Salib Hangoluan 45 Meter di Samosir, Ikon Wisata Religi Bertaraf Dunia
Editor Satu• Jumat, 14 Maret 2025 | 14:09 WIB
Wakil Bupati Samosir Ariston Sidauruk bersama Ketua PPLMI Bernhard Limbong pada peletakan batu pertama pembangunan salib suci Salib Hangoluan di Sianjur Mulamula.
SAMOSIR, METRODAILY – Kabupaten Samosir akan segera memiliki ikon wisata religi bertaraf dunia dengan dibangunnya Salib Hangoluan setinggi 45 meter di Desa Sarimarrihit, Kecamatan Sianjur Mulamula, Sumatera Utara.
Bangunan monumental ini digagas oleh Ketua Parsadaan Pomparan Limbong Mulana Indonesia (PPLMI), Bernhard Limbong, dan digadang-gadang menjadi salib tertinggi di dunia.
Peletakan batu pertama dilakukan pada Rabu (12/3/2025) oleh Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, didampingi tokoh-tokoh penting daerah. Acara ini diawali dengan ritual adat yang dipimpin para tetua adat setempat sebagai bentuk penghormatan kepada kearifan lokal.
Salib Hangoluan tidak sekadar simbol keagamaan, tetapi juga diharapkan menjadi pusat wisata religi yang mampu menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Ariston Sidauruk menyatakan bahwa kehadiran salib ini akan memperkuat identitas Samosir sebagai destinasi wisata spiritual.
"Kami mengapresiasi inisiatif luar biasa ini. Selain menjadi pusat peribadatan, proyek ini berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat dan menambah daya tarik wisata Samosir," ujar Ariston.
Bernhard Limbong menegaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk kepeduliannya terhadap tanah kelahirannya.
Dengan total anggaran Rp50 miliar dari dana pribadinya, ia ingin menghadirkan landmark yang akan dikenang sepanjang masa. Selain Salib Hangoluan, akan dibangun pula rumah doa sebagai pelengkap.
"Saya ingin bonapasogit (tanah leluhur) ini memiliki sesuatu yang besar dan membanggakan. Ini bukan sekadar rencana, saya pastikan proyek ini akan selesai sebelum saya dipanggil Tuhan," kata Bernhard.
Ketua DPRD Samosir, Nasip Simbolon, turut mendukung proyek ini dengan menegaskan bahwa Salib Hangoluan akan menjadi daya tarik utama wisata religi di Indonesia.
Di tengah pembangunan ini, Pemkab Samosir diharapkan dapat menggali potensi ekonomi yang muncul dan berkolaborasi untuk menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata unggulan.
Dengan berdirinya Salib Hangoluan, Samosir akan semakin dikenal tidak hanya sebagai surga wisata alam, tetapi juga sebagai pusat spiritual yang mendunia. (net)