Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Isu Kartu Hijau Geopark Kaldera Toba Mencuat, Tapi UNESCO Belum Umumkan Resmi

Editor Satu • Jumat, 1 Agustus 2025 | 12:50 WIB

Tim asesor UNESCO Geopark Caldera Toba Prof. Jose Brilha dan Jeon Yongmun saat berkunjung ke Samosir.
Tim asesor UNESCO Geopark Caldera Toba Prof. Jose Brilha dan Jeon Yongmun saat berkunjung ke Samosir.

MEDAN, METRODAILY – Meski kabar gembira soal status green card (kartu hijau) Geopark Kaldera Toba mulai beredar luas usai revalidasi 21–25 Juli 2025, namun UNESCO belum mengeluarkan pengumuman resmi.

Kabar yang berhembus ini pun memicu kehebohan di kalangan pejabat dan pemerhati geopark.

Isu status hijau ini mencuat saat rapat antara Sekdaprov Sumut Togap Simangunsong dan Komisi VII DPR RI di Kaldera Toba, Sabtu (26/7). Dalam rapat itu, disebutkan seluruh rekomendasi UNESCO telah dipenuhi, sehingga status green card dipercaya akan kembali diraih.

Baca Juga: Polda Sumut Targetkan 4 Ribu Siswa Terima Makan Bergizi Gratis di Siantar–Simalungun

Namun General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BPTCUGGp), Azizul Kholis, memastikan belum ada pengumuman resmi dari UNESCO.

“Sejauh ini belum ada, belum. Pengumuman baru akan keluar setelah sidang council UNESCO di Chili, 5–8 September 2025,” tegas Azizul, Rabu (31/7).

Meski begitu, Azizul optimistis hasil lapangan sesuai harapan. Tim Asesor UNESCO sebelumnya menyebut semua rekomendasi telah dipenuhi dalam closing meeting.

Perjuangan meraih kembali status green card melibatkan pemerintah pusat, Pemprov Sumut, tujuh kabupaten se-kawasan Danau Toba, hingga berbagai stakeholder.

Baca Juga: Gantikan Jabatan Kosong, Albert Saragih Dilantik Jadi Pj Sekda Simalungun

“Kami sudah bekerja maksimal. Pak Sekda tidak salah, dan saya tidak membantah optimisme beliau,” kata Azizul.

UNESCO sebelumnya memberikan kartu kuning karena empat rekomendasi belum terpenuhi, yaitu:

  1. Peningkatan kegiatan edukasi berbasis riset.

  2. Revitalisasi dan optimalisasi badan pengelola.

  3. Pembelajaran manajemen prinsip UNESCO Global Geopark (UGGp).

  4. Peningkatan visibilitas seperti pembangunan gerbang, monumen, dan panel interpretasi.

Baca Juga: Pelajar di Siantar Nobar Film Cut Nyak Dien & Dapat Edukasi Cinta Rupiah

Kini semua rekomendasi itu diklaim telah dipenuhi. Tinggal menunggu keputusan final dari sidang UNESCO Council. (mbc)

 
Editor : Editor Satu
#Kartu Hijau Geopark Kaldera Toba #unesco