Asap Diduga Kiriman dari Sumatera Selatan dan Kalimantan, BMKG Prediksi Bertahan Tiga Hari

Editor Satu • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:18 WIB
Ilustrasi. Sebaran asap menurunkan jarak pandang di sejumlah wilayah Sumatera Utara. BMKG memperkirakan kondisi tersebut masih berlangsung hingga tiga hari ke depan.
Ilustrasi. Sebaran asap menurunkan jarak pandang di sejumlah wilayah Sumatera Utara. BMKG memperkirakan kondisi tersebut masih berlangsung hingga tiga hari ke depan.

MEDAN, METRODAILY – Asap yang terdeteksi di Sumatera Utara diduga terbawa angin dari wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi yang memicu penurunan jarak pandang di sejumlah wilayah Sumut itu masih berlangsung hingga tiga hari ke depan.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menyampaikan indikasi tersebut berdasarkan pemantauan citra satelit dan analisis arah angin pada Kamis, 15 Oktober 2026, pukul 13.00 WIB.

Angin terpantau bertiup dari timur hingga tenggara menuju barat laut hingga utara. Pola pergerakan ini mengindikasikan asap dari wilayah lain terbawa ke Sumatera Utara.

Baca Juga: Pria 23 Tahun Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tuanya di Siantar

Namun, BMKG belum memastikan sumber asal asap tersebut. Penetapan sumbernya masih memerlukan analisis lanjutan dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer dan data pendukung lainnya.

Dampak asap terlihat pada penurunan jarak pandang. Pengamatan di Stasiun Meteorologi Kualanamu, Aek Godang, dan Silangit mencatat jarak pandang berkisar 1–2 kilometer pada pukul 13.00 WIB. Pada saat yang sama, kualitas udara di sejumlah wilayah Sumut berada dalam kategori sedang hingga tidak sehat.

Di tengah kondisi tersebut, citra satelit juga mendeteksi dua titik panas (hotspot) berkategori sedang di Sumatera Utara, tepatnya di Kabupaten Asahan.

Baca Juga: Satpol PP Siantar Rubuhkan Reklame Tak Berizin di Jalan Sutomo

Temuan ini menunjukkan adanya titik panas di wilayah setempat, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa titik tersebut merupakan sumber asap yang terdeteksi di Sumut.

BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara di wilayah dengan jarak pandang terbatas. Pengendara disarankan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan.

Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap.

Baca Juga: Syahrini Ngaku Gaptek saat TikTok Live, Bingung Lihat Bunga dan Paus Bermunculan

Hendro meminta para kepala daerah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri untuk mengantisipasi dampak sebaran asap serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Informasi terbaru mengenai kondisi atmosfer dan sebaran asap dapat dipantau melalui akun media sosial resmi BBMKG Wilayah I Medan, @infobmkgsumut. Masyarakat juga dapat mengakses layanan informasi melalui nomor 082168043653 atau email bbmkg1@bmkg.go.id. (rel/mea)

Editor : Editor Satu
asap di sumut