TOBA, METRODAILY – Tingkat hunian atau okupansi hotel di Kabupaten Toba mengalami penurunan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Penurunan terjadi di sejumlah hotel, mulai dari kelas melati hingga hotel berbintang.
Manajer Hotel Nabasa Balige, Febri, mengatakan penurunan terlihat dari masih tersedianya kamar kosong selama masa libur Nataru, yang biasanya menjadi periode puncak kunjungan wisata.
“Kita tidak tahu pasti apakah ini karena minat masyarakat untuk menginap berkurang atau dampak dari kondisi ekonomi nasional yang belum stabil. Yang jelas, okupansi menurun dibandingkan tahun lalu,” ujar Febri, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Gubsu Bobby Nasution dan Bupati Tapteng Tinjau Lokasi Huntap Korban Bencana
Hal senada disampaikan Humas Hotel Labersa Toba, Sahat Butarbutar. Ia menilai kebijakan efisiensi anggaran turut memengaruhi menurunnya tingkat hunian hotel selama libur akhir tahun.
“Pemberlakuan efisiensi anggaran berdampak pada menurunnya perputaran uang. Ditambah kondisi ekonomi yang belum stabil, membuat masyarakat lebih menahan pengeluaran, termasuk untuk menginap di hotel,” jelas Sahat.
Meski demikian, Sahat mengaku pihak manajemen Hotel Labersa belum dapat menyampaikan data rinci terkait persentase penurunan okupansi dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Rumah Lansia di Tanah Jawa Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp100 Juta
“Perbandingan angka hunian tahun 2024 dan 2025 masih kami hitung. Setelah data dirangkum dan dianalisis, tentu akan kami sampaikan kepada rekan-rekan wartawan,” katanya.
Penurunan okupansi hotel selama Nataru ini menjadi catatan bagi pelaku usaha pariwisata di kawasan Danau Toba, mengingat libur akhir tahun selama ini menjadi salah satu periode utama penggerak sektor pariwisata dan ekonomi lokal. (net)
Editor : Editor Satu