alexametrics
27.5 C
Medan
Thursday, August 18, 2022

iklanpemko
iklanpemko

Sejuta Bibit Mangrove Ditanam di Tapteng

iklan-usi

TAPTENG, METRODAILY.id – Sebanyak 1,08 juta bibit mangrove ditanam di 3 kecamatan di pesisir pantai Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sabtu (30/10/2021). Tiga Kecamatan yang menjadi lokasi penanaman bibit mangrove adalah Kecamatan Badiri, Kecamatan Pandan dan Kecamatan Tapian Nauli. Penanaman mangrove yang dilakukan merupakan Program Padat Karya Percepatan Rehabilitasi Mangrove (PEN PKPRM).

Di sela-sela kegiatan penanaman mangrove, Kapolres Tapteng, AKBP Jimmy Christian Samma SIK mengatakan, pelaksanaan rehabilitasi mangrove tahun ini dijalankan dengan metode padat karya, sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi terutama pada pada pandemi Covid-19.

“Hutan mangrove yang ada di Tapteng ini merupakan salah satu hutan mangrove terbaik yang ada Indonesia. Sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi, di Tapteng kita menaman bibit mangrove sebanyak 1.080.000. Ini yang terbesar di Indonesia,” kata AKBP Jimmy Christian Samma SIK.

Dituturkannya, bila hutan mangrove tersebut dikelola dengan baik, akan dapat menjadi salah satu destinasi wisata dan bermanfaat untuk pengembang ekonomi masyarakat di Kabupaten Tapteng. Ia berharap, instansi terkait bersama masyarakat dapat menjaga keberadaan hutan yang menyediakan banyak layanan ekosistem yang berharga itu.

“Kira harapkan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, kelompok tani serta masyarakat untuk saling menjaga keberadaan hutan mangrove yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah ini,” himbaunya.

Baca Juga :  Stabilkan Harga Migor di Banda Aceh, Mendag Bakal Tambah Pasokan

Pada pelaksanaan restorasi gambut tersebut, pihak Polres Tapteng juga dilakukan penaburan benih kepiting dan lokhan (kerang), sekaligus pemasangan spanduk himbauan laranganan menebang/merusak tanaman mangrove disekitar lokasi kegiatan.

Program Padat Karya Percepatan Rehabilitasi Mangrove (PEN PKPRM) yang digelar Polres Tapteng turut dihadiri Bupati Tapteng yang diwakili Asisten II drh Iskandar, perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Sumut, perwakilan Bank Indonesia Cabang Sibolga, Danlanal Sibolga, OPD Pemkab Tapteng, Camat Pandan, serta Kepala Desa dan Lurah yang daerahnya tergabung dalam Program PKPRM.

Salurkan Bansos 

Usai melakukan penanaman bibit mangrove, Polres Tapteng melaksanakan vaksinasi Covid-19 serta memberikan bantuam sosial (bansos) bagi sejumlah lansia dan pekerja penanaman bibit mangrove. Vaksinasi tersebut digelar guna mempercepat herd immunity sesuai program pemerintah

“Vaksinasi lansia dan pekerja mangrove sebanyak 423 vial dengan perincian dosis I sebanyak 44 dan dosis II sebanyak 2,” sebut Kabag Humas Polres Tapteng, Iptu Horas Gurning.

Gurning mengungkapkan, bantuan sosial yang disalurkan kepada sejumlah masyarakat di sekitar lokasi penanaman bibit mangrove berupa beras sebanyak 60 karung. (ztm) 

TAPTENG, METRODAILY.id – Sebanyak 1,08 juta bibit mangrove ditanam di 3 kecamatan di pesisir pantai Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sabtu (30/10/2021). Tiga Kecamatan yang menjadi lokasi penanaman bibit mangrove adalah Kecamatan Badiri, Kecamatan Pandan dan Kecamatan Tapian Nauli. Penanaman mangrove yang dilakukan merupakan Program Padat Karya Percepatan Rehabilitasi Mangrove (PEN PKPRM).

Di sela-sela kegiatan penanaman mangrove, Kapolres Tapteng, AKBP Jimmy Christian Samma SIK mengatakan, pelaksanaan rehabilitasi mangrove tahun ini dijalankan dengan metode padat karya, sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi terutama pada pada pandemi Covid-19.

“Hutan mangrove yang ada di Tapteng ini merupakan salah satu hutan mangrove terbaik yang ada Indonesia. Sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi, di Tapteng kita menaman bibit mangrove sebanyak 1.080.000. Ini yang terbesar di Indonesia,” kata AKBP Jimmy Christian Samma SIK.

Dituturkannya, bila hutan mangrove tersebut dikelola dengan baik, akan dapat menjadi salah satu destinasi wisata dan bermanfaat untuk pengembang ekonomi masyarakat di Kabupaten Tapteng. Ia berharap, instansi terkait bersama masyarakat dapat menjaga keberadaan hutan yang menyediakan banyak layanan ekosistem yang berharga itu.

“Kira harapkan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, kelompok tani serta masyarakat untuk saling menjaga keberadaan hutan mangrove yang ada di Kabupaten Tapanuli Tengah ini,” himbaunya.

Baca Juga :  Stabilkan Harga Migor di Banda Aceh, Mendag Bakal Tambah Pasokan

Pada pelaksanaan restorasi gambut tersebut, pihak Polres Tapteng juga dilakukan penaburan benih kepiting dan lokhan (kerang), sekaligus pemasangan spanduk himbauan laranganan menebang/merusak tanaman mangrove disekitar lokasi kegiatan.

Program Padat Karya Percepatan Rehabilitasi Mangrove (PEN PKPRM) yang digelar Polres Tapteng turut dihadiri Bupati Tapteng yang diwakili Asisten II drh Iskandar, perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Sumut, perwakilan Bank Indonesia Cabang Sibolga, Danlanal Sibolga, OPD Pemkab Tapteng, Camat Pandan, serta Kepala Desa dan Lurah yang daerahnya tergabung dalam Program PKPRM.

Salurkan Bansos 

Usai melakukan penanaman bibit mangrove, Polres Tapteng melaksanakan vaksinasi Covid-19 serta memberikan bantuam sosial (bansos) bagi sejumlah lansia dan pekerja penanaman bibit mangrove. Vaksinasi tersebut digelar guna mempercepat herd immunity sesuai program pemerintah

“Vaksinasi lansia dan pekerja mangrove sebanyak 423 vial dengan perincian dosis I sebanyak 44 dan dosis II sebanyak 2,” sebut Kabag Humas Polres Tapteng, Iptu Horas Gurning.

Gurning mengungkapkan, bantuan sosial yang disalurkan kepada sejumlah masyarakat di sekitar lokasi penanaman bibit mangrove berupa beras sebanyak 60 karung. (ztm) 

iklanpemko
iklanpemko
iklanpemko

Most Read

Artikel Terbaru

/