Danau Toba Jadi Tuan Rumah Geofest Internasional, 40 Geosite Baru Disiapkan

Editor Satu • Dipublikasikan Selasa, 23 Juni 2026 | 16:15 WIB
Temu pers Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut bersama Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (23/6/2026).
Temu pers Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut bersama Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (23/6/2026).

MEDAN, METRODAILY – Danau Toba dipercaya menjadi tuan rumah Geotourism Festival and International Conference (Geofest) ke-7, ajang bergengsi yang mempertemukan jaringan UNESCO Global Geopark (UGGp) dari berbagai negara. 

Event internasional ini dimanfaatkan untuk memperluas kerja sama antar-geopark sekaligus memperkuat posisi Toba Caldera UNESCO Global Geopark sebagai destinasi wisata geologi kelas dunia.

General Manager Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Azizul Kholis, mengatakan Geofest ke-7 menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring internasional yang diharapkan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan ke kawasan Danau Toba.

"Kita akan memperkuat kerja sama dengan geopark lainnya, misalnya Geopark Lenggong, Langkawi, geopark di Thailand, Filipina dan lainnya. Kerja sama itu akan dicanangkan pada saat Geofest ke-7," ujar Azizul dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (23/6/2026).

Melalui kolaborasi tersebut, Kaldera Toba ditargetkan masuk ke dalam paket perjalanan wisata geopark kawasan Asia Pasifik sehingga mampu meningkatkan daya tarik wisatawan mancanegara.

Digelar 1-5 Juli di Tiga Kabupaten

Puncak Geofest ke-7 akan berlangsung pada 1-5 Juli 2026 di tiga kabupaten kawasan Danau Toba, yakni Simalungun, Samosir, dan Karo.

Berbagai agenda internasional telah disiapkan, mulai dari penandatanganan kerja sama antar-UNESCO Global Geopark, seminar penguatan tata kelola geopark, peresmian geosite baru, hingga forum ilmiah internasional yang melibatkan para pakar dari berbagai negara.

Menurut Azizul, rangkaian Geofest tidak hanya berlangsung di Sumatera Utara. Sebelumnya telah digelar pra-event di Raja Ampat, sementara setelah pelaksanaan di Danau Toba akan dilanjutkan dengan post-event di Lenggong, Malaysia.

"Event ini cukup panjang. Sebelumnya pra-event dilakukan di Raja Ampat, kemudian main event di Danau Toba sebagai tuan rumah, dan dilanjutkan post-event di Lenggong. Kesempatan ini akan kita manfaatkan semaksimal mungkin agar Kaldera Toba semakin dikenal dunia," katanya.

Tambah 40 Geosite Baru

Salah satu agenda strategis Geofest tahun ini adalah penetapan sedikitnya 40 geosite baru di kawasan Kaldera Toba.

Penambahan geosite tersebut diharapkan mampu memperkaya destinasi wisata geologi, memperpanjang lama tinggal wisatawan (length of stay), sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba.

"Kita akan menambah sekitar 40 geosite Kaldera Toba sehingga wisatawan memiliki lebih banyak pilihan destinasi dan waktu kunjungan mereka juga menjadi lebih lama," jelas Azizul.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Sumut, Adryanta Putra Ginting, menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Geofest ke-7.

Menurutnya, kegiatan berskala internasional tersebut diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat lokal.

"Kita akan memberikan dukungan penuh karena ini merupakan event internasional. Mudah-mudahan mampu mendorong perekonomian masyarakat, meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus memperkuat popularitas Danau Toba di tingkat dunia," ujarnya.

Geofest ke-7 diharapkan menjadi momentum penting bagi Sumatera Utara untuk memperkuat citra Danau Toba sebagai destinasi geopark kelas dunia sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional yang berdampak pada pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah. (H15/DIS)

Editor : Editor Satu
geofest internasional danau toba geosite