PAD Samosir Melonjak Rp2,72 Miliar
SAMOSIR, METRODAILY – Musim libur sekolah menjadi berkah bagi sektor pariwisata Kabupaten Samosir. Dalam kurun 19 Juni hingga 12 Juli 2026, sebanyak 132.398 wisatawan memadati dua destinasi unggulan, Panorama Tele dan Water Front City (WFC) Pangururan, yang berdampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp2,72 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan sektor pariwisata masih menjadi salah satu penggerak utama ekonomi di kawasan Danau Toba.
Ketua Pengelola WFC Pangururan, Rudi SM Siahaan, mengatakan lonjakan jumlah pengunjung selama libur sekolah menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri pariwisata di Kabupaten Samosir.
Baca Juga: 443 KK Korban Bencana di Tukka Tapteng Terima Dana Tunggu Hunian
"Mayoritas pengunjung berasal dari luar Kabupaten Samosir. Kondisi ini tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi hingga pelaku UMKM," ujarnya, Senin (13/7/2026).
Panorama Tele Jadi Magnet Wisatawan
Berdasarkan data pengelola, Panorama Tele menjadi destinasi dengan kunjungan tertinggi selama musim liburan.
Objek wisata yang berada di Kecamatan Harian itu dikunjungi 68.354 wisatawan, atau sekitar 51,6 persen dari total kunjungan di dua destinasi tersebut.
Dari jumlah itu, sebanyak 223 wisatawan merupakan warga Kabupaten Samosir yang menyumbang retribusi sebesar Rp2,23 juta.
Baca Juga: Tunjangan BPD Dipotong Rp150 Ribu, DPRD Humbahas Protes: Sudah Kecil, Kok Dikurangi Lagi?
Sementara 68.131 wisatawan berasal dari luar daerah dengan kontribusi retribusi mencapai Rp1,362 miliar.
Secara keseluruhan, Panorama Tele menghasilkan PAD sebesar Rp1.364.850.000, menjadikannya penyumbang terbesar penerimaan retribusi wisata selama periode libur sekolah.
WFC Pangururan Sumbang PAD Rp1,35 Miliar
Sementara itu, Water Front City Pangururan mencatat kunjungan 64.044 wisatawan.
Dari jumlah tersebut, 2.925 orang merupakan warga Kabupaten Samosir dengan kontribusi PAD sebesar Rp29,25 juta.
Baca Juga: Bupati Taput Percepat Penataan Tanggul Tarutung, Pedagang Akan Direlokasi
Sedangkan 61.119 wisatawan berasal dari luar daerah dan menghasilkan penerimaan retribusi sebesar Rp1.222.380.000.
Selain pendapatan dari tiket masuk, WFC Pangururan juga memperoleh pemasukan dari sektor periklanan sebesar Rp108,3 juta.
Dengan demikian, total PAD yang dihasilkan destinasi tersebut mencapai Rp1.359.930.000.
Lebih 97 Persen Pengunjung dari Luar Daerah
Secara keseluruhan, kedua destinasi wisata tersebut menerima 132.398 pengunjung, terdiri atas 3.148 wisatawan lokal dan 129.250 wisatawan dari luar Kabupaten Samosir.
Baca Juga: Chelsea Olivia Curhat Tahun Penuh Cobaan, Dua Anaknya Sempat Sakit
Artinya, lebih dari 97 persen wisatawan yang datang merupakan pengunjung dari luar daerah, yang turut memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat setempat.
Menurut Rudi, tingginya angka kunjungan menjadi indikator keberhasilan pemerintah daerah dalam meningkatkan daya tarik destinasi wisata di Samosir.
Ia menilai tren positif tersebut perlu terus dijaga melalui peningkatan kualitas pelayanan, kebersihan kawasan wisata, serta penyelenggaraan berbagai agenda dan atraksi yang mampu menarik lebih banyak wisatawan.
Baca Juga: Jelang Inggris vs Argentina, Declan Rice Masih Diragukan Tampil karena Cedera
"Kunjungan wisatawan selama libur sekolah juga memberikan dampak berganda terhadap perekonomian masyarakat. Tingkat hunian hotel meningkat, usaha kuliner dan transportasi lokal menggeliat, serta pelaku UMKM dan pedagang di sekitar kawasan wisata turut menikmati peningkatan aktivitas ekonomi selama musim liburan," pungkasnya. (net)
Editor : Editor Satu