TAPTENG, METRODAILY- Pemkab Tapteng menyelenggarakan Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Daerah tahun anggaran 2026 di Ballroom PIA Hotel Pandan, Selasa, (13/10/2026).
Kegiatan ini digelar guna memperkuat tata kelola pemerintahan yang tertib administrasi, transparan, akuntabel, serta berintegritas dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, diwakili oleh Asisten Administrasi dan Umum, Nurjalilah, secara resmi membuka kegiatan tersebut.
Nurjalilah mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan wujud komitmen pembenahan menyeluruh dalam pengelolaan keuangan daerah, sekaligus tindak lanjut rekomendasi surat KPK RI terkait hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) tahun 2025.
Ia menegaskan agar seluruh jajaran aparatur tidak memandang pengelolaan anggaran semata-mata sebagai urusan administratif, atau sekadar mengejar tingkat serapan belanja.
"Setiap rupiah uang rakyat harus direncanakan, dialokasikan, digunakan, dan dipertanggungjawabkan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Nurjalilah.
Terlebih di tengah keterbatasan fiskal dan proses pemulihan pascabencana,
Nurjalilah menegaskan jika belanja daerah harus berorientasi pada hasil (outcome), tepat program, tepat anggaran, tepat sasaran, serta bebas dari praktik korupsi, pungutan liar, maupun pemborosan anggaran.
Masih kata Nurjalilah, Pemkab Tapteng menaruh harapan besar agar pedoman teknis yang berlandaskan PP Nomor 12 Tahun 2019 dan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020, dapat terintegrasi secara utuh, mulai dari tahapan perencanaan, penatausahaan, pengadaan barang dan jasa, hingga pelaporan pertanggungjawaban.
Sebelumnya, Plt Kepala BPKAD Tapteng, Boy Rahman Hasibuan, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan.
Ia menyebutkan, sosialisasi yang digelar dibiayai APBD Tapteng TA 2026, sebagai sarana memperdalam pemahaman teknis regulasi, kepatuhan hukum, serta pengawasan internal bagi seluruh aparatur pengelola keuangan.
"Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tentu bukan satu-satunya tujuan akhir, melainkan bagaimana APBD benar-benar hadir menjadi solusi atas kebutuhan mendesak masyarakat Tapteng," jelas Boy.
Pada kesempatan itu, Panitia turut membagikan buku agenda panduan ringkas pengelolaan anggaran, kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber ahli di bidang pengelolaan keuangan dan pengadaan barang/jasa pemerintah yakni, Fernando H Siagian, Wiratmoko, dan Muhammad Amri Satria.
Sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan adat daerah, Pemkab Tapteng merangkai kegiatan dengan penyerahan cenderamata serta penyematan kain ulos kepada para narasumber. (Zatam)
Editor : Leo Sihotang