TAPUT, METRODAILY – Komisi VII DPR Dukung Penguatan Budaya di Danau Toba, Dorong Event Besar Jadi Penggerak Wisata
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menegaskan bahwa penguatan budaya di kawasan Danau Toba harus menjadi prioritas utama dalam pengembangan pariwisata nasional.
Menurutnya, Danau Toba sebagai danau vulkanik terbesar di dunia tidak bisa hanya mengandalkan panorama alam untuk menarik wisatawan, melainkan juga harus diperkuat dengan identitas budaya yang hidup dan berkelanjutan.
Baca Juga: Air Danau Toba Surut, IPB Waspadai Risiko Ikan Mati Massal di Keramba
Pernyataan itu disampaikan Lamhot saat menerima kunjungan Ketua Umum Persatuan Artis Batak Indonesia (PARBI), Charlie Hutasoit, dalam pembahasan gelaran “Tona Sian Huta – Opera dan Konser Musik” yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juli 2026 di Gedung Jetun Silangit, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Budaya Jadi Fondasi Pariwisata Danau Toba
Lamhot menilai, event “Tona Sian Huta” bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan strategi penguatan identitas budaya Batak sebagai fondasi pengembangan pariwisata Danau Toba.
“Tona Sian Huta adalah bukti bahwa budaya Batak bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi nafas utama yang harus menjadi penggerak pariwisata Danau Toba ke depan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Dor! Pencuri Motor Kodim 0207/Simalungun Ditembak dan Diringkus Polisi
Ia menekankan, destinasi super prioritas seperti Danau Toba membutuhkan agenda budaya berskala besar yang rutin digelar untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan dan meningkatkan belanja di daerah.
Efek Domino Ekonomi dari Event Budaya
Politikus Partai Golkar itu menegaskan, sektor pariwisata memiliki efek domino besar terhadap ekonomi lokal.
Menurutnya, setiap penyelenggaraan event budaya akan menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM dan ekonomi kreatif.
“Ini bukan sekadar hiburan. Ini investasi sosial dan ekonomi. Budaya harus menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga: H-1 Idul Adha, Pemko Siantar Perketat Pengawasan Hewan Kurban di Titik Penjualan
Opera Batak hingga UMKM Lokal Disatukan di Satu Panggung
Pagelaran “Tona Sian Huta” akan menghadirkan perpaduan opera Batak, konser musik, seni tradisional, hingga visual modern yang dirancang untuk menarik generasi muda tanpa meninggalkan nilai budaya.
Selain panggung utama, panitia juga menyiapkan tenant UMKM yang menampilkan produk lokal seperti kuliner khas Batak, ulos, hingga kerajinan tangan masyarakat sekitar Danau Toba.
Lamhot menegaskan keterlibatan UMKM menjadi elemen penting karena budaya dan ekonomi tidak dapat dipisahkan.
Baca Juga: Wali Kota Siantar Tinjau Program MBG di SMPN 4, Pesankan Mutu Pendidikan
Gerakan Kebudayaan dan Kekuatan Diaspora Batak
Ketua Umum PARBI, Charlie Hutasoit, menyebut “Tona Sian Huta” sebagai gerakan kebudayaan untuk membangkitkan kembali kebanggaan masyarakat Batak terhadap tanah leluhur.
“Tapanuli Utara sangat layak menjadi pusat panggung kolosal yang menyatukan seni, musik, dan tradisi,” katanya.
Ia juga menargetkan kehadiran diaspora Batak dari dalam dan luar negeri untuk memperkuat promosi wisata Danau Toba secara organik melalui jejaring komunitas.
Baca Juga: Heboh Isu Pertalite Oplosan di Silou Kahean, Polisi Cek Warung Eceran
Event ini mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Koperasi dan UMKM.
Penyelenggara berharap “Tona Sian Huta” dapat menjadi agenda tahunan unggulan Sumatera Utara dan masuk dalam kalender event budaya nasional.
Tiket telah tersedia melalui platform LOKET.COM dan dapat diakses melalui QR code pada materi promosi resmi. Panitia juga menyediakan layanan informasi via WhatsApp untuk pembelian tiket dan informasi acara. (net)
Editor : Editor Satu