MEDAN, METRODAILY - Selama 2023, wisatawan yang mengunjungi destinasi wisata Toba Caldera Resort di Sumatra Utara mencapai 300 ribu orang. Sekitar 90 persen pengunjung tersebut merupakan wisatawan domestik dan 10 persen wisatawan mancanegara.
"Pengunjung ke tempat kita mencapai 300 ribu orang, dengan sekitar Rp6 miliar uang yang masuk tahun lalu," ungkap Dirut Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Jimmy Bernando Panjaitan, Senin (22 Januari 2024).
Selain pemandangan keindahan Danau Toba, pengunjung ke Toba Caldera Resort ini juga menikmati berbagai permainan, seperti ATV, flying fox, panahan dan paintball.
Ditambah beberapa pertunjukan, baik band maupun atraksi seni dan budaya dari sanggar tari sekitar wilayah destinasi wisata di Desa Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Sumatra Utara.
"Paling banyak pengunjung berswafoto di Jokowi point, baik duduk di kursi maupun berdiri di tulisan The Kaldera Toba Nomadic Escape," kata Jimmy.
Kepala Divisi Komunikasi Publik BPODT, Nelson Lumbantoruan, mengatakan pihaknya terus mengembangkan berbagai fasilitas pendukung terhadap salah satu destinasi wisata ini. "Saat ini fasilitas yang kita persiapkan di The Kaldera Toba Nomadic Escape, seperti glamour camping (glamping), bobo cabin, kafe, point UMKM, Jokowi point hingga wahana bermain anak-anak," kata dia.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyebut Toba Caldera Resort yang dikelola Badan Pengelola Otorita Danau Toba mendapat dua tambahan investor pada 2024. Kesepakatan kerja sama tersebut dilakukan oleh Badan Pengelola Otorita Danau Toba dengan dua investor, yaitu TOCA Resort dan Mitra Jaya.
"Dari kerja sama itu, disepakati pada Lebaran 2024, TOCA Resort akan mulai membangun fasilitas tambahan berupa akomodasi sebanyak 20 unit," kata Sandiaga.
Sedangkan Mitra Jaya, lanjut dia, pada akhir semester pertama atau Juni 2024 membangun fasilitas akomodasi yang ramah lingkungan guna menopang jumlah kunjungan wisatawan yang terus bertambah.
"Salah satu yang bisa menarik investor untuk berinvestasi adalah pariwisata hijau, karena pariwisata hijau saat ini banyak sekali peminatnya. Bukan lagi tipe pembangunan yang masif dari segi struktur. Tetapi, menyatu dengan alam,” ujar dia. (saw/med)
Editor : Admin Metro Daily