Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Objek Wisata Andalan Labura Minim, 20 Lokasi Dikelola Perorangan

Editor Satu • Jumat, 13 Juni 2025 | 11:55 WIB
Kabid Pariwisata Labura, JR Simanjutak.
Kabid Pariwisata Labura, JR Simanjutak.

LABURA, METRODAILY – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) sangat minim.

Dari 20 objek wisata yang tersebar di enam kecamatan, hampir semuanya dikelola perorangan. Satu-satunya destinasi milik pemerintah, yakni Objek Wisata Aekburu di Kecamatan Na IX-X, kini rusak berat.

Kondisi memprihatinkan itu diungkap Kadis Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Labura melalui Kabid Pariwisata JR Simanjuntak, Kamis (12/6).

Baca Juga: Ketahuan Mencuri di Bengkel, 3 Remaja Dihajar Massa Dekat Warung Tuak

“Objek wisata Aekburu yang dulu sempat booming, sekarang fasilitasnya sudah rusak parah. Hampir semua objek wisata lain juga dikelola individu, bukan pemerintah,” ujarnya.

Minimnya peran pemerintah membuat PAD dari sektor ini nyaris tak bergerak. Simanjuntak mengakui, hingga kini Labura belum memiliki payung hukum berupa Perda Pariwisata sebagai dasar pungutan retribusi.

Ia menjelaskan, Labura tengah mengusulkan Rp300 juta dari APBD 2025 untuk menyusun Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Kabupaten (Riperkab), sebagai syarat awal jika ingin mendapat bantuan dari Kementerian Pariwisata.

Baca Juga: Miris! Jumlah Perokok Anak Tembus 5,9 Juta, Ada yang Mulai Sejak Usia 4 Tahun

Total kebutuhan anggaran Riperkab diperkirakan mencapai Rp700–Rp800 juta, dan telah ditunjuk UGM sebagai lembaga pelaksana kajian.

"Riperkab ini jadi pintu masuk. Tanpa itu, semua bantuan dan program pusat akan sulit diterima,” ujarnya.

Berikut sebaran objek wisata di Labura:

Sementara Marbau dan Kualuh Hilir masih nihil objek wisata hingga kini. (ant)

Editor : Editor Satu
#objek wisata di Labura