Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Revalidasi Geopark Kaldera Toba Dimulai, Dua Asesor UNESCO Turun Langsung ke Lokasi

Editor Satu • Selasa, 22 Juli 2025 | 14:59 WIB

Asesor UNESCO dijadwalkan meninjau sejumlah geosite di kawasan Danau Toba, termasuk Taman Eden dan Sipiso-piso.
Asesor UNESCO dijadwalkan meninjau sejumlah geosite di kawasan Danau Toba, termasuk Taman Eden dan Sipiso-piso.

MEDAN, METRODAILY – Geopark Kaldera Toba kembali diuji! Proses revalidasi untuk mempertahankan status green card dari UNESCO Global Geopark (UGGp) resmi dimulai, Senin (21/7/2025).

Dua asesor internasional yang ditunjuk UNESCO, Prof Jeon Yongmun dari Korea Selatan dan Prof Jose Brilha dari Portugal, telah mendarat di Bandara Silangit, Tapanuli Utara.

Kedatangan keduanya menandai dimulainya inspeksi ketat terhadap pengelolaan Kaldera Toba, dengan menelusuri langsung geosite dan mengevaluasi dokumen revalidasi yang diserahkan Badan Pengelola Toba Caldera UGGp.

Baca Juga: Ditangkap Sat Resnarkoba di Halaman Rumah, Kedua Pria Ini Kedapatan Miliki 4 Paket Sabu

Dokumen itu meliputi self-assessment Dokumen A dan B, appendix, annual report, dan progress report atas rekomendasi UNESCO sebelumnya.

“Validator akan mengecek bukti fisik dari semua laporan yang kami ajukan,” ujar Tikwan Raya Siregar, Manajer Divisi Kerjasama, Promosi, dan Publikasi BP Toba Caldera UGGp, Senin (21/7).

Pada 2023 lalu, UNESCO sempat menjatuhkan kartu kuning karena menilai pengelolaan Geopark Kaldera Toba masih memiliki sejumlah kelemahan mendesak. Karena itu, masa revalidasi dipercepat menjadi dua tahun—setengah dari periode normal.

Menurut Tikwan, ada empat rekomendasi utama dari UNESCO yang kini menjadi fokus penilaian. Keberhasilan menjawab tantangan ini akan menentukan apakah Kaldera Toba layak mempertahankan predikat green card atau justru terdegradasi dari jaringan geopark dunia.

Baca Juga: Hutan di Kawasan Danau Toba Terbakar Lagi, Samosir Dilanda Karhutla

“Kemampuan kita menunjukkan progres nyata dan pengelolaan berkelanjutan sangat menentukan hasil sidang Komite UNESCO pada September 2025 di Chile,” tegasnya.

Optimisme tinggi tetap digaungkan. Tikwan menyebut dukungan penuh dari Pemprov Sumut, tujuh pemerintah kabupaten di kawasan Kaldera Toba, serta kementerian terkait di Jakarta, jadi modal penting.

“UNESCO pasti bisa melihat sinyal kuat dari Indonesia untuk mempertahankan Kaldera Toba. Komitmen terhadap edukasi, konservasi, dan keberlanjutan sangat besar,” tambahnya.

Kedua asesor juga akan menilai langsung keterlibatan masyarakat lokal dan inklusivitas pengelolaan. Edukasi, sosialisasi, dan visibilitas di lokasi geosite menjadi sorotan utama.

Baca Juga: Dandim 0211/TT Serahkan 3 Ton Beras Bantuan Panglima TNI ke SPPG di Sibolga dan Tapteng

Sejak hari pertama, kedua validator disambut hangat oleh pejabat dan kepala daerah. Mereka dijamu dalam sesi makan bersama oleh bupati dari kawasan Kaldera Toba secara bergiliran, dan dijadwalkan bertemu langsung dengan Gubernur Sumut Bobby Nasution pada malam terakhir kunjungan mereka di Medan.

Sebelum kembali ke negara asal pada 25 Juli, para validator dijadwalkan mengikuti bedah dokumen dan konferensi pers untuk memaparkan hasil pemantauan awal ke publik. (net)

Editor : Editor Satu
#unesco global geopark #geopark kaldera toba