BPODT Dorong Seni Jadi Mesin Pariwisata Danau Toba Lewat The Kaldera Festival

Editor Satu • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 15:00 WIB
Pembukaan The Kaldera Festival 2026 di Toba Caldera Resort, Kabupaten Toba, ditandai pemukulan gondang, Kamis (27/8/2026).
Pembukaan The Kaldera Festival 2026 di Toba Caldera Resort, Kabupaten Toba, ditandai pemukulan gondang, Kamis (27/8/2026).

TOBA, METRODAILY — Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) menjadikan seni dan budaya sebagai pintu masuk untuk memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Danau Toba.

Gagasan itu dikemas melalui The Kaldera Festival 2026 di Toba Caldera Resort, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Festival berlangsung 27 Agustus hingga 6 September 2026 dan menjadi bagian dari peringatan World Lake Day atau Hari Danau Sedunia.

Plt Direktur Utama BPODT Arditama Nusantara Putra mengatakan festival tersebut dirancang sebagai ruang pertemuan seniman, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, UMKM, dan sektor pariwisata.

Baca Juga: Sinabung Erupsi Lagi, Kolom Abu Membubung 3,5 Kilometer

"Kami menggagas kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Danau Sedunia berupa festival dan pameran yang mengangkat karya-karya seniman Danau Toba dan Sumatera Utara," ujar Arditama saat peluncuran festival, Kamis (27/8/2026).

Menurut dia, seni tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga dapat menjadi medium untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga kelestarian Danau Toba.

"Karya seni juga dapat menjadi medium untuk mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga Danau Toba. Melalui karya di ruangan ini, kita melihat begitu banyak yang harus kita jaga bersama tentang Danau Toba," katanya.

Baca Juga: Reses di Pulo Bayu, Wakil Ketua DPRD Simalungun Bonauli Rajagukguk Tampung Aspirasi Warga

Seniman Lokal Dibawa ke Panggung

Salah satu agenda utama festival adalah Toba in Many Forms, yang menampilkan karya seniman dan komunitas dari kawasan Danau Toba dan Sumatera Utara.

Sejumlah nama yang terlibat antara lain Torang Sitorus, Jabu Bonang, Jeane Halim, Komunitas Fotografer Danau Toba, Urban Sketch Medan, Boniaga, dan Managam Samosir.

BPODT juga menggandeng Kementerian Kebudayaan dalam program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS).

Pada 2026, program tersebut menyasar enam SMP di Kabupaten Toba, Samosir, dan Humbang Hasundutan. Program itu diarahkan untuk memperkuat kemampuan seni siswa sekaligus menyiapkan generasi muda sebagai bagian dari keberlanjutan budaya di kawasan Danau Toba.

Baca Juga: Taman Hewan Siantar Dikelola hingga 2056, Pemko Tetap Dapat Bagi Hasil

"Hasil kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan, kita bisa menggandeng sekolah-sekolah di Kawasan Danau Toba untuk memperkuat kemampuan seni siswa. Ini sangat penting untuk masa depan budaya kita," ujar Arditama.

Seni Dibidik Jadi Promosi Global

Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara Yuda P. Setiawan menilai Hari Danau Sedunia dapat menjadi momentum untuk memperkuat posisi Danau Toba di pasar pariwisata internasional.

Menurutnya, seni memiliki daya promosi yang luas karena dapat mengemas karakter Danau Toba melalui berbagai bentuk karya.

Baca Juga: Ribuan Peserta Ramaikan Siantar QRIS Run, Transaksi Digital Tembus 1.865 Kali

"Berketetapan dengan peringatan Hari Danau Sedunia, ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif Danau Toba kita semakin matang. Seni dapat menjadi medium promosi Danau Toba hingga ke tingkat internasional," kata Yuda.

Ia menyebut lukisan, fotografi, musik, tari, hingga produk ekonomi kreatif dapat digunakan untuk memperkenalkan Danau Toba kepada pasar yang lebih luas.

"Dari lukisan, ekonomi kreatif, fotografi, musik, dan tari kita bisa mempromosikan Danau Toba yang menarik pandangan dunia. Dengan event ini akan mampu menaikkan kunjungan di Kabupaten Toba," ujarnya.

Yuda juga menekankan pentingnya keterlibatan pelaku wisata, UMKM, seniman, komunitas, dan masyarakat lokal. Menurutnya, kolaborasi tersebut harus bermuara pada peningkatan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Semarak HUT ke-81 Tapteng, PLN Indonesia Power UBP Labuhan Angin Serahkan & Tanam 1.000 Bibit Pohon

"Kolaborasi dengan pelaku wisata dan UMKM yang berkembang akan membuat kesejahteraan masyarakat," katanya.

Pemprov Sumatera Utara, lanjut Yuda, terbuka untuk memperluas kolaborasi berbagai kegiatan kepariwisataan di kawasan Danau Toba.

Dari Musik hingga Gastronomi

The Kaldera Festival 2026 tidak hanya mengandalkan pameran seni. Festival juga menghadirkan Kaldera Rising Heroes, yang terdiri atas Kaldera Fest Music Competition dan Kaldera Fest Young Runway.

Program tersebut menyasar anak-anak dan remaja untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkenalkan budaya lokal.

Baca Juga: Kapolres Siantar dan Simalungun Berganti, Ini Dua Perwira yang Ditunjuk

Festival turut menghadirkan Lake Toba Traditional Music Festival (LTTMF) 6.0 yang diinisiasi Rumah Karya Indonesia.

Sementara program From Toba to the World (FTTW) dikemas melalui diskusi, pertunjukan kreatif, serta pengalaman gastronomi.

Rangkaian agenda itu memperlihatkan upaya BPODT memperluas wajah pariwisata Danau Toba. Destinasi superprioritas tersebut tidak hanya dijual melalui panorama alam, tetapi juga melalui seni, budaya, kreativitas generasi muda, kuliner, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Intelijen Ukraina Sebut 8 WNI Gabung Tentara Rusia

The Kaldera Festival sekaligus menjadi ruang kolaborasi untuk mempertemukan seniman, UMKM, komunitas, pemerintah, dan pelaku pariwisata.

Target akhirnya bukan sekadar meramaikan kalender event, tetapi membangun ekosistem pariwisata Danau Toba yang lebih berkelanjutan dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat lokal. (net)

Editor : Editor Satu
The Kaldera Festival Pariwisata Danau Toba bpodt