Libur Lebaran, Polres Samosir Perketat Keamanan Transportasi Air di Danau Toba
Editor Satu• Kamis, 20 Maret 2025 | 10:20 WIB
Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Ihan Batak.
SAMOSIR, METRODAILY – Menyambut libur Idulfitri 1446 H, Polres Samosir bersama lintas sektoral menyiapkan strategi pengamanan wisatawan dalam Operasi Ketupat Toba 2025.
Dengan meningkatnya jumlah pengunjung ke kawasan Danau Toba, kesiapan infrastruktur, transportasi, dan keamanan menjadi prioritas utama.
Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, Selasa (18/3/2025), berbagai instansi seperti TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan (Dinkes), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), BMKG, PT ASDP Danau Toba, dan pihak swasta turut hadir untuk menyusun strategi bersama.
Plt Kabag Ops Polres Samosir, AKP Tito Juardi, memaparkan bahwa salah satu fokus utama Operasi Ketupat Toba 2025 adalah rekayasa lalu lintas di titik rawan macet dan kecelakaan.
Beberapa langkah yang akan diambil antara lain:
Penempatan pos pelayanan dan pengamanan di jalur wisata utama.
Pengawasan ketat di kawasan Menara Pandang Tele, yang sering mengalami kemacetan karena minimnya lahan parkir dan kondisi jalan yang sempit.
Pemasangan spanduk peringatan di jalan putus Sigarantung guna mencegah kecelakaan.
Pengecekan kesiapan jalan dan parkir oleh Ditlantas Polda Sumut di Kecamatan Harian.
Kasat Lantas Polres Samosir, AKP Natanail Surbakti, menegaskan bahwa semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan kelancaran lalu lintas selama periode liburan.
Selain aspek lalu lintas, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam juga menjadi perhatian utama.
BPBD Samosir akan menyiagakan kapal pemantauan di Pelabuhan Simanindo, serta melakukan patroli di daerah rawan longsor dan sungai yang berpotensi banjir.
BMKG Silangit memperingatkan adanya potensi hujan lebat disertai petir, terutama pada sore hari.
Dinas Kesehatan (Dinkes) menyiagakan 18 tenaga medis dan satu unit ambulans di pos pelayanan untuk menangani keadaan darurat.
Karena tingginya mobilitas wisatawan yang menggunakan transportasi air di Danau Toba, keselamatan kapal menjadi perhatian utama.
Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan akan melakukan ramp check kapal untuk memastikan laik beroperasi.
PT Gunung Hijau Megah, pengelola KM Tao Toba, menyatakan kapal akan beroperasi 24 jam penuh selama periode operasi, serta akan menerapkan sistem tiket online untuk mengurangi antrean panjang.
Operasi Ketupat Toba 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Maret hingga 8 April 2025. Apel gelar pasukan dijadwalkan pada Kamis, 20 Maret 2025 di Tanah Lapang Pangururan.
"Keberhasilan operasi ini bergantung pada sinergi seluruh pihak dan dukungan masyarakat. Kami ingin memastikan wisatawan yang datang ke Samosir merasa aman dan nyaman," kata AKP Tito Juardi.
Dengan koordinasi lintas sektoral yang semakin kuat, Operasi Ketupat Toba 2025 diharapkan mampu memberikan pengalaman liburan yang aman bagi wisatawan serta mendukung perkembangan pariwisata Danau Toba. (Net)