Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Pasutri Viral: Booking Travel 3 Hari, Hanya Libur Sehari dan Ogah Bayar Full

Editor Satu • Minggu, 29 Desember 2024 | 11:07 WIB
Pasutri yang berdebat dengan petugas travel soal pelunasan booking hotel dan fasilitas lainnya.
Pasutri yang berdebat dengan petugas travel soal pelunasan booking hotel dan fasilitas lainnya.

TAPTENG, METRODAILY – Sebuah insiden terkait pasangan suami istri (pasutri) yang memesan paket liburan selama tiga hari dua malam di Pulau Putri, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menjadi sorotan publik setelah mereka menolak membayar biaya penuh sebesar Rp7 juta.

Dalih mereka ingin pulang lebih awal dengan alasan anak sakit, memicu perdebatan dengan pihak perusahaan traveling.

Peristiwa ini terekam dalam video yang diunggah oleh pihak travel yang bersangkutan. Dalam video tersebut, pasangan suami istri yang didominasi si istri, tampak bersikeras hanya ingin membayar sesuai jumlah hari mereka menikmati fasilitas, yaitu sehari.

Namun, seorang pemuda mewakili pihak travel tetap menagih biaya penuh sesuai kontrak yang telah disepakati sebelumnya.

Menurut pihak travel, mereka telah mengeluarkan invoice dan melunasi pembayaran kepada vendor terkait, termasuk penginapan dan aktivitas selama tiga hari seperti kapal, snorkeling, makan, dan sebagainya.

Peraturan tersebut juga telah dijelaskan di awal, bahwa pembatalan atau perubahan jadwal pada hari H tidak akan mengubah biaya yang harus dibayarkan.

“Kalau sudah booking, mau dipakai atau tidak, kewajiban membayar tetap berlaku,” kata perwakilan pihak travel.
Hal itu sudah seperti sistem tiket pesawat atau hotel. Kalau batal di hari H, itu risiko pengguna jasa.

Pasutri yang berdebat dengan petugas travel soal pelunasan booking hotel dan fasilitas lainnya, menuntut permintaan maaf.
Pasutri yang berdebat dengan petugas travel soal pelunasan booking hotel dan fasilitas lainnya, menuntut permintaan maaf.
Pasutri tersebut mengaku pulang lebih awal karena anak mereka sakit dan sulit mendapatkan obat. Namun, pihak travel menuturkan bahwa mereka telah membantu mencarikan obat yang dimaksud. Ketika hal ini berhasil, pasutri itu justru mengajukan alasan baru untuk bertemu dokter di luar lokasi liburan.

Tak berhenti di situ, pasangan ini juga meminta pihak travel memberikan kompensasi berupa tiket transportasi pulang dan video permintaan maaf.

Hal ini dinilai oleh warganet sebagai tindakan yang tidak masuk akal.

Video tersebut segera menjadi viral di media sosial, memicu kemarahan dan kritik dari warganet. Banyak yang mengecam tindakan pasutri tersebut, menilai mereka tidak menghormati aturan yang telah disepakati.

“Kalau tidak mampu bayar, jangan liburan. Malu sudah viral di seluruh Indonesia,” tulis seorang warganet.

Akun Surya Niaga menulis: Klo belum mampu healing setidaknya jangan bikin pusing orang lain. Duit gak seberapa malunya se Indonesia Raya. Itu tetangga lu klo tau lu Fyp gitu, punya bahan gibah 2 minggu, paling kagak lu klo pesen kue ama tetangga pasti ditolak dah kecuali lu bayar cash didepan.

Akun Hamba Sahaya menulis: Gaya mo elit tp ekonomi sulit ...malu ampe viral seluruh indonesia...mending diem2 di rmh gak usah gaya2 an pake liburan kaya sya nih????????

Akun Tami menulis: Tetep harus bayar full sih, kan itu bukan kesalahan dari pihak travelnya. Mana chat balasan ibunya malah minta ganti rugi tiket transport pulang dan video permintaan maaf. Kaya "dih apa banget dah" ????????‍????

Akun Heart Pirates menulis: Mana lagi long weekend biasanya penginapan atau hotel kan ga mau pembatalan pas hari H.karena udah nolakin tamu

Kasus ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya membaca dan memahami aturan sebelum memesan jasa atau layanan. Pembatalan di hari H tanpa persiapan akan tetap menjadi tanggung jawab pemesan, terlepas dari alasan yang diajukan. (Mea)

Editor : Editor Satu
#paket liburan #pulau putri tapteng