JAKARTA, METRODAILY - Aquabike Jetski World Championship 2024, Rabu (13/11) hingga Minggu (17/11) di Danau Toba, berdampak positif. Salah satunya untuk tingkat okupansi penginapan.
"Event (acara) seperti ini membuka peluang usaha bagi pelaku pariwisata di Danau Toba, termasuk layanan penginapan, transportasi, dan kuliner," tutur Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati lewat keterangan resmi, Senin (18/11).
Data dari Kementerian Pariwisata menunjukkan, Senin (11/11) hingga Minggu (17/11), tingkat okupansi kamar di Kawasan Danau Toba mencapai 80-90 persen. Lokasinya di hotel dan homestay di empat kabupaten, yakni Karo, Dairi, Simalungun, dan Samosir.
Sementara itu, kamar yang terisi sebanyak 1.780 unit, atau 40,2 persen dari total 4.441 kapasitas kamar hotel dan homestay selama ajang tersebut berlangsung.
Adapun rumah makan dan restoran juga banyak terisi, khususnya di sekitar lokasi penyelenggaraan Aquabike. Tidak hanya itu, permintaan penyewaan kendaraan juga menunjukkan kenaikan signifikan, terutama dari Medan. Sebab, banyak wisatawan yang mendarat dari Bandara Internasional Kualanamu Medan di Deliserdang.
Sebagai informasi, pergerakan pelaku perjalanan dari Bandara Internasional Silangit di Kabupaten Tapanuli Utara mengalami kenaikan sebesar 7.968 pelaku perjalanan, atau naik sekitar delapan persen dibanding Aquabike 2023.
"Kita semua berharap Danau Toba semakin mendunia dan semakin baik saat menjadi tuan rumah berbagai event sport tourism di tahun-tahun mendatang," kata Ni Luh.
Sebagai informasi, Aquabike Jetski World Championship 2024 diadakan di empat kabupaten yaitu Karo, Dairi, Simalungun, dan Samosir. Ajang ini diikuti ratusan pembalap dan kru internasional dari 30 negara serta 10 pembalap nasional. (kdc)
Editor : Editor Satu