Mahasiswa Poltekpar Medan Luncurkan Katalog Desa Wisata Sait Buttu
Editor Satu• Kamis, 6 November 2025 | 15:52 WIB
Katalog Desa Wisata Sait Buttu hasil karya mahasiswa Poltekpar Medan diluncurkan di Nagori Sait Buttu, Simalungun.
Dorong Promosi Pariwisata Berkelanjutan di Lereng Pegunungan Toba
MEDAN, METRODAILY – Mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan Program Studi Destinasi Pariwisata meluncurkan Katalog Desa Wisata Sait Buttu, di Nagori Sait Buttu, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Minggu (2/11/2025).
Peluncuran ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan berbasis potensi lokal.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Field Project Study (FPS), yang melibatkan masyarakat dalam observasi potensi wisata, pendampingan pengelolaan destinasi, hingga penyusunan media promosi.
Katalog Desa Wisata Sait Buttu berisi informasi menarik tentang keindahan alam, budaya, kuliner, serta aktivitas wisata berbasis masyarakat, lengkap dengan paket wisata tematik yang dirancang untuk memperkenalkan desa secara lebih luas dan berkesan.
Peluncuran katalog turut dihadiri oleh Pangulu Nagori Sait Buttu Irwan Ompusunggu, Kabid Pengembangan Produk Pariwisata Dinas Pariwisata Simalungun Dian Pratiwi, serta perwakilan komunitas lokal seperti Pokdarwis, KUBE Buttu Jaya, Galansia, Patrajas, dan Bank Sampah Simpatik.
Ketua FPS Sait Buttu, Bhimo Adrian Abimayu, menjelaskan bahwa penyusunan katalog dilakukan secara kolaboratif antara mahasiswa dan warga.
“Seluruh proses, mulai dari pengumpulan data hingga desain akhir, dilakukan bersama warga sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dalam membangun sektor pariwisata,” ujarnya.
Bhimo menambahkan, kegiatan ini bukan hanya sekadar praktik akademik, tetapi juga bentuk kontribusi nyata terhadap pengembangan destinasi wisata berkelanjutan di Kabupaten Simalungun.
“Kami ingin membuktikan bahwa kerja sama antara dunia pendidikan dan masyarakat dapat melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada kemajuan desa wisata,” katanya.
Desa Wisata Sait Buttu terletak di kaki Pegunungan Toba pada ketinggian 900–1.200 meter di atas permukaan laut, dengan suhu sejuk antara 18–28°C.
Lanskapnya bergunung landai, dikelilingi hamparan perkebunan teh PTPN IV Unit Teh Sidamanik yang menjadi daya tarik utama wisatawan.
Mengusung konsep Agrowisata dan Eduwisata, Desa Sait Buttu menawarkan pengalaman autentik menikmati kehidupan pedesaan, berpadu dengan harmoni budaya Batak dan Jawa yang hidup berdampingan di tengah aktivitas wisata.
Dengan dukungan kelembagaan Desa Wisata Sait Buttu Saribu dan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), masyarakat aktif menerapkan prinsip Sapta Pesona untuk menciptakan lingkungan wisata yang aman, tertib, dan berkesan.
Sinergi ini menjadikan Sait Buttu bukan sekadar destinasi wisata alam, tetapi juga ruang pembelajaran tentang kehidupan berkelanjutan dan kearifan lokal Simalungun. (Net)