangkan, realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan rerata inflasi selama 3 tahun terakhir pada periode yang sama, yakni -0,16%.

Tekanan inflasi pada periode September 2021 disebabkan peningkatan harga sawi hijau, cabai merah, tomat, dan daging ayam ras. Harga komoditas sawi hijau naik sebesar 114,65% (mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,35%. Disusul naiknya harga cabai merah sebesar 15,11% (mtm) dengan inflasi sebesar 0,11%.

Peningkatan harga sawi hijau juga dirasakan di Sumatera Utara (Sumut), di mana penyumbang inflasi terbesar periode September 2021 di Sumut adalah Sawi Hijau dengan andil 0,05%.

Selanjutnya harga cabai merah mengalami peningkatan setelah sempat mengalami deflasi di periode sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari pasokan hasil panen yang semakin berkurang.

Tekanan inflasi lebih lanjut tertahan oleh turunnya harga komoditas ikan dencis, bawang merah, dan anggur. Harga ikan dencis turun sebesar -11,39% (mtm) dengan andil deflasi sebesar -0,09%, harga bawang merah turun -13,45% (mtm) dengan andil deflasi sebesar -0,08%, serta harga anggur turun sebesar -27,78% (mtm) dengan andil deflasi sebesar -0,03%.

Turunnya harga bawang merah juga terjadi di Provinsi Sumut, di mana bawang merah menjadi penyumbang deflasi terbesar pada periode laporan, yakni dengan andil -0,03%.

Baca Juga :  Restoran Nelayan Medan: GoFood & GoPay Perluas Transaksi

Sementara itu, berdasarkan kelompok pengeluaran, Inflasi September disumbang oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang mengalami inflasi sebesar 0.50%% (mtm) dengan andil 0,19%.

Disusul inflasi dari Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,86 %(mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,04%.

Berdasarkan disagregasi kelompok inflasi, semua Kelompok tercatat mengalami inflasi. Kelompok Volatile Food (VF) mengalami inflasi sbs 0,65% (mtm), Core Inflation mengalami inflasi sbs 0,28% (mtm), serta Administrated Price mengalami inflasi sbs 0,01%(mtm).

Secara tahunan, Inflasi bulan September 2021 disumbang oleh Volatile Food (VF) sebesar 10,31% (yoy) dengan andil inflasi sbs 2,41%. Disusul inflasi inti (Core Inflation) dan Administred Price (AP) yang mengalami inflasi masing-masing sebesar sebesar 1,79% (yoy) dan 1,17% (yoy).

Dalam upaya untuk mengendalikan Inflasi, beberapa program kerja yang telah dilakukan selama bulan September tahun 2021 oleh TPID Kota Pematangsiantar yakni, pelaksanaan monitoring dan pemantauan ketersedian bahan pokok di distributor dan gudang Bulog; pelaksanaan monitoring harga harian melalui PIHPS maupun harga Disperindag; serta High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Wilayah Kerja KPw BI Pematangsiantar. (rel)

Komoditas Dengan Andil Inflasi Terbesar

No Komoditas Inflasi Andil
1. Sawi Hijau 114,65%(mtm) 0,35%
2. Cabai Merah 15,11%(mtm), 0,11%
3. Tomat 31,60%(mtm), 0,11%
4. Daging Ayam Ras 9,60%(mtm) 0,09%

Komoditas dengan Andil Deflasi Terbesar
No Komoditas Deflasi Andil
1. Ikan Dencis -11,39 %(mtm) -0,09%
2. Bawang Merah -13,45%(mtm) -0,08%
3. Anggur -27,78% (mtm) -0,03%
4. Jeruk -7,15% (mtm) -0,03%

iklan-usi
iklanpemko
iklan-usi

Most Read

Artikel Terbaru

/