TOBA, METRODAILY – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Toba turun langsung menindaklanjuti keluhan wisatawan terhadap The Boat Homestay & Spa Balige yang viral di salah satu platform digital.
Peninjauan lapangan dilakukan tim Disbudpar pada Jumat (27/3) atas arahan Sekretaris Disbudpar, Tumpal Panjaitan, guna memastikan kesesuaian informasi dengan kondisi di lapangan.
Kegiatan dipimpin Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Bilhot Sirait, bersama enam staf dengan fokus pada pengecekan fisik penginapan, fasilitas kamar, lingkungan, serta klarifikasi terhadap keluhan yang beredar.
Baca Juga: Libur Lebaran Dongkrak Pariwisata, Hunian Hotel di Toba Tembus 85 Persen
Dari hasil inspeksi, Disbudpar memastikan tidak ditemukan unsur penipuan dalam pengelolaan homestay tersebut. Permasalahan lebih disebabkan oleh perbedaan persepsi antara ekspektasi tamu dan konsep penginapan.
Pengelola homestay, Sebastian Hutabarat, menjelaskan bahwa pemandangan Danau Toba dari lokasi sebenarnya ada, namun sebagian terhalang vegetasi.
“Pemandangan danau tetap ada, hanya sedikit tertutup pohon,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman wisatawan terhadap konsep homestay yang berbeda dengan hotel konvensional.
Baca Juga: Gol Menit Akhir Undav Selamatkan Jerman, Ghana Dipaksa Kalah 2-1
“Menginap di homestay tidak sama dengan hotel yang menyediakan fasilitas lengkap seperti resepsionis dan layanan standar lainnya,” jelasnya.
Selain itu, beberapa aspek yang sempat dipersoalkan, seperti kondisi bangunan, ternyata merupakan bagian dari desain yang mengusung konsep alami.
Faktor lain yang turut memengaruhi pengalaman tamu adalah waktu kedatangan di luar jam check-in, yang berdampak pada kesiapan pelayanan.
Meski demikian, Sebastian bersama istrinya, Imelda Tiurniari br. Napitupulu, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berkomitmen melakukan perbaikan layanan ke depan.
Baca Juga: Kacau! Dean James Dilarang Latihan di Klub Imbas Masalah Paspor
Disbudpar menegaskan akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaku usaha pariwisata guna menjaga kualitas layanan serta kepercayaan wisatawan, khususnya di kawasan strategis seperti Danau Toba. (net)