SIBOLGA, METRODAILY – Aliran air Perumda Air Minum Tirta Nauli Sibolga kerap terganggu setiap kali hujan deras mengguyur wilayah hulu.
Perusahaan daerah itu menyebut dua faktor utama penyebab gangguan: air baku yang keruh bercampur lumpur dan kayu, serta kerusakan pipa akibat longsor yang belum sepenuhnya diperbaiki sejak bencana 25 November 2025.
Direktur Perumda Tirta Nauli Sibolga, Khairunnas Panggabean, mengatakan hujan deras membuat kondisi air sungai berubah drastis. Air menjadi cokelat pekat, membawa lumpur dan gelondongan kayu sehingga tidak layak langsung diolah.
“Saat hujan deras di hulu, air sungai dapat berubah menjadi cokelat pekat, disertai lumpur dan gelondongan kayu,” kata Khairunnas, Sabtu (10/10/2026).
Baca Juga: MU Kebobolan Menit ke-92, Padahal Tottenham Main dengan 10 Pemain
Menurut dia, kondisi tersebut memaksa pengolahan air dihentikan sementara. Jika tetap dipaksakan, filter dan peralatan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) maupun intake berisiko mengalami kerusakan.
Pompa pun dimatikan sampai kondisi air baku kembali lebih jernih dan layak diolah sebelum didistribusikan kepada pelanggan.
“Pompa kemudian dimatikan sampai kondisi air baku kembali lebih jernih dan layak diolah serta didistribusikan,” ujarnya.
Masalah lainnya adalah infrastruktur yang belum sepenuhnya pulih setelah bencana. Pipa yang menyalurkan air dari intake ke unit pengolahan terdampak longsor pada 25 November 2025 dan hingga kini masih dalam proses perbaikan.
Baca Juga: Cekcok soal Lirik Lagu Saat Pesta Tuak, Tetangga Ditembak Pakai Senapan Angin
Kerusakan tersebut membuat pasokan air menuju instalasi pengolahan belum maksimal. Akibatnya, distribusi ke rumah pelanggan ikut terganggu, terutama ketika debit sungai meningkat dan material longsor kembali menutup jalur pipa.
Khairunnas berharap perbaikan seluruh pipa yang rusak dapat segera dituntaskan agar pelayanan air bersih kembali normal.
Perumda Tirta Nauli juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan yang terjadi. Perusahaan meminta pengertian dan kesabaran masyarakat selama proses perbaikan berlangsung.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Terima kasih atas pengertian dan kesabaran pelanggan,” demikian pernyataan Perumda Tirta Nauli. (ts)
Editor : Editor Satu