Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Aek Sirahar Meluap, Jembatan di Barus Putus Diterjang Banjir Bandang

Editor Satu • Minggu, 20 April 2025 | 10:46 WIB
Barus dilanda banjir akibat Sungai Aek Sirarar meluap.
Barus dilanda banjir akibat Sungai Aek Sirarar meluap.

BARUS, METRODAILY - Banjir bandang kembali melanda Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sabtu malam (19/4/2025), menyebabkan kerusakan infrastruktur yang makin parah.

Satu unit jembatan rambing penghubung tiga desa—Desa Kinali, Desa Pasar Tarandam, dan Desa Padang Masiang—dilaporkan putus akibat derasnya aliran Sungai Aek Sirahar.

Ketua DPRD Tapteng, Ahmad Rivai Sibarani, turun langsung ke lokasi dan mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera bertindak.

Ia menyebut kondisi bronjong sungai yang sebelumnya telah rusak, kini semakin parah diterjang luapan air sungai.

“Kami minta Kementerian PUPR dan pihak terkait bertindak cepat. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bergerak,” tegas Ahmad Rivai saat meninjau jembatan yang roboh di Padang Masiang, Sabtu malam.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Barus sejak pukul 16.00 WIB membuat debit air Sungai Aek Sirahar naik drastis. Sekitar pukul 19.00 WIB, banjir mulai meluap dan merendam permukiman. Satu jam kemudian, air sudah memasuki rumah-rumah warga.

Baca Juga: TPL Dorong Kemandirian Pangan Lewat Intercrop Eukaliptus-Jagung di Taput

Desa Kinali Paling Terdampak

Camat Barus, Sanggam Panggabean, menyebut Desa Kinali sebagai wilayah terparah. Ketinggian air mencapai satu meter atau setinggi pinggang orang dewasa.

“Banjir sangat deras. Banyak rumah warga yang terendam. Kami masih terus mengevakuasi warga ke lokasi aman bersama BPBD, TNI, dan Polri,” kata Sanggam saat dihubungi Minggu dini hari (20/4/2025).

Ia menambahkan, banjir juga membawa material kayu dan ranting pohon dari hulu yang memperparah kondisi banjir dan mempercepat kerusakan bronjong sungai.

“Bronjong di Desa Kinali jebol terbawa arus. Itu sebab utama air masuk ke permukiman warga,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, ratusan rumah dilaporkan terendam dan proses evakuasi masih berlangsung.

Belum ada laporan korban jiwa, namun warga mengeluhkan lambatnya penanganan infrastruktur sungai yang dinilai menjadi penyebab utama banjir berulang.

“Sungai Aek Sirahar sudah berkali-kali meluap. Kami harap ada solusi permanen, bukan cuma datang saat banjir besar terjadi,” kata seorang warga Barus.

Sebelumnya, pada Selasa (15/4/2025), banjir juga menerjang tujuh desa di Barus akibat luapan sungai yang sama. Dengan kejadian ini, Barus mengalami dua kali banjir besar hanya dalam waktu lima hari. (net)

Editor : Editor Satu
#Barus banjir