Asesor UNESCO Kaget Tiket Masuk Taman Eden 100 Cuma Rp50 Ribu, Padahal Layak 10 Kali Lipat
Editor Satu• Kamis, 24 Juli 2025 | 17:06 WIB
Kedua asesor UNESCO Global Geopark Kaldera Toba Prof. Jose Brilha dan Dr. Jeon Yongmun menikmati makanan dan minuman produk UMKM kawasan Danau Toba di Geosite Huta Ginjang Humbahas.
TOBA, METRODAILY – Asesor UNESCO Global Geopark Kaldera Toba, Prof. Jose Brilha, mengaku terkejut saat mengetahui harga tiket masuk ke Geosite Taman Eden 100 di Kabupaten Toba.
Menurutnya, tarif kunjungan yang hanya Rp50.000 untuk turis asing sangat murah dibanding pengalaman berharga yang ditawarkan.
“Berkeliling di sini, mempelajari semuanya, menikmati sungai dan air terjun, kita bisa meminta mereka (wisatawan) 10 kali lipat dari harga saat ini dan itu masih tergolong murah,” ujar Jose Brilha usai meninjau langsung kawasan seluas 40 hektare itu, Selasa (22/7/2025), dalam rangka revalidasi UNESCO Global Geopark Kaldera Toba.
Saat ini, tarif bagi wisatawan lokal bahkan lebih murah lagi, hanya Rp30.000 per orang. Pengelola Taman Eden 100, Made Sirait, mengatakan pihaknya sengaja mematok harga terjangkau agar masyarakat bisa lebih dekat dengan alam Danau Toba.
“Kita ingin masyarakat lebih teredukasi, mengenal flora dan fauna khas Danau Toba, serta mendukung pelestarian kawasan ini,” ujar Made.
Selain keindahan alam, para asesor UNESCO juga dibuat kagum oleh kekayaan kuliner lokal. Di Geosite Huta Ginjang, Jose Brilha dan rekannya Dr. Jeon Yongmun disuguhi aneka makanan UMKM seperti ombus-ombus, keripik andaliman, hingga kopi wine khas Danau Toba yang sempat jadi minuman penyambut tamu di KTT G20.
“Selama di sini saya banyak makan. Makanannya enak-enak dan unik,” ucap Dr. Jeon Yongmun sambil menyantap mangga khas Toba dengan lahap.
Setelah dari Kabupaten Toba, tim asesor dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Samosir untuk meninjau Geosite Huta Sialagan, SMKN 1 Simanindo, Huta Raja dan Sigulati. Selanjutnya mereka bergerak ke wilayah Kabupaten Karo, mengunjungi Simalem Resort, Air Terjun Sipisopiso, Tongging, hingga Silalahi. (H15/DIS)