Cuaca Ekstrem Terjang Sumut, Longsor Rusak Rumah di Samosir

Editor Satu • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:00 WIB
Personel Polres Samosir bersama warga bersihkan material longsor.
Personel Polres Samosir bersama warga bersihkan material longsor.

SAMOSIR, METRODAILY – Hujan deras memicu bencana tanah longsor di Kabupaten Samosir dan banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), dalam dua hari berturut-turut.

Longsor merusak satu unit rumah warga di Samosir, sedangkan banjir di Tapteng sempat merendam permukiman dan menutup badan jalan hingga menyebabkan kemacetan.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan longsor terjadi di Desa Cinta Dame, Kecamatan Simanindo, Samosir, Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 22.30 WIB.

Baca Juga: Citra Satelit Ungkap Perubahan Bentang Alam Tapteng Pascabanjir

Menurut Sri Wahyuni, hujan dengan curah tinggi memicu longsoran tanah di area dekat tebing. Kondisi tersebut membahayakan keselamatan warga dan mengancam bangunan di sekitarnya.

“Material tanah dan lumpur akibat longsor merusak satu unit rumah warga. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka,” ujar Sri Wahyuni saat dihubungi, Minggu (11/10/2026).

Setelah kejadian, BPBD Samosir berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Samosir untuk menangani dampak bencana. Petugas bersama pemerintah desa dan warga setempat membersihkan material tanah serta lumpur yang masuk ke rumah terdampak.

Baca Juga: Bawaslu Sibolga Ajak Siswa Jadi Pengawas Pemilu, Ini yang Bisa Dilaporkan

“Kami melakukan pembersihan material lumpur dan tanah di rumah terdampak bersama Pemerintah Desa Cinta Dame dan warga sekitar,” katanya.

Banjir Sempat Lumpuhkan Jalan di Lopian

Bencana lain terjadi di Kabupaten Tapteng. Hujan berintensitas tinggi pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 15.30 WIB menyebabkan sejumlah sungai meluap dan merendam Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri.

Luapan air mencapai setinggi lutut orang dewasa dan menggenangi permukiman warga serta jalan utama. Salah satu titik terdampak berada di Jalan Simpang GPDI Lopian.

Baca Juga: Longsor Tutup Jalan di Siatas Barita, Pemkab Taput Kerahkan Alat Berat

Air yang menutupi badan jalan menghambat arus kendaraan hingga menimbulkan kemacetan. Namun, BPBD Sumut memastikan tidak ada korban jiwa, warga mengungsi, korban luka-luka, maupun orang hilang dalam peristiwa tersebut.

Personel BPBD Sumut diterjunkan ke lokasi untuk menyisir kawasan terdampak dan membantu evakuasi warga jika diperlukan.

Sri Wahyuni mengatakan banjir telah surut saat laporan disampaikan. Meski demikian, pemerintah setempat tetap bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan bencana susulan.

“Pemerintah setempat tetap dalam kondisi standby apabila terjadi bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah,” ujarnya.

Baca Juga: Taput Dapat Jatah Pengembangan 130 Hektare Bawang Putih pada 2027

Dua kejadian ini menjadi pengingat akan risiko bencana hidrometeorologi saat hujan deras melanda wilayah Sumut. Kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di kawasan dekat tebing, bantaran sungai, dan permukiman yang rawan terdampak longsor maupun banjir. (net)

Editor : Editor Satu
Longsor di Samosir cuaca ekstrem