Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Geobike Kaldera Toba Kembali Digelar, Perkuat Revalidasi Green Card UNESCO

Editor Satu • Selasa, 10 Juni 2025 | 14:20 WIB
Geobike Kaldera Toba yang telah menjadi agenda tahunan pariwisata di Danau Toba.
Geobike Kaldera Toba yang telah menjadi agenda tahunan pariwisata di Danau Toba.

TOBA, METRODAILY – Event tahunan Geobike Kaldera Toba kembali digelar tahun ini untuk memperkuat revalidasi status Green Card dari UNESCO terhadap kawasan Kaldera Toba.

Gelaran ke-8 ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Juni 2025, dan akan melintasi wilayah Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar.

“Event ini bukan hanya ajang olahraga, tapi juga media edukasi dan promosi Kaldera Toba sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark,” ujar Direktur Festival Geobike Kaldera Toba, Niko Sitohang, Senin (9/6/2025).

Baca Juga: BI Sibolga dan Pemkab Toba Panen Perdana Padi Gamagora

Event ini digagas oleh Rumah Karya Indonesia dan Jendela Toba, serta berkolaborasi dengan Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TC-UGGp).

Tahun ini, Geobike mengusung konsep baru: memperkenalkan kekayaan geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati Danau Toba melalui jalur sepeda.

Selama tiga hari, para peserta akan melintasi berbagai geosite strategis Kaldera Toba. Hari pertama rute dimulai dari Raya, Rumah Bolon Raja Purba, Gogoh Konveksi, Simarjarunjung, Pelabuhan Tigaras, Batu Gantung (via kapal), Pantai Bebas Parapat, hingga Mess Pemprov.

Hari kedua, rute meliputi Pusat Informasi Geopark, Simpang Aek Nauli, Sipolha, Kebun Teh Sidamanik, Desa Agrowisata Sait Buttu, dan Tugu Becak Siantar.

Baca Juga: Pasar Aksara 'Disulap' Jadi Kafe, Dituding Ada Kepentingan Tersembunyi

“Di sepanjang rute, peserta akan menemukan pos edukasi yang menjelaskan nilai-nilai universal yang dimiliki Kaldera Toba sebagai geopark dunia,” jelas Niko.

Selain bersepeda, kegiatan ini juga melibatkan UMKM lokal dalam penyediaan logistik dan kuliner, serta menghadirkan pertunjukan seni dan budaya dari komunitas setempat. Pelibatan ini bertujuan mendukung ekonomi masyarakat dan pelestarian budaya di kawasan Danau Toba.

Niko berharap Geobike Kaldera Toba 2025 mampu menarik minat luas, tidak hanya dari komunitas pesepeda, tetapi juga masyarakat umum, media, dan pemangku kepentingan sebagai bentuk dukungan terhadap revalidasi status UNESCO.

Baca Juga: Seorang Pemotor Tewas Ditabrak Innova di Batangtoru

“Mari kita bersepeda sambil menjelajah alam, merayakan budaya, dan memperkuat posisi Kaldera Toba di mata dunia,” tutupnya. (net)

Editor : Editor Satu
#kaldera toba #Green Card dari UNESCO #Geobike Kaldera Toba