Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Asesor UNESCO: Kalian Tinggal di Tempat Spesial, Danau Toba Harus Dijaga

Editor Satu • Kamis, 24 Juli 2025 | 17:11 WIB

Tim asesor UNESCO Geopark Caldera Toba Prof. Jose Brilha dan Jeon Yongmun meninjau Kampung Ulos Huta Raja.
Tim asesor UNESCO Geopark Caldera Toba Prof. Jose Brilha dan Jeon Yongmun meninjau Kampung Ulos Huta Raja.

SAMOSIR, METRODAILY – Hari kedua revalidasi Geopark Kaldera Toba oleh UNESCO dimanfaatkan tim asesor untuk menyampaikan pesan penting: masyarakat Danau Toba harus sadar betapa luar biasanya tempat tinggal mereka.

Asesor UNESCO Global Geopark Prof. Jose Brilha menegaskan pentingnya generasi muda memahami nilai luar biasa Danau Toba sebagai warisan geologi, alam, dan budaya dunia.

“Danau Toba ada di semua buku geologi, dikenal di seluruh dunia. Kalian tinggal di tempat yang sangat spesial. Kalian harus bisa melindungi dan mewariskannya ke generasi berikutnya,” kata Brilha di hadapan siswa SMKN 1 Simanindo, Rabu (23/7/2025).

Baca Juga: Asesor UNESCO Kaget Tiket Masuk Taman Eden 100 Cuma Rp50 Ribu, Padahal Layak 10 Kali Lipat

Di Kabupaten Samosir, Brilha bersama rekannya Dr. Jeon Yongmun mengunjungi beberapa geosite penting, seperti Batu Siallagan, Kampung Ulos Huta Raja, dan Pusat Informasi Sigulati. Keduanya mengapresiasi sejarah lokal yang disampaikan pengelola, namun juga memberikan sejumlah masukan.

“Pemahaman pemandu perlu ditingkatkan agar informasi yang diberikan akurat. Gunakan bahasa sederhana di papan informasi, bahkan kartun agar anak-anak tertarik dan mudah mengerti,” ujar Brilha.

Tim asesor UNESCO Geopark Caldera Toba Prof. Jose Brilha dan Jeon Yongmun meninjau Geosite Sialagan.
Tim asesor UNESCO Geopark Caldera Toba Prof. Jose Brilha dan Jeon Yongmun meninjau Geosite Sialagan.

Tenaga Ahli Geologi Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp), Lismawati, mengatakan bahwa pendidikan adalah salah satu tujuan utama geopark.

“Karena itu beberapa sekolah sudah memasukkan Geopark Kaldera Toba dalam kurikulum. Namun kita perlu lebih maksimal lagi,” jelasnya.

Baca Juga: Epza Keberatan Sidang Kasus Rizky Ansari Digelar Online, Ini Alasan Jaksa

Senada, Sekretaris Dewan Pengarah BP TCUGGp, Dikky Anugerah, menyebut kehadiran asesor bukan untuk menilai, melainkan memberi arahan dan masukan demi perbaikan berkelanjutan.

“Tak ada geopark yang sempurna. Karena itu perbaikan terus dilakukan dari waktu ke waktu. Prinsipnya adalah keberlanjutan,” tegas Dikky.

Hari terakhir revalidasi, Kamis (24/7), tim asesor dijadwalkan meninjau Geosite Simalem Resort, Air Terjun Sipisopiso, Tongging, dan Silalahisabungan, sebelum menutup rangkaian kegiatan di Kota Medan.
(H15/DISKOMINFO SUMUT)

Editor : Editor Satu
#Asesor UNESCO #danau toba #geopark kaldera toba