Naik Kapal Ferry Seberangi Danau Toba ke Samosir Tak Lagi Antre
Admin Metro Daily• Jumat, 26 April 2024 | 17:53 WIB
Sejak 27 Desember 2018, Kementerian Perhubungan melalui ASDP mulai mengoperasikan KM Ihan Batak untuk melayani angkutan penyeberangan berkeselamatan di Danau Toba.
Hadirnya sejumlah kapal ferry dengan pelayanan dan standar keselamatan yang memadai untuk melayani penyeberangan Danau Toba, menjadi salahsatu pemicu naiknya minat wisatawan berkunjung ke Danau Toba, khususnya ke Pulau Samosir. Wisatawan juga semakin nyaman sejak pembelian tiket ferry diberlakukan secara online. Antrian pendek, perjalanan lancar, pengunjung pun senang.
---------------------------
Dame Ambarita, Ajibata
---------------------------
Akhir Desember antara tahun 2014 ke tahun 2016, Raja tidak ingat persis tahunnya, ia sangat ingat kenangan akan panjangnya antrean naik kapal ferry penyeberangan Danau Toba, dari Pelabuhan Ajibata, Parapat ke Pelabuhan Tomok, Pulau Samosir. Pelabuhan Ajibata merupakan salahsatu pintu masuk utama menuju Pulau Samosir.
“Ya ampun, kami tiba di Parapat sekitar jam 6 sore. Mobil sudah antre panjang mulai dari Parapat hingga ke Ajibata. Nggak bisa nerobos, karena di depan antrean juga sudah panjang,” kisah warga Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, yang beberapa kali berkunjung ke Pulau Samosir karena masih memiliki kerabat dari garis neneknya.
Melihat antrean tidak kunjung bergerak, pukul 8 malam ia beserta ayah dan ibunya sepakat untuk naik kapal kayu ke Samosir. Mereka meninggalkan sopir untuk menunggu antrean masuk ke kapal ferry. “Bayangkan… kami harus jalan kaki dari Parapat ke Ajibata. Kalau tidak begitu, bisa kemalaman semua di jalan,” cetus pemuda 30 tahun yang bekerja sebagai seorang manager di sebuah bank plat merah ini.
Naik kapal kayu, mereka tiba di Samosir pukul 9 malam. Sementara sopir berikut mobil tiba pukul 1 pagi. Lamanya perjalanan yang mesti ditempuh gara-gara antrean panjang naik kapal ferry itu, menyebabkan semua makanan basah yang disiapkan ibunya untuk konsumsi di kampung, menjadi basi. “Terpaksa semua dibuang,” katanya mengenang momen itu.
Antrean serupa juga terjadi saat arus balik naik kapal ferry dari Pulau Samosir ke Ajibata. “Antre mulai jam 9 pagi, baru berangkat jam 3 sore. Alamakkk, stress awak!” katanya sembari tertawa terbahak-bahak.
Tahun-tahun berikutnya, Raja dan keluarga mengaku enggan berkunjung sekaligus berwisata ke Samosir. “Rada tobat,” katanya bercanda.
Untunglah, semua itu tinggal kenangan. Sejak 27 Desember 2018, Kementerian Perhubungan melalui ASDP mulai mengoperasikan KM Ihan Batak untuk melayani angkutan penyeberangan berkeselamatan di Danau Toba.
Penasaran dengan kehadiran kapal ferry berbobot 300 Gross Tonnage (GT) itu, perantau dan wisatawan berbondong-bondong berkunjung ke Pulau Samosir melalui Pelabuhan Ajibata ke Pelabuhan Ambarita, Pulau Samosir yang berjarak 9 mil.
Ferry Danau Toba-Ilustrasi.
Pengadaan KM Ihan Batak ini merupakan bentuk dukungan Kemenhub untuk mewujudkan angkutan penyeberangan yang berkeselamatan, sekaligus untuk mendukung aksesibilitas di Danau Toba yang menjadi salah satu dari 10 daerah yang diprioritaskan sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia.
“Enak sih. Kapal ferrynya lumayan besar, bisa menampung 280 penumpang dan 32 unit mobil. Rasanya seperti naik kapal laut. Banggalah, Danau Toba akhirnya memiliki kapal penyeberangan yang mumpuni,” kata Raja.
Perjalanan penyeberangan, menurutnya, lebih nyaman saat perjalanan bersama keluarga. Apalagi KM Ihan Batak tidak lagi hanya sekadar kapal penyeberangan seperti tempo dulu, namun juga tersedia fasilitas VIP untuk seluruh penumpang. Sambil duduk di sofa, penumpang bisa menikmati hembusan angin dan pemandangan Danau Toba serta pebukitan. “Bisa jajan di kapal. Terkadang, juga ada hiburan live berupa atraksi Tortor Batak di atas kapal,” pujinya.
Masalahnya, tingginya minat pengunjung menggunakan kapal ferry yang dikelola ASDP ini menyebabkan antrean panjang kendaraan, khususnya saat arus balik Nataru dan arus balik Lebaran.
“Meski kapal ferry yang melayani rute Ajibata-Ambarita ada dua kapal, yakni KMP Ihan Batak dan KMP Pora-pora, antrean tetap panjang. Padahal kedua kapal bekerja keras terkadang hingga pagi,” kata Raja.
Tahun 2019 dan 2020, lanjutnya, antrean kendaraan ke Pelabuhan Ambarita memanjang mulai dari Desa Unjur yang berjarak sekitar 2 km. “Penumpang bosan dan kelaparan. Ada warga yang menjual mie gomak dadakan, ludes sekejap saking banyaknya penumpang yang kelaparan,” kenang Raja.
Antrean panjang itu berlangsung kurang lebih 4 tahun. Baru berhenti mulai September 2022 lalu, sejak Kemenhub melalui ASDP meluncurkan sistem pembelian tiket online melalui aplikasi Ferizy.
“Panjangnya antrean naik kapal itu tinggal kenangan. Sekarang, dengan pembelian tiket secara online, penumpang bisa mengatur jadwal sesuai tanggal dan jam yang diinginkan. Datang ke pelabuhan 1 jam sebelum jadwal keberangkatan, waktu menjadi efisien,” katanya.
Pilihan pembayaran juga fleksibel. Salahsatunya melalui BRIVA. “Nah, ini enaknya. Keluarga yang mau nyeberang bisa tuh minta tolong anaknya yang tinggal di kota lain untuk bayarin tiket. Enak ‘kan?” katanya kembali terkekeh.
Raja dan keluarga foto bersama saat naik kapal ferry penyeberangan Danau Toba
Pujian juga datang dari Eko Roman. Menurut anggota kepolisian yang bertugas di Kisaran ini, kapal ferry memiliki jadwal keberangkatan yang teratur. Hal itu memudahkan penumpang memilih waktu yang sesuai dengan rencana perjalanan mereka.
“Lebih nyamanlah, kita nggak was-was lagi apakah setelah berangkat dari rumah masih dapat tiket atau tidak. Kelemahan tiket manual ‘kan gitu? Kita masih menduga-duga apakah kita akan dapat tiket atau tidak. Dengan tiket onlin, kita nggak perlu ngantre lagi,” katanya.
Yang perlu dilakukan hanya datang lebih awal sebelum jadwal keberangkatan di tiket, untuk melakukan proses check-in.
Sistem pembelian tiket secara online lewat aplikasi Ferizy ini, menurut Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, saat ini sudah dibuka 60 hari sebelum hari keberangkatan. Dengan melakukan reservasi perjalanan lebih awal, kata dia, perjalanan menjadi lebih terjamin, lebih aman, tidak perlu mengantre, dan pastinya lebih nyaman.
"Pastikan beli tiket online secara mandiri hanya di website Ferizy di trip.ferizy.com atau aplikasi Ferizy dan mitra resmi Ferizy. Mohon kerja sama pengguna jasa, jangan membeli tiket ketika baru menuju ke pelabuhan. Hindari membeli tiket via calo di area pelabuhan," ujar Shelvy.
Tak hanya untuk penumpang kapal ferry Danau Toba rute Ajibata-Ambarita, ASDP juga memberlakukan pembelian tiket secara online terhadap seluruh pengguna jasa angkutan penyeberangan di bawah pengelolaannya. "Hal ini demi kelancaran dan kenyamanan selama penyeberangan, pastikan pengguna jasa sudah bertiket maksimal H-1 keberangkatan," kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) cabang Danau Toba, Fauzie Akhmad.
Pembelian tiket jasa angkutan penyeberangan secara online ini, diakui penumpang, sangat tepat dalam mengatasi penumpukan kendaraan di pelabuhan. Selama 3 tahun terakhir, sejak tahun 2022, tidak terlihat lagi antrean panjang kendaraan yang mengular hingga Parapat. Kalaupun ada antrean, semua kendaraan bisa masuk ke kawasan pelabuhan menunggu giliran berangkat.
Eko Roman yang melihat sendiri kawasan Danau Toba selama libur lebaran 2024, mengakui layanan angkutan penyeberangan danau semakin lancar, aman, dan tertib. “Tidak ada lagi penumpukan yang signifikan baik di Pelabuhan Ajibata maupun Pelabuhan Ambarita. Untuk itu, terima kasih kepada ASDP,” katanya.
Perkuat Konektivitas Danau Toba
Direktur Utama ASDP, Ira Puspadewi Ira mengatakan, pengadaan ferry penyeberangan di Danau Toba diharapkan tidak hanya memperlancar konektivitas antarpulau. Tetapi juga meningkatkan pelayanan transportasi penyeberangan, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan Danau Toba. Apalagi Danau Toba diarahkan menjadi destinasi pariwisata yang bertaraf internasional
Kapal ferry, lanjutnya, menyediakan akses yang mudah dan langsung menuju Pulau Samosir dari berbagai titik di sekitar Danau Toba. Ini memudahkan wisatawan untuk mencapai destinasi wisata populer tersebut.
Saat ini, ada beberapa kapal ferry penyeberangan yang dikelola Kemenhub melalui ASDP. Pertama, KMP Ihan Batak, dibangun Kementerian Perhubungan dengan biaya APBN selama 2 tahun oleh PT Dok Bahari Nusantara di Desa Parparean II Porsea Tobasa. Kapal ini memiliki kapasitas penumpang 280 orang, kendaraan campuran sebanyak 32 unit, melayani lintasan Ajibata-Ambarita. Operator PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Sibolga.
Berikutnya, kapal ferry penyeberangan bertambah dengan KM Ikan Pora-pora, awalnya melayani lintasan Balige-Onan Runggu, dan KMP Kaldera Toba yang melayani lintasan Muara-Onan Runggu. Adapun KMP Pora-pora kini dialihkan melayani lintasan Ajibata-Ambarita.
Berikutnya hadir KMP Jurung-Jurung dan KMP Asa-Asa. KMP Jurung-Jurung dan KMP Asa-Asa dibangun oleh Dirjen Perhubungan Darat Kememhub, dan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 2 Februari 2022 lalu.
"Kehadiran dua unit bus air yakni KMP Jurung-Jurung dan KMP Asa-Asa ini juga melengkapi layanan penyeberangan oleh ASDP melalui pengoperasian 3 kapal di kawasan Danau Toba, yakni KMP Pora-Pora, KMP Kaldera Toba dan KMP Ihan Batak. ASDP berkomitmen akan konsisten menghadirkan layanan prima jasa pelabuhan dan penyeberangan yang andal, cepat, lancar, aman, nyaman dan berkeselamatan," ujar Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin.
Bus Air KMP Jurung-Jurung dan KMP Asa-Asa memiliki spesifikasi 70 GT dengan kapasitas angkut 60 orang penumpang. KMP Jurung-Jurung awalnya melayani lintasan Tongging - Silalahi dengan jarak tempuh 4 mil. Namun mulai Maret 2024 lalu, ASDP membuka lintasan baru Tongging-Silalahi-Simanindo.
KMP Jurung-Jurung salah satu bus air yang disiapkan PT ASDP untuk melayani masyarakat di kawasan Danau Toba.
Sedangkan KMP Asa-Asa yang awalnya melayani lintasan Muara–Baktiraja, kini melayani Baktiraja-Sipinggan. General Manager ASDP Danau Toba, Fauzie Akhmad, mengatakan lintasan baru Tongging-Silalahi-Simanindo, Simanindo - Silalahi-Tongging dan Baktiraja-Sipinggan ini bertujuan untuk mewujudkan aksesibilitas jasa transportasi dalam mendukung konektivitas antar Kabupaten Karo-Dairi dan Kabupaten Samosir kemudian Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kabupaten Samosir.
KMP Jurung-Jurung akan berangkat dari Karo menuju Silalahi jam 07:00 Wib, dan dari Silalahi menuju Samosir pukul 08:00 Wib. Kemudian dari Samosir menuju Silalahi pukul 12:00 Wib, dan Silalahi-Tongging jam 16:00 Wib
Sementara dari Humbang Hasundutan menuju Kabupaten Samosir untuk trip pertama pukul 08:00 Wib, trip ke dua pukul 13:00 Wib. Sedangkan dari Kabupaten Samosir ke Kabupaten Humbang Hasundutan pukul 10:30 Wib, dan trip kedua pukul 15:00 Wib.
KMP Jurung-Jurung telah beroperasi perdana pada 20 Desember 2022, diikuti KMP Asa-Asa pada 22 Desember 2022.
Masih mendukung KSPN Danau Toba, Pemerintah melalui Kemenhub juga telah membangun 13 Pelabuhan Penyeberangan yang tersebar di 7 Kabupaten di Sumut. Di Kabupaten Toba ada 4 Pelabuhan, di Samosir 4 Pelabuhan, di Simalungun 1 Pelabuhan, di Tapanuli Utara 1 Pelabuhan, di Humbang Hasundutan 1 Pelabuhan, di Karo 1 Pelabuhan, dan di Dairi 1 Pelabuhan.
Pelabuhan-pelabuhan penyeberangan tersebut dibangun dengan arsitektur kearifan lokal di daerah Danau Toba. Keberadaan pelabuhan-pelabuhan yang dibangun dengan arsitektur kearifan lokal tersebut diharapkan akan meningkatkan konektivitas antar wilayah di Danau Toba dan menarik minat wisatawan untuk datang ke Danau Toba dan sekitarnya.
Shelvy mengatakan, hadirnya layanan ASDP diharapkan memperkuat konektivitas penyeberangan dan sektor logistik di Kawasan Danau Toba, sehingga dapat lebih meningkatkan kemajuan sektor pariwisata guna menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
Mudik Ceria Penuh Makna
Untuk Angkutan Lebaran 2024, ASDP mengklaim telah mempersiapkan layanan dengan matang. Mulai dari kesiapan Alat Produksi ASDP & Anak Usaha dalam Skala Nasional mencakup koordinasi layanan oleh 27 Cabang yang mengelola 36 Pelabuhan, 225 unit kapal siap beroperasi (172 unit milik ASDP, 53 unit milik JN), yang akan melayani total keseluruhan 303 Lintasan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Untuk penyeberangan Danau Toba, data dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) cabang Danau Toba, sejak H-10 hingga hari H Idul Fitri 1445 Hijdrah, pihaknya telah menyeberangkan 22.793 ribu penumpang dengan total kendaraan roda empat lebih 3.997 dari Ajibata menuju Ambarita dan sebaliknya.
Fauzie Akhmad mengutarakan, liburan Idul Fitri tahun 2024 ini penumpang ferry Danau Toba mengalami peningkatan secara signifikan dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan posko data ASDP cabang Danau Toba, hingga 11 April 2024, tercatat 2.330 kendaraan roda empat menyeberang dari Ajibata menuju Ambarita. Total penumpang 13.260 orang. Sedangkan roda dua 260 unit.
"Dari pelabuhan Ambarita sebanyak 1.667 unit kendaraan roda empat, dengan total penumpang 9.533 orang. Sepeda motor 191 unit. Pelayaran berjalan aman dan nyaman," sambungnya.
Peningkatan trafik kendaraan didominasi dengan kendaraan pribadi roda empat dan roda dua membuat KMP Ihan Batak dan KMP Pora-Pora terus melayani penyeberangan hingga dini hari.
Ferry penyeberangan di lintasan Ajibata-Ambarita dan Balige-Onanrunggu juga mengalami peningkatan.
Pelabuhan ferry Ambarita, Pulau Samosir.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (KSOPP) Danau Toba, Rijaya Simarmata, menyebutkan jumlah penumpang kapal yang melewati Danau Toba lebih tinggi dari tahun lalu. Hal itu dapat diketahui, salah satunya, dari meningkatnya rute kapal.
Untuk rute Ajibata-Ambarita yang sebelumnya 12 trip menjadi 14 trip. Ajibata-Tomok dari 12 trip jadi 14 trip. Tigaras-Simanindo dari 20 menjadi 28 trip. Dan dari Balige-Onan Runggu dari 1 menjadi 3 trip. "Untuk kenaikan harga tiket tidak ada, karena tidak boleh juga," ujarnya.
Dibandingkan pada libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) baru lalu, pada H-10 hingga H-1 libur Nataru, total penumpang yang menyeberang di lintasan pelabuhan Ajibata - Ambarita sejak mencapai 18.585. Pada periode yang sama tahun 2022, tercatat hanya 14.316 orang.
Saat ini, harga tiket KM Ihan Batak untuk kendaraan mobil kecil dipatok harga Rp. 170.000, tapi semua orang yang ada di dalam mobil sudah termasuk di dalamnya. Mobil barang mulai Rp 148.000 hingga Rp 258.000 hingga Rp 1.172.000.
Tahun ini, Angkutan Lebaran yang diluncurkan Kementerian Perhubungan dengan tema "Mudik Ceria, Penuh Makna", tetap berorientasi pada aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan bagi seluruh penumpang.
“Perjalanan mudik masyarakat dengan kapal ferry yang aman, nyaman dan selamat ini, diharapkan membawa keceriaan dan kebahagiaan beserta serta kesan yang mendalam ketika saling bersilaturahmi dengan keluarga, sanak saudara di kampung halaman,” kata Shelvi.
Untuk Indonesia, jumlah penumpang Angkutan Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 5,78 juta penumpang dan 1,37 unit kendaraan di 8 lintasan terpantau Nasional yang berada di bawah koordinasi 9 Cabang ASDP. Meski antrean tetap ada, ASDP mengklaim kelancaran arus lalu lintas penyeberangan bisa tercapai. (dame ambarita)