Mediasi Berakhir Damai, Akses Wisata Silemeleme Dibuka Lagi
Editor Satu• Selasa, 25 Maret 2025 | 11:00 WIB
Akses ke objek wisata Silemeleme, Pollung, Humbahas, kembali dibuka.
HUMBAHAS, METRODAILY - Setelah nyaris satu hari ditutup, akses masuk Agrowisata Silemeleme di Pollung, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, akhirnya dibuka kembali.
Kesepakatan dicapai setelah pihak penghibah tanah dan pemerintah desa menemukan titik temu dalam mediasi yang berlangsung pada Minggu (23/3/2025) sore di rumah Samida Nababan, pihak yang menghibahkan lahan.
Hadir dalam mediasi tersebut Camat Pollung Imron Banjarnahor, Kades Parsingguran II Sabar Banjarnahor, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam pertemuan itu, Samida Nababan mengungkapkan kekecewaannya kepada Pemerintah Desa Parsingguran II.
Ia menilai pembukaan lapak usaha baru oleh Bumdes di area wisata berpotensi mengancam mata pencaharian anak-anaknya, yang sudah lebih dulu berjualan di lokasi tersebut.
"Kalau memang harus dibuka usaha baru, seharusnya jangan menjual barang yang sama dengan dagangan anak saya. Itu bisa mematikan rezeki mereka," ujar Samida.
Ia juga mengingatkan bahwa saat pihaknya menghibahkan lahan beberapa tahun lalu, ada kesepakatan lisan bahwa keluarga penghibah akan diprioritaskan dalam usaha perdagangan di lokasi wisata.
Menanggapi hal itu, Kades Parsingguran II, Sabar Banjarnahor, menyatakan bahwa perjanjian awal penghibahan tanah tidak mencantumkan larangan bagi orang lain untuk berdagang di sana.
"Siapa pun boleh berjualan di lokasi wisata, asalkan mengikuti persyaratan dari pemerintah desa. Namun, memang kami mengutamakan keluarga penghibah dan warga lokal," jelasnya.
Meski demikian, Sabar mengakui bahwa usaha baru seharusnya tidak menjual barang dagangan yang sama, agar tidak menimbulkan persaingan tidak sehat.
Camat Pollung, Imron Banjarnahor, yang memimpin mediasi, menegaskan bahwa keharmonisan antara pengusaha lokal dan pemerintah desa sangat penting untuk kemajuan wisata Silemeleme.
Ia pun mendukung permintaan Samida Nababan, agar lapak baru tidak menjual produk yang sama dengan usaha yang sudah ada.
"Saya harap minggu ini pemerintah desa, keluarga penghibah, dan pengelola Bumdes segera rapat bersama. Kita perlu memastikan pengelolaan wisata lebih baik ke depan," kata Imron.
Sebagai hasil dari mediasi, disepakati bahwa bangunan Coffee Shop yang baru dibuka akan dikelola oleh penduduk lokal dari Dusun VII, Desa Parsingguran II.
Pada pukul 17.15 WIB, Samida Nababan, Camat Imron Banjarnahor, dan Kades Sabar Banjarnahor bersama tokoh masyarakat membuka blokade jalan ke objek wisata.
Dengan demikian, akses masuk Agrowisata Silemeleme kini kembali normal dan dapat dikunjungi seperti biasa. (Net)