SIMALUNGUN, METRODAILY – Pemerintah Kabupaten Simalungun memperketat kesiapsiagaan menghadapi potensi penyebaran Influenza A Subklade H3N2 yang dilaporkan meningkat di kawasan Asia Tenggara.
Meski belum ditemukan kasus di Simalungun, pemantauan kesehatan dan deteksi dini diperkuat, terutama terhadap anak-anak.
Langkah antisipasi itu dibahas dalam rapat koordinasi pencegahan dan promosi kesehatan di Ruang Rapat Kantor Bupati Simalungun, Pematang Raya, Senin (12/10).
Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Simalungun Mixnon Andreas Simamora, mewakili Bupati Anton Achmad Saragih.
Baca Juga: Transaksi Sawit hingga Aset Orang Kaya Masuk Radar AI Kemenkeu
Turut hadir Asisten Pemerintahan Albert R Saragih dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Simalungun Debora Haloho, bersama pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan tenaga medis dari sejumlah fasilitas kesehatan.
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut informasi Kementerian Kesehatan terkait tren peningkatan kasus Influenza A Subklade H3N2 di Asia Tenggara. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala, antara lain demam tinggi dan nyeri otot.
“Meskipun saat ini belum ada kasus di Kabupaten Simalungun, kesiapsiagaan harus tetap dioptimalkan. Penyakit ini dapat dicegah melalui upaya kolektif dan edukasi kesehatan kepada masyarakat,” ujar Mixnon saat membuka rapat.
Baca Juga: Calvin Verdonk Berpeluang Debut di Liga Champions, Cedera Perraud Buka Jalan
Deteksi Dini dan Pengawasan Kesehatan
Dalam rapat tersebut, dokter spesialis dari RS Efarina, dr Ade Baswin SpPD FINASIM dan dr Meviliani Sinaga MKed SpA, memaparkan pentingnya pemeriksaan kesehatan serta upaya pencegahan influenza.
Ade mengimbau masyarakat menjalani pemeriksaan kesehatan berkala atau medical check-up (MCU), minimal sekali setahun. Pemeriksaan yang disarankan meliputi tekanan darah, gula darah, profil lemak, darah, dan urine.
“Sehat itu adalah investasi, bukan sekadar harapan. Hasil pemeriksaan juga perlu ditindaklanjuti untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima,” kata Ade.
Baca Juga: Andien Bangun Sekolah Gratis Kelima, Modal Awal dari Royalti Lagu
Sementara itu, Meviliani menjelaskan gejala, penyebab, dan langkah pencegahan Influenza A Subklade H3N2 agar risiko penularan dapat ditekan.
Mixnon juga meminta masyarakat tidak menunda pemeriksaan kesehatan dan mendorong instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap pelayanan Posyandu.
“Jangan takut melakukan MCU. Sakit itu adalah alarm yang memberi tahu ada sesuatu yang perlu diperbaiki dalam tubuh kita. Jika menyayangi keluarga, rutinlah mengecek kesehatan. Karena dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat,” ujarnya.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Simalungun Debora Haloho menegaskan, hingga rapat berlangsung belum ditemukan kasus Influenza A Subklade H3N2 di wilayah tersebut.
Baca Juga: Pemkab Labuhanbatu dan BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Klaim, Pekerja Rentan Jadi Prioritas
Dinas Kesehatan, kata dia, tetap melakukan pemantauan dan deteksi dini di seluruh kecamatan, terutama terhadap kondisi kesehatan anak-anak.
Pemkab Simalungun mengandalkan koordinasi lintas sektor dan edukasi masyarakat sebagai langkah kesiapsiagaan. Pemerintah daerah juga mengimbau warga menjaga kesehatan dan memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala yang mengkhawatirkan. (esa)
Editor : Editor Satu