Air Danau Toba Mendadak Keruh, Tepat di Momen Penilaian UNESCO Geopark
Editor Satu• Selasa, 22 Juli 2025 | 12:40 WIB
Sebagian permukaan air Danau Toba, Sumatera Utara, keruh berwarna kecoklatan diunggah dan ramai di media sosial.
SIMALUNGUN, METRODAILY – Air Danau Toba mendadak keruh dan viral di media sosial, tepat menjelang revalidasi Toba Caldera Unesco Global Geopark yang digelar 21–25 Juli 2025. Fenomena ini langsung memantik perhatian publik, terutama karena warna air berubah menjadi kecoklatan seperti air selokan.
Dalam video yang beredar dan dilihat Senin (21/7), air Danau Toba tampak berwarna coklat pekat. Peristiwa ini disebut terjadi pada Minggu (20/7).
“Air Danau Toba berubah warna jadi kayak air paret,” tulis narasi dalam video yang ramai dibagikan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir, Tetty Naibaho, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, keruhnya air Danau Toba disebabkan cuaca ekstrem dan angin kencang.
“Ombak besar akibat angin kencang membuat air berubah warna. Setelah cuaca normal, air bisa kembali jernih,” ujar Tetty.
Fenomena air keruh ini dinilai rawan mempengaruhi penilaian tim asesor dari UNESCO yang tengah melakukan kunjungan dalam rangka revalidasi status Geopark.
Kadisbudparekraf Sumut, Yudha Pratiwi, mengaku pihaknya menyadari bahwa tim penilai akan melintasi kawasan air yang keruh tersebut.
“Mudah-mudahan tidak mengurangi skor penilaian untuk green card dari UNESCO,” harapnya.
Perubahan warna air Danau Toba bukan kali pertama terjadi. Warga sekitar menyebut fenomena ini biasa terjadi saat musim kemarau panjang.
“Kalau musim kemarau panjang, angin kencang membuat gelombang besar. Air danau berputar tidak menentu, makanya berubah warna jadi kuning dan kotor,” kata NN Sihotang, warga setempat.