alexametrics
25.6 C
Medan
Tuesday, August 16, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Huta Bayuraja Panen Raya Padi

iklan-usi

SIMALUNGUN, METRODAILY – Setelah empat musim mengalami gagal panen, Kecamatan Huta Bayuraja panen raya padi. Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga (RHS) bersama Dandim 0207/Sml Letkol Inf Roly Sahuoka, Deputi Litbang BKKBN RI Rizal Maratua Damanik, dan anggota DPRD Simalungun Benfri Sinaga turut dalam panen raya Kelompok Tani Sipangan Bolon, Kelurahan Huta Bayuraja, Jumat (1/7/2022).

Camat Huta Bayuraja Ferry Risdonni Sinaga menyampaikan di wilayahnya sudah empat musim mengalami gagal panen dengan areal persawahan seluas 400 hektare.

“Ada 15 nagori dan 1 kelurahan yang memiliki 1 handtraktor dan tidak ada satu pun rotary (traktor untuk bajak sawah). Jika sudah mulai pengolahan lahan persawahan, maka kelompok tani/masyarakat akan menyewa rotary dari luar,” jelas Ferry.

Ferry menyampaikan, saat ini di beberapa areal persawahan di wilayah Kecamatan Huta Bayuraja sudah melakukan tanam serentak. Sehingga kebutuhan pupuk meningkat. Ferry pun berharap kepada RHS agar bisa menyediakan pasokan pupuk untuk kelompok tani.

Ferry juga menjelaskan, saluran irigasi di Kecamatan Huta Bayuraja dalam kondisi rusak dan hanya ada satu pintu air.

“Jadi tak jarang masyarakat kami ribut soal air. Perlu disampaikan, Huta Bayuraja baru dua kali ini melakukan panen raya, dan terus berupaya untuk melaksanakan dalam 2 tahun 5 kali panen,” sebutnya.

Masih kata Ferry, untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pihaknya sudah mengeluarkan surat tanah sekitar 1.000 lembar. “Hal ini tentunya akan tercipta pajak baru di Huta Bayuraja,” katanya.

Sementara itu, Bupati Simalungun RHS menyampaikan Pemkab Simalungun telah mengetahui persoalan dan masalah yang dihadapi oleh kelompok tani dan petani di Kabupaten Simalungun.

“Sudah saya dengarkan dari para kelompok tani dan petani kita. Persoalan pupuk bukan hanya di Simalungun, tapi ini merupakan persoalan nasional, dan di berbagai daerah lain juga terjadi hal yang sama,” jelasnya.

Baca Juga :  Distributor Yamaha Siantar Beri Promo Angsuran

RHS menyampaikan, Pemkab Simalungun telah melakukan berbagai upaya melalui kementerian terkait, bahkan hingga ke Kementerian Desa untuk mendapatkan izin penggunaan dana desa dalam pembelian pupuk.

“Tahun ini (2022) akan kita anggarkan dua rotary dan akan kita perbaiki dua saluran jaringan air di Simpangan Bolon ini. Tapi semua ini tidak bisa pemerintah sendiri, harus ada campur tangan dan bantuan masyarakat Kecamatan Huta Bayuraja, tentunya melalui pajak yang dibayar kan,” tukas RHS.

Menyinggung peralatan pertanian yang sangat dibutuhkan kelompok tani di Huta Bayuraja, RHS memerintahkan Camat Huta Bayuraja menyiapkan e-Proposal ke Dinas Tanaman Pangan Sumatera Utara agar mendapat bantuan.

“Kita bersyukur sudah banyak Surat Keterangan Tanah (SKT) yang dikeluarkan di Kecamatan Huta Bayuraja. Tentu ini dapat menunjang PAD kita melalu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),” kata RHS sembari berharap para pangulu (kepala desa) dan lurah dapat membantu masyarakat dalam percepatan pengurusan SKT.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Litbang BKKBN Rizal Maratua Damanik menyampaikan tentang stunting di Kabupaten Simalungun. Ia menjelaskan, di Kabupaten Simalungun terdapat sekitar 28 persen kasus stunting.

“Seharusnya, jika kita lihat kondisi Simalungun, maka ini tidak harus terjadi, karena Simalungun ini merupakan tanah surga, tongkat dan batu bisa jadi tanaman. Apapun kita tanam pasti hidup,” kata Rizal.

Kepada para pangulu dan lurah, Rizal mengajak untuk bersama-sama menuntaskan masalah stunting.

Di kesempatan itu, RHS didampingi Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumut diwakili Unedo Koko, menyerahkan bantuan kepada kelompok tani sebesar Rp41.875.000 untuk dana Pengembangan Produsen Benih Tanam Pangan (P3BT) Tahun 2022 kepada Kelompok Tani Bolon Tani Nagori Raja Maligas 1. (rel)

Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga saat panen raya padi di Huta Bayuraja.

SIMALUNGUN, METRODAILY – Setelah empat musim mengalami gagal panen, Kecamatan Huta Bayuraja panen raya padi. Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga (RHS) bersama Dandim 0207/Sml Letkol Inf Roly Sahuoka, Deputi Litbang BKKBN RI Rizal Maratua Damanik, dan anggota DPRD Simalungun Benfri Sinaga turut dalam panen raya Kelompok Tani Sipangan Bolon, Kelurahan Huta Bayuraja, Jumat (1/7/2022).

Camat Huta Bayuraja Ferry Risdonni Sinaga menyampaikan di wilayahnya sudah empat musim mengalami gagal panen dengan areal persawahan seluas 400 hektare.

“Ada 15 nagori dan 1 kelurahan yang memiliki 1 handtraktor dan tidak ada satu pun rotary (traktor untuk bajak sawah). Jika sudah mulai pengolahan lahan persawahan, maka kelompok tani/masyarakat akan menyewa rotary dari luar,” jelas Ferry.

Ferry menyampaikan, saat ini di beberapa areal persawahan di wilayah Kecamatan Huta Bayuraja sudah melakukan tanam serentak. Sehingga kebutuhan pupuk meningkat. Ferry pun berharap kepada RHS agar bisa menyediakan pasokan pupuk untuk kelompok tani.

Ferry juga menjelaskan, saluran irigasi di Kecamatan Huta Bayuraja dalam kondisi rusak dan hanya ada satu pintu air.

“Jadi tak jarang masyarakat kami ribut soal air. Perlu disampaikan, Huta Bayuraja baru dua kali ini melakukan panen raya, dan terus berupaya untuk melaksanakan dalam 2 tahun 5 kali panen,” sebutnya.

Masih kata Ferry, untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pihaknya sudah mengeluarkan surat tanah sekitar 1.000 lembar. “Hal ini tentunya akan tercipta pajak baru di Huta Bayuraja,” katanya.

Sementara itu, Bupati Simalungun RHS menyampaikan Pemkab Simalungun telah mengetahui persoalan dan masalah yang dihadapi oleh kelompok tani dan petani di Kabupaten Simalungun.

“Sudah saya dengarkan dari para kelompok tani dan petani kita. Persoalan pupuk bukan hanya di Simalungun, tapi ini merupakan persoalan nasional, dan di berbagai daerah lain juga terjadi hal yang sama,” jelasnya.

Baca Juga :  Distributor Yamaha Siantar Beri Promo Angsuran

RHS menyampaikan, Pemkab Simalungun telah melakukan berbagai upaya melalui kementerian terkait, bahkan hingga ke Kementerian Desa untuk mendapatkan izin penggunaan dana desa dalam pembelian pupuk.

“Tahun ini (2022) akan kita anggarkan dua rotary dan akan kita perbaiki dua saluran jaringan air di Simpangan Bolon ini. Tapi semua ini tidak bisa pemerintah sendiri, harus ada campur tangan dan bantuan masyarakat Kecamatan Huta Bayuraja, tentunya melalui pajak yang dibayar kan,” tukas RHS.

Menyinggung peralatan pertanian yang sangat dibutuhkan kelompok tani di Huta Bayuraja, RHS memerintahkan Camat Huta Bayuraja menyiapkan e-Proposal ke Dinas Tanaman Pangan Sumatera Utara agar mendapat bantuan.

“Kita bersyukur sudah banyak Surat Keterangan Tanah (SKT) yang dikeluarkan di Kecamatan Huta Bayuraja. Tentu ini dapat menunjang PAD kita melalu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB),” kata RHS sembari berharap para pangulu (kepala desa) dan lurah dapat membantu masyarakat dalam percepatan pengurusan SKT.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi Litbang BKKBN Rizal Maratua Damanik menyampaikan tentang stunting di Kabupaten Simalungun. Ia menjelaskan, di Kabupaten Simalungun terdapat sekitar 28 persen kasus stunting.

“Seharusnya, jika kita lihat kondisi Simalungun, maka ini tidak harus terjadi, karena Simalungun ini merupakan tanah surga, tongkat dan batu bisa jadi tanaman. Apapun kita tanam pasti hidup,” kata Rizal.

Kepada para pangulu dan lurah, Rizal mengajak untuk bersama-sama menuntaskan masalah stunting.

Di kesempatan itu, RHS didampingi Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumut diwakili Unedo Koko, menyerahkan bantuan kepada kelompok tani sebesar Rp41.875.000 untuk dana Pengembangan Produsen Benih Tanam Pangan (P3BT) Tahun 2022 kepada Kelompok Tani Bolon Tani Nagori Raja Maligas 1. (rel)

Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga saat panen raya padi di Huta Bayuraja.

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/